<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mengenal Fenomena Langka Gerhana Bulan Total dan Fase-fasenya   </title><description>Fenomena gerhana bulan total merupakan perstiwa yang cukup langka dan juga bisa disebut Super Blood Moon&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/05/25/337/2415232/mengenal-fenomena-langka-gerhana-bulan-total-dan-fase-fasenya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/05/25/337/2415232/mengenal-fenomena-langka-gerhana-bulan-total-dan-fase-fasenya"/><item><title>Mengenal Fenomena Langka Gerhana Bulan Total dan Fase-fasenya   </title><link>https://news.okezone.com/read/2021/05/25/337/2415232/mengenal-fenomena-langka-gerhana-bulan-total-dan-fase-fasenya</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/05/25/337/2415232/mengenal-fenomena-langka-gerhana-bulan-total-dan-fase-fasenya</guid><pubDate>Selasa 25 Mei 2021 14:06 WIB</pubDate><dc:creator>Agnes Teresia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/05/25/337/2415232/mengenal-fenomena-langka-gerhana-bulan-total-dan-fase-fasenya-Ol2UU1LfHb.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Fase Gerhana Bulan Total.(Foto:BMKG)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/05/25/337/2415232/mengenal-fenomena-langka-gerhana-bulan-total-dan-fase-fasenya-Ol2UU1LfHb.jpg</image><title>Fase Gerhana Bulan Total.(Foto:BMKG)</title></images><description>JAKARTA - Fenomena Gerhana Bulan Total merupakan perstiwa yang cukup langka dan juga bisa disebut Super Blood Moon. Peristiwa ini hanya terjadi saat fase bulan penuh ketika bumi bergerak di antara bulan dan matahari serta berada dalam posisi garis lurus.
Ketika hal ini terjadi, bulan akan tampak berwarna merah akibat pembiasan cahaya matahari oleh atmosfer bumi. Fenomena langka ini dapat disaksikan di Indonesia pada Rabu (26/5/2021).
Menurut artikel yang dirilis bmkg.go.id Rabu (19/5/2021), Gerhana Bulan Total ini akan terjadi dalam beberapa fase.
Fase pertama disebut fase awal penumbra yang akan dimulai pukul 15.46 WIB dapat terlihat di Papua, Kep Aru. Fase berikutnya dapat terlihat Papua, Papua Barat, Maluku (kecuali Kep Aru), Maluku Utara, Sulawesi Utara, sebagian Gorontalo, sebagian Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, NTT adalah fase awal sebagian dan dimulai pukul 16.44 WIB.
Baca Juga:&amp;nbsp;Besok, Fenomena Gerhana Bulan Total Dapat Dinikmati Tanpa Alat Bantu Optik
Pada pukul 18.09 WIB akan disebut dengan fase awal total dapat terlihat di seluruh Indonesia, kecuali Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, sebagian Riau. Dilanjutkan pukul 18.14 WIB sebagai fase puncak gerhana dapat terlihat di seluruh Indonesia, kecuali: Aceh, Pulau Nias, sebagian Sumatera Utara.
Fase akhir total akan dimulai pukul 18.27 WIB dan fase akhir sebagian akan terjadi pukul 19.52 WIB. Terakhir, pukul 20.51 WIB akan disebut sebagai fase akhir penumbra. Ketiga fase ini dapat terlihat di seluruh Indonesia.</description><content:encoded>JAKARTA - Fenomena Gerhana Bulan Total merupakan perstiwa yang cukup langka dan juga bisa disebut Super Blood Moon. Peristiwa ini hanya terjadi saat fase bulan penuh ketika bumi bergerak di antara bulan dan matahari serta berada dalam posisi garis lurus.
Ketika hal ini terjadi, bulan akan tampak berwarna merah akibat pembiasan cahaya matahari oleh atmosfer bumi. Fenomena langka ini dapat disaksikan di Indonesia pada Rabu (26/5/2021).
Menurut artikel yang dirilis bmkg.go.id Rabu (19/5/2021), Gerhana Bulan Total ini akan terjadi dalam beberapa fase.
Fase pertama disebut fase awal penumbra yang akan dimulai pukul 15.46 WIB dapat terlihat di Papua, Kep Aru. Fase berikutnya dapat terlihat Papua, Papua Barat, Maluku (kecuali Kep Aru), Maluku Utara, Sulawesi Utara, sebagian Gorontalo, sebagian Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, NTT adalah fase awal sebagian dan dimulai pukul 16.44 WIB.
Baca Juga:&amp;nbsp;Besok, Fenomena Gerhana Bulan Total Dapat Dinikmati Tanpa Alat Bantu Optik
Pada pukul 18.09 WIB akan disebut dengan fase awal total dapat terlihat di seluruh Indonesia, kecuali Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, sebagian Riau. Dilanjutkan pukul 18.14 WIB sebagai fase puncak gerhana dapat terlihat di seluruh Indonesia, kecuali: Aceh, Pulau Nias, sebagian Sumatera Utara.
Fase akhir total akan dimulai pukul 18.27 WIB dan fase akhir sebagian akan terjadi pukul 19.52 WIB. Terakhir, pukul 20.51 WIB akan disebut sebagai fase akhir penumbra. Ketiga fase ini dapat terlihat di seluruh Indonesia.</content:encoded></item></channel></rss>
