<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Satgas: Kebijakan Penanganan Pandemi Covid-19 Harus Diikuti Kepatuhan Masyarakat</title><description>Peningkatan kasus Covid-19 paska libur lebaran seharusnya tidak perlu terjadi.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/05/26/337/2415679/satgas-kebijakan-penanganan-pandemi-covid-19-harus-diikuti-kepatuhan-masyarakat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/05/26/337/2415679/satgas-kebijakan-penanganan-pandemi-covid-19-harus-diikuti-kepatuhan-masyarakat"/><item><title>Satgas: Kebijakan Penanganan Pandemi Covid-19 Harus Diikuti Kepatuhan Masyarakat</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/05/26/337/2415679/satgas-kebijakan-penanganan-pandemi-covid-19-harus-diikuti-kepatuhan-masyarakat</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/05/26/337/2415679/satgas-kebijakan-penanganan-pandemi-covid-19-harus-diikuti-kepatuhan-masyarakat</guid><pubDate>Rabu 26 Mei 2021 10:33 WIB</pubDate><dc:creator>Tim Okezone</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/05/26/337/2415679/satgas-kebijakan-penanganan-pandemi-covid-19-harus-diikuti-kepatuhan-masyarakat-D08Juz2WAJ.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Juru Bicara Satgas untuk Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito.</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/05/26/337/2415679/satgas-kebijakan-penanganan-pandemi-covid-19-harus-diikuti-kepatuhan-masyarakat-D08Juz2WAJ.jpeg</image><title>Juru Bicara Satgas untuk Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito.</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Satgas Penanganan Covid-19 menyayangkan kemunculan klaster-klaster penularan lokal akibat mobilitas masyarakat selama bulan Ramadhan, yang seharusnya dapat dihindari. Pasalnya, masyarakat telah berkali-kali diingatkan untuk menunda tradisi mudik dan halal bihalal lebaran secara tatap muka hingga pandemi reda untuk menghindari penyebaran virus corona.
&quot;Seperti yang sudah saya peringatkan sebelumnya bahwa kegiatan-kegiatan tersebut berpotensi meningkatkan penularan, dan berdampak pada meningkatnya kasus positif COVID-19 di Indonesia,&quot; kata Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 dalam keterangan pers Perkembangan Penanganan COVID-19 di Graha BNPB, Selasa (25/5/2021) yang juga disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden.
BACA JUGA: Dampak Mudik Lebaran, Kenaikan Kasus Covid-19 Mulai Terlihat
Menurut Wiku, klaster-klaster baru penularan yang muncul menunjukkan Indonesia belum berhasil mencegah penularan virus corona. Padahal, masyarakat seharusnya bisa belajar dari pengalaman libur panjang pada hari-hari besar atau libur nasional sebelumnya.
Melihat perjalanan penanganan pandemi COVID-19 sejak Maret 2020 lalu, masyarakat seharusnya terus berhati-hati serta meningkatkan kepatuhannya terhadap protokol kesehatan. Sebagai upaya melindungi diri dari penularan COVID-19.
BACA JUGA: Tren Kasus Covid-19 Meningkat Paska Libur Lebaran, Pengawasan Diperlukan Agar Pandemi Terkendali
Dan kolaborasi pemerintah dengan masyarakat, tokoh masyarakat beserta tokoh agama merupakan hal yang penting. Agar penularan COVID-19 dapat dicegah dan masyarakat dapat terbebas dari pandemi. Dan kebijakan pemerintah dalam mengatasi pandemi dapat terlaksana secara efektif.
&quot;Dari sini kita belajar, sebagus apapun kebijakan yang dibuat apabila tidak diikuti dengan partisipasi aktif dari seluruh masyarakat, maka tidak akan ter-implementasi dengan baik untuk memberikan dampak positif,&quot; lanjut Wiku.
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Satgas Penanganan Covid-19 menyayangkan kemunculan klaster-klaster penularan lokal akibat mobilitas masyarakat selama bulan Ramadhan, yang seharusnya dapat dihindari. Pasalnya, masyarakat telah berkali-kali diingatkan untuk menunda tradisi mudik dan halal bihalal lebaran secara tatap muka hingga pandemi reda untuk menghindari penyebaran virus corona.
&quot;Seperti yang sudah saya peringatkan sebelumnya bahwa kegiatan-kegiatan tersebut berpotensi meningkatkan penularan, dan berdampak pada meningkatnya kasus positif COVID-19 di Indonesia,&quot; kata Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 dalam keterangan pers Perkembangan Penanganan COVID-19 di Graha BNPB, Selasa (25/5/2021) yang juga disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden.
BACA JUGA: Dampak Mudik Lebaran, Kenaikan Kasus Covid-19 Mulai Terlihat
Menurut Wiku, klaster-klaster baru penularan yang muncul menunjukkan Indonesia belum berhasil mencegah penularan virus corona. Padahal, masyarakat seharusnya bisa belajar dari pengalaman libur panjang pada hari-hari besar atau libur nasional sebelumnya.
Melihat perjalanan penanganan pandemi COVID-19 sejak Maret 2020 lalu, masyarakat seharusnya terus berhati-hati serta meningkatkan kepatuhannya terhadap protokol kesehatan. Sebagai upaya melindungi diri dari penularan COVID-19.
BACA JUGA: Tren Kasus Covid-19 Meningkat Paska Libur Lebaran, Pengawasan Diperlukan Agar Pandemi Terkendali
Dan kolaborasi pemerintah dengan masyarakat, tokoh masyarakat beserta tokoh agama merupakan hal yang penting. Agar penularan COVID-19 dapat dicegah dan masyarakat dapat terbebas dari pandemi. Dan kebijakan pemerintah dalam mengatasi pandemi dapat terlaksana secara efektif.
&quot;Dari sini kita belajar, sebagus apapun kebijakan yang dibuat apabila tidak diikuti dengan partisipasi aktif dari seluruh masyarakat, maka tidak akan ter-implementasi dengan baik untuk memberikan dampak positif,&quot; lanjut Wiku.
</content:encoded></item></channel></rss>
