<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> Pesan Berantai Orang Akan Meninggal 2 Tahun Usai Suntik Vaksin Covid-19, IDI: Ya Jelas Hoaks!   </title><description>Beredar pesan berantai yang mengklaim bahwa orang akan meninggal 2 tahun setelah disuntik vaksin Covid-19.&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/05/27/337/2415997/pesan-berantai-orang-akan-meninggal-2-tahun-usai-suntik-vaksin-covid-19-idi-ya-jelas-hoaks</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/05/27/337/2415997/pesan-berantai-orang-akan-meninggal-2-tahun-usai-suntik-vaksin-covid-19-idi-ya-jelas-hoaks"/><item><title> Pesan Berantai Orang Akan Meninggal 2 Tahun Usai Suntik Vaksin Covid-19, IDI: Ya Jelas Hoaks!   </title><link>https://news.okezone.com/read/2021/05/27/337/2415997/pesan-berantai-orang-akan-meninggal-2-tahun-usai-suntik-vaksin-covid-19-idi-ya-jelas-hoaks</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/05/27/337/2415997/pesan-berantai-orang-akan-meninggal-2-tahun-usai-suntik-vaksin-covid-19-idi-ya-jelas-hoaks</guid><pubDate>Kamis 27 Mei 2021 07:50 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/05/27/337/2415997/pesan-berantai-orang-akan-meninggal-2-tahun-usai-suntik-vaksin-covid-19-idi-ya-jelas-hoaks-fMPtzrlnrY.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Illustrasi Shutterstock</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/05/27/337/2415997/pesan-berantai-orang-akan-meninggal-2-tahun-usai-suntik-vaksin-covid-19-idi-ya-jelas-hoaks-fMPtzrlnrY.jpg</image><title>Foto: Illustrasi Shutterstock</title></images><description>
JAKARTA - Beredar pesan berantai yang mengklaim bahwa orang akan meninggal 2 tahun setelah disuntik vaksin Covid-19. Diklaim pesan ini disampaikan oleh Mike Yeadon, mantan Ketua Saintis Vaksin Pfizer.

Merespon hal ini, Ketua Satuan Tugas Covid-19 Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI), Zubairi Djoerban menegaskan, bahwa informasi ini adalah hoaks.

&amp;ldquo;Ada pesan berantai yang isinya begini: orang akan meninggal dalam dua tahun setelah disuntik vaksin Covid-19. Mengerikan sekali ya. Pesan itu mengklaim bahwa Mike Yeadon, mantan saintis berpengaruh dari Pfizer, yang menyatakannya. Benar kah? Informasi orang akan meninggal dalam dua tahun karena disuntik vaksin Covid-19 ya jelas hoaks,&amp;rdquo; tegas Zubairi lewat akun media sosial pribadinya, dikutip Kamis (27/5/2021).
Baca juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;115.000 Tenaga Kesehatan Meninggal, WHO Soroti Vaksinasi Covid-19
Zubairi pun mengatakan, belum dapat memastikan bahwa pesan tersebut benar disampaikan oleh Mike Yeadon atau bukan.

&amp;ldquo;Tapi, soal Mike Yeadon yang menyatakannya atau bukan, saya belum tahu. Apakah ini Yeadon yang asli atau palsu, nanti biar waktu akan berbicara,&amp;rdquo; katanya.
Baca juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;Komnas KIPI: Kematian Usai Vaksinasi Bukan karena Vaksin AstraZeneca
&amp;ldquo;Yang jelas, Yeadon ini cukup kontroversial. Ia ikut menulis petisi tentang vaksin Covid-19 dapat menyebabkan kemandulan-yang kemudian diketahui sebagai hoaks,&amp;rdquo; ungkap Zubairi.

Namun, kata Zubairi, Mike Yeadon ini bukan ilmuwan sembarangan. Dia merupakan peneliti yang telah menghabiskan waktu selama 16 tahun karirnya untuk Pfizer.

&amp;ldquo;Meski begitu, dia ini bukan ilmuwan sembarangan, karena menghabiskan 16 tahun kariernya di Pfizer sebagai peneliti.&amp;rdquo;

&amp;ldquo;Memang banyak pertanyaan bermunculan terkait cara pandang Yeadon. Misalnya, mengapa ilmuwan sekelas Yeadon justru skeptis terhadap vaksin Covid-19. Nah ini tetap menjadi misteri. Terima kasih,&amp;rdquo; papar Zubairi.
</description><content:encoded>
JAKARTA - Beredar pesan berantai yang mengklaim bahwa orang akan meninggal 2 tahun setelah disuntik vaksin Covid-19. Diklaim pesan ini disampaikan oleh Mike Yeadon, mantan Ketua Saintis Vaksin Pfizer.

Merespon hal ini, Ketua Satuan Tugas Covid-19 Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI), Zubairi Djoerban menegaskan, bahwa informasi ini adalah hoaks.

&amp;ldquo;Ada pesan berantai yang isinya begini: orang akan meninggal dalam dua tahun setelah disuntik vaksin Covid-19. Mengerikan sekali ya. Pesan itu mengklaim bahwa Mike Yeadon, mantan saintis berpengaruh dari Pfizer, yang menyatakannya. Benar kah? Informasi orang akan meninggal dalam dua tahun karena disuntik vaksin Covid-19 ya jelas hoaks,&amp;rdquo; tegas Zubairi lewat akun media sosial pribadinya, dikutip Kamis (27/5/2021).
Baca juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;115.000 Tenaga Kesehatan Meninggal, WHO Soroti Vaksinasi Covid-19
Zubairi pun mengatakan, belum dapat memastikan bahwa pesan tersebut benar disampaikan oleh Mike Yeadon atau bukan.

&amp;ldquo;Tapi, soal Mike Yeadon yang menyatakannya atau bukan, saya belum tahu. Apakah ini Yeadon yang asli atau palsu, nanti biar waktu akan berbicara,&amp;rdquo; katanya.
Baca juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;Komnas KIPI: Kematian Usai Vaksinasi Bukan karena Vaksin AstraZeneca
&amp;ldquo;Yang jelas, Yeadon ini cukup kontroversial. Ia ikut menulis petisi tentang vaksin Covid-19 dapat menyebabkan kemandulan-yang kemudian diketahui sebagai hoaks,&amp;rdquo; ungkap Zubairi.

Namun, kata Zubairi, Mike Yeadon ini bukan ilmuwan sembarangan. Dia merupakan peneliti yang telah menghabiskan waktu selama 16 tahun karirnya untuk Pfizer.

&amp;ldquo;Meski begitu, dia ini bukan ilmuwan sembarangan, karena menghabiskan 16 tahun kariernya di Pfizer sebagai peneliti.&amp;rdquo;

&amp;ldquo;Memang banyak pertanyaan bermunculan terkait cara pandang Yeadon. Misalnya, mengapa ilmuwan sekelas Yeadon justru skeptis terhadap vaksin Covid-19. Nah ini tetap menjadi misteri. Terima kasih,&amp;rdquo; papar Zubairi.
</content:encoded></item></channel></rss>
