<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bansos Tak Tepat Sasaran, Jokowi: Ini Harus Diperbaiki!   </title><description>Kepala Negara menyebut data-data lain yang dimiliki pemerintah juga perlu diperbaiki.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/05/27/337/2416238/bansos-tak-tepat-sasaran-jokowi-ini-harus-diperbaiki</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/05/27/337/2416238/bansos-tak-tepat-sasaran-jokowi-ini-harus-diperbaiki"/><item><title>Bansos Tak Tepat Sasaran, Jokowi: Ini Harus Diperbaiki!   </title><link>https://news.okezone.com/read/2021/05/27/337/2416238/bansos-tak-tepat-sasaran-jokowi-ini-harus-diperbaiki</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/05/27/337/2416238/bansos-tak-tepat-sasaran-jokowi-ini-harus-diperbaiki</guid><pubDate>Kamis 27 Mei 2021 15:19 WIB</pubDate><dc:creator>Dita Angga R</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/05/27/337/2416238/bansos-tak-tepat-sasaran-jokowi-ini-harus-diperbaiki-vqJyHkDxoH.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Jokowi (Foto: Biro Setpres)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/05/27/337/2416238/bansos-tak-tepat-sasaran-jokowi-ini-harus-diperbaiki-vqJyHkDxoH.jpg</image><title>Presiden Jokowi (Foto: Biro Setpres)</title></images><description>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyoroti penyaluran bantuan sosial (bansos) yang tidak tepat sasaran. Dia mengatakan bahwa masalah akurasi data yang dimiliki pemerintah masih menjadi persoalan hingga hari ini.
&amp;ldquo;Dampaknya kemana-mana. Contoh data bansos yang tidak akurat, tumpang tindih membuat penyaluran menjadi tak cepat. Menjadi lambat dan ada yang tidak tepat sasaran,&amp;rdquo; katanya saat peresmian pembukaan rapat koordinasi nasional pengawasan intern pemerintah tahun 2021 di Istana Kepresidenan Bogor, Kamis (27/5/2021).
Kepala Negara menyebut data-data lain yang dimiliki pemerintah juga perlu diperbaiki. Apalagi, lanjut dia, data pemerintah pusat dan daerah kerap tidak sinkron.
Baca juga:&amp;nbsp;Belanja APBN hingga Serapan PEN Rp699 Triliun Berjalan Lambat, Jokowi: Ini Ada Apa?
&amp;rdquo;Begitu juga data penyaluran bantuan pemerintah lainnya. Data pemerintah pusat dan daerah juga tidak sambung. Ini yang harus kita perbaiki,&amp;rdquo; ujarnya
Jokowi meminta Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untuk membantu mengawal peningkatan kualitas data yang dikelola pemerintah.
&amp;ldquo;Kawal integrasi, kawal sinkronisasi basis data antar program untuk meningkatkan keandalan data. Manfaatkan laboratorium data forensik dan data analitik yang dimiliki BPKP. BPKP kan memiliki ini. Gunakan, manfaatkan,&amp;rdquo; pungkasnya.
Baca juga:&amp;nbsp;Jokowi: Tak Ada Toleransi Terhadap Penyelewengan Anggaran</description><content:encoded>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyoroti penyaluran bantuan sosial (bansos) yang tidak tepat sasaran. Dia mengatakan bahwa masalah akurasi data yang dimiliki pemerintah masih menjadi persoalan hingga hari ini.
&amp;ldquo;Dampaknya kemana-mana. Contoh data bansos yang tidak akurat, tumpang tindih membuat penyaluran menjadi tak cepat. Menjadi lambat dan ada yang tidak tepat sasaran,&amp;rdquo; katanya saat peresmian pembukaan rapat koordinasi nasional pengawasan intern pemerintah tahun 2021 di Istana Kepresidenan Bogor, Kamis (27/5/2021).
Kepala Negara menyebut data-data lain yang dimiliki pemerintah juga perlu diperbaiki. Apalagi, lanjut dia, data pemerintah pusat dan daerah kerap tidak sinkron.
Baca juga:&amp;nbsp;Belanja APBN hingga Serapan PEN Rp699 Triliun Berjalan Lambat, Jokowi: Ini Ada Apa?
&amp;rdquo;Begitu juga data penyaluran bantuan pemerintah lainnya. Data pemerintah pusat dan daerah juga tidak sambung. Ini yang harus kita perbaiki,&amp;rdquo; ujarnya
Jokowi meminta Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untuk membantu mengawal peningkatan kualitas data yang dikelola pemerintah.
&amp;ldquo;Kawal integrasi, kawal sinkronisasi basis data antar program untuk meningkatkan keandalan data. Manfaatkan laboratorium data forensik dan data analitik yang dimiliki BPKP. BPKP kan memiliki ini. Gunakan, manfaatkan,&amp;rdquo; pungkasnya.
Baca juga:&amp;nbsp;Jokowi: Tak Ada Toleransi Terhadap Penyelewengan Anggaran</content:encoded></item></channel></rss>
