<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Dubes Palestina untuk Indonesia: Butuh Gerakan Politik untuk Kemerdekaan Palestina</title><description>Dubes Palestina untuk Indonesia mengatakan diperlukan gerakan-gerakan politik untuk memerdekakan Palestina.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/05/28/18/2416842/dubes-palestina-untuk-indonesia-butuh-gerakan-politik-untuk-kemerdekaan-palestina</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/05/28/18/2416842/dubes-palestina-untuk-indonesia-butuh-gerakan-politik-untuk-kemerdekaan-palestina"/><item><title>Dubes Palestina untuk Indonesia: Butuh Gerakan Politik untuk Kemerdekaan Palestina</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/05/28/18/2416842/dubes-palestina-untuk-indonesia-butuh-gerakan-politik-untuk-kemerdekaan-palestina</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/05/28/18/2416842/dubes-palestina-untuk-indonesia-butuh-gerakan-politik-untuk-kemerdekaan-palestina</guid><pubDate>Jum'at 28 Mei 2021 16:23 WIB</pubDate><dc:creator>Agnes Teresia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/05/28/18/2416842/dubes-palestina-untuk-indonesia-butuh-gerakan-politik-untuk-palestina-XXKa9phQKB.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Webinar yang diselenggarakan Universitas Al-Azhar tentang konflik Israel-Palestina (Foto: tangkapan layar)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/05/28/18/2416842/dubes-palestina-untuk-indonesia-butuh-gerakan-politik-untuk-palestina-XXKa9phQKB.jpg</image><title>Webinar yang diselenggarakan Universitas Al-Azhar tentang konflik Israel-Palestina (Foto: tangkapan layar)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Duta Besar (Dubes) Palestina untuk Indonesia Zuhair Al Shun mengatakan diperlukan gerakan-gerakan politik untuk memerdekakan dan mencapai perdamaian antara Israel dan Palestina.
&amp;ldquo;Kami membutuhkan gerakan-gerakan politik untuk memerdekakan Palestina,&amp;rdquo; ujarnya.
Hal ini diungkapkan saat webinar dengan tema &quot;Apa yang Diharapkan Palestina dari Dunia dan Apa yang Telah Dibagikan oleh Indonesia&quot;,  yang diselenggarakan Departemen Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Politik dan Sosial Universitas Al Azhar, pada Jumat (28/5).
Selain Dubes Palestina untuk Indonesia, hadir juga Direktur  Timur Tengah, Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Bagus Hendraning Kobaryasih, tokoh masyarakat, penulis, aktivis dakwah &amp;amp; kemanusiaan, Khadijah Peggy Melati Sukma M.H.
Dalam kesempatan tersebut, Zuhair dibantu oleh translator bahasa, Tobroni menyampaikan salam dari warga Palestina untuk Indonesia dan menyatakan bahwa hingga saat ini mereka masih berjuang di bawah jajahan Israel.
(Baca juga: Israel Menolak, Hamas Sambut Baik Keputusan PBB Selidiki Konflik Israel-Palestina)
Kemenlu Bagus Hendraning juga menjelaskan berbagai strategi dukungan Indonesia untuk Palestina, salah satunya dukungan politik untuk kemerdekaan Palestina dengan memaksimalkan peran Indonesia sebagai anggota dewan Keamanan PBB. Indonesia juga tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel.
&amp;ldquo;Indonesia melanjutkan pembebasan tarif untuk produk ekspor Palestina ke Indonesia, memfasilitasi pendirian dan pembangunan rumah sakit di Hebron, mendukung pembentukan otoritas makanan dan obat-obatan Palestina oleh mitra BPOM Indonesia pada November 2020,&amp;rdquo; jelas Kemenlu soal bantuan yang diberikan Indonesia untuk Palestina.
Sementara itu, Peggy juga mendukung adanya gerakan sipil dari masyarakat untuk mengingatkan pemerintah agar  tetap membela Palestina dan terus mengusahakan gerakan-gerakan politik yang dibutuhkan tersebut. Ia mengatakan hal tersebut merupakan sesuatu yang bisa kita lakukan sebagai masyarakat sosial.
(Baca juga: PBB Akan Selidiki Dugaan Pelanggaran dan Kekejaman Selama Konflik Hamas-Israel)</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Duta Besar (Dubes) Palestina untuk Indonesia Zuhair Al Shun mengatakan diperlukan gerakan-gerakan politik untuk memerdekakan dan mencapai perdamaian antara Israel dan Palestina.
&amp;ldquo;Kami membutuhkan gerakan-gerakan politik untuk memerdekakan Palestina,&amp;rdquo; ujarnya.
Hal ini diungkapkan saat webinar dengan tema &quot;Apa yang Diharapkan Palestina dari Dunia dan Apa yang Telah Dibagikan oleh Indonesia&quot;,  yang diselenggarakan Departemen Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Politik dan Sosial Universitas Al Azhar, pada Jumat (28/5).
Selain Dubes Palestina untuk Indonesia, hadir juga Direktur  Timur Tengah, Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Bagus Hendraning Kobaryasih, tokoh masyarakat, penulis, aktivis dakwah &amp;amp; kemanusiaan, Khadijah Peggy Melati Sukma M.H.
Dalam kesempatan tersebut, Zuhair dibantu oleh translator bahasa, Tobroni menyampaikan salam dari warga Palestina untuk Indonesia dan menyatakan bahwa hingga saat ini mereka masih berjuang di bawah jajahan Israel.
(Baca juga: Israel Menolak, Hamas Sambut Baik Keputusan PBB Selidiki Konflik Israel-Palestina)
Kemenlu Bagus Hendraning juga menjelaskan berbagai strategi dukungan Indonesia untuk Palestina, salah satunya dukungan politik untuk kemerdekaan Palestina dengan memaksimalkan peran Indonesia sebagai anggota dewan Keamanan PBB. Indonesia juga tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel.
&amp;ldquo;Indonesia melanjutkan pembebasan tarif untuk produk ekspor Palestina ke Indonesia, memfasilitasi pendirian dan pembangunan rumah sakit di Hebron, mendukung pembentukan otoritas makanan dan obat-obatan Palestina oleh mitra BPOM Indonesia pada November 2020,&amp;rdquo; jelas Kemenlu soal bantuan yang diberikan Indonesia untuk Palestina.
Sementara itu, Peggy juga mendukung adanya gerakan sipil dari masyarakat untuk mengingatkan pemerintah agar  tetap membela Palestina dan terus mengusahakan gerakan-gerakan politik yang dibutuhkan tersebut. Ia mengatakan hal tersebut merupakan sesuatu yang bisa kita lakukan sebagai masyarakat sosial.
(Baca juga: PBB Akan Selidiki Dugaan Pelanggaran dan Kekejaman Selama Konflik Hamas-Israel)</content:encoded></item></channel></rss>
