<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Komnas HAM Panggil Pimpinan KPK Pekan Depan Terkait Polemik TWK</title><description>Komnas HAM berencana memanggil pimpinan KPK pekan depan terkait polemik TWK.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/05/28/337/2416756/komnas-ham-panggil-pimpinan-kpk-pekan-depan-terkait-polemik-twk</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/05/28/337/2416756/komnas-ham-panggil-pimpinan-kpk-pekan-depan-terkait-polemik-twk"/><item><title>Komnas HAM Panggil Pimpinan KPK Pekan Depan Terkait Polemik TWK</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/05/28/337/2416756/komnas-ham-panggil-pimpinan-kpk-pekan-depan-terkait-polemik-twk</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/05/28/337/2416756/komnas-ham-panggil-pimpinan-kpk-pekan-depan-terkait-polemik-twk</guid><pubDate>Jum'at 28 Mei 2021 14:33 WIB</pubDate><dc:creator>Riezky Maulana</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/05/28/337/2416756/komnas-ham-panggil-pimpinan-kpk-pekan-depan-terkait-polemik-twk-Bh4zOXIGh1.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Komisioner Komnas HAM, Beka Ulung. (Foto : Okezone/Fahreza Rizky)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/05/28/337/2416756/komnas-ham-panggil-pimpinan-kpk-pekan-depan-terkait-polemik-twk-Bh4zOXIGh1.jpg</image><title>Komisioner Komnas HAM, Beka Ulung. (Foto : Okezone/Fahreza Rizky)</title></images><description>JAKARTA - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menjadwalkan pemanggilan terhadap para pimpinan KPK, termasuk Firli Bahuri pekan depan. Pemanggilan itu terkait tes wawasan kebangsaan (TWK) diduga melanggar HAM.

&quot;Paling cepat minggu depan. Kami akan meminta keterangan dari pimpinan KPK, sehingga semakin cepat semakin baik,&quot; kata Komisioner Beka Ulung Hapsara di kantornya, Jumat (28/5/2021).

Dia menuturkan, pemanggilan pimpinan KPK dijadwalkan pekan depan lantaran Komnas HAM tak ingin sengkarut ihwal TWK berlangsung terlalu lama.

&quot;Sehingga Komnas HAM berkomitmen mempercepat proses dan meminta keterangan seluruh pihak yang terkait TWK dari staf KPK yang ada,&quot; tuturnya.

Dia menjelaskan, adanya informasi-informasi awal adanya kejanggalan TWK pihaknya belum bisa mendetilkan. Menurutnya, hal itu harus menunggu hasil investigasi yang tengah disusun Komnas HAM.

Baca Juga : Novel Baswedan Diperiksa Komnas HAM soal Pemecatan 51 Pegawai KPK

&quot;Soal kejanggalan-kejnggalan ini kan baru indikasi awal. Kita belum bisa memastikan itu kejanggalan seperti apa. Nanti kesimpulannya akan disampaikan. Tapi, ini baru menelisik yang selama ini ramai,&quot; ucapnya.

Baca Juga : Periksa Novel Baswedan, Komnas HAM Dalami soal Substansi TWK


</description><content:encoded>JAKARTA - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menjadwalkan pemanggilan terhadap para pimpinan KPK, termasuk Firli Bahuri pekan depan. Pemanggilan itu terkait tes wawasan kebangsaan (TWK) diduga melanggar HAM.

&quot;Paling cepat minggu depan. Kami akan meminta keterangan dari pimpinan KPK, sehingga semakin cepat semakin baik,&quot; kata Komisioner Beka Ulung Hapsara di kantornya, Jumat (28/5/2021).

Dia menuturkan, pemanggilan pimpinan KPK dijadwalkan pekan depan lantaran Komnas HAM tak ingin sengkarut ihwal TWK berlangsung terlalu lama.

&quot;Sehingga Komnas HAM berkomitmen mempercepat proses dan meminta keterangan seluruh pihak yang terkait TWK dari staf KPK yang ada,&quot; tuturnya.

Dia menjelaskan, adanya informasi-informasi awal adanya kejanggalan TWK pihaknya belum bisa mendetilkan. Menurutnya, hal itu harus menunggu hasil investigasi yang tengah disusun Komnas HAM.

Baca Juga : Novel Baswedan Diperiksa Komnas HAM soal Pemecatan 51 Pegawai KPK

&quot;Soal kejanggalan-kejnggalan ini kan baru indikasi awal. Kita belum bisa memastikan itu kejanggalan seperti apa. Nanti kesimpulannya akan disampaikan. Tapi, ini baru menelisik yang selama ini ramai,&quot; ucapnya.

Baca Juga : Periksa Novel Baswedan, Komnas HAM Dalami soal Substansi TWK


</content:encoded></item></channel></rss>
