<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Heboh Vaksin Covid-19 Mengandung Magnet, Satgas: Hoaks Hambat Upaya Penanganan Pandemi</title><description>Ia pun meminta agar semua pihak sama-sama belajar untuk tidak langsung menyebar berita maupun informasi yang sumbernya tidak kredibel.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/05/28/337/2416936/heboh-vaksin-covid-19-mengandung-magnet-satgas-hoaks-hambat-upaya-penanganan-pandemi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/05/28/337/2416936/heboh-vaksin-covid-19-mengandung-magnet-satgas-hoaks-hambat-upaya-penanganan-pandemi"/><item><title>Heboh Vaksin Covid-19 Mengandung Magnet, Satgas: Hoaks Hambat Upaya Penanganan Pandemi</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/05/28/337/2416936/heboh-vaksin-covid-19-mengandung-magnet-satgas-hoaks-hambat-upaya-penanganan-pandemi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/05/28/337/2416936/heboh-vaksin-covid-19-mengandung-magnet-satgas-hoaks-hambat-upaya-penanganan-pandemi</guid><pubDate>Jum'at 28 Mei 2021 18:54 WIB</pubDate><dc:creator>Dita Angga R</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/05/28/337/2416936/heboh-vaksin-covid-19-mengandung-magnet-satgas-hoaks-hambat-upaya-penanganan-pandemi-owYNDHyWF5.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Wiku Adisasmito (Foto : BNPB)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/05/28/337/2416936/heboh-vaksin-covid-19-mengandung-magnet-satgas-hoaks-hambat-upaya-penanganan-pandemi-owYNDHyWF5.jpg</image><title>Wiku Adisasmito (Foto : BNPB)</title></images><description>JAKARTA - Media Sosial (medsos) dihebohkan dengan informasi soal vaksin Covid-19 yang disebutkan mengandung magnet. Dalam video itu menunjukkan bahwa logam menempel pada kulit orang yang sudah divaksin.
Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito membantah hal tersebut. &amp;ldquo;Perlu diketahui bahwa vaksin tidak mengandung magnet,&amp;rdquo; katanya dalam konferensi persnya, Jumat (28/5/2021).
Dia mengatakan bahwa bisa saja koin menempel karena keringat atau hal lain. &amp;ldquo;Koin bisa saja menempel di kulit karena adanya keringat yang diproduksi secara alami oleh kulit manusia dan gaya gesek lainnya sehingga menimbulkan daya magnet,&amp;rdquo; ujarnya.
Ia pun meminta agar semua pihak sama-sama belajar untuk tidak langsung menyebar berita maupun informasi yang sumbernya tidak kredibel.
Baca juga:&amp;nbsp;Keterisian Rumah Sakit Meningkat 14,2%, Satgas Covid-19: Ini Alarm untuk Kita Semua
&amp;ldquo;Kesalahan kita dalam menyebarkan informasi yang belum dapat diverifikasi sama saja dengan menyebar berita bohong atau hoax. Dan ini tentunya akan menghambat upaya pemerintah dalam menangani pandemi covid-19 di Indonesia,&amp;rdquo; pungkasnya.
Baca juga:&amp;nbsp;Klaster Covid-19 Bermunculan Usai Libur Idul Fitri, Masyarakat dan Pemda Diminta Waspada</description><content:encoded>JAKARTA - Media Sosial (medsos) dihebohkan dengan informasi soal vaksin Covid-19 yang disebutkan mengandung magnet. Dalam video itu menunjukkan bahwa logam menempel pada kulit orang yang sudah divaksin.
Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito membantah hal tersebut. &amp;ldquo;Perlu diketahui bahwa vaksin tidak mengandung magnet,&amp;rdquo; katanya dalam konferensi persnya, Jumat (28/5/2021).
Dia mengatakan bahwa bisa saja koin menempel karena keringat atau hal lain. &amp;ldquo;Koin bisa saja menempel di kulit karena adanya keringat yang diproduksi secara alami oleh kulit manusia dan gaya gesek lainnya sehingga menimbulkan daya magnet,&amp;rdquo; ujarnya.
Ia pun meminta agar semua pihak sama-sama belajar untuk tidak langsung menyebar berita maupun informasi yang sumbernya tidak kredibel.
Baca juga:&amp;nbsp;Keterisian Rumah Sakit Meningkat 14,2%, Satgas Covid-19: Ini Alarm untuk Kita Semua
&amp;ldquo;Kesalahan kita dalam menyebarkan informasi yang belum dapat diverifikasi sama saja dengan menyebar berita bohong atau hoax. Dan ini tentunya akan menghambat upaya pemerintah dalam menangani pandemi covid-19 di Indonesia,&amp;rdquo; pungkasnya.
Baca juga:&amp;nbsp;Klaster Covid-19 Bermunculan Usai Libur Idul Fitri, Masyarakat dan Pemda Diminta Waspada</content:encoded></item></channel></rss>
