<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Terungkap, PAN Nyaris Bergabung ke Koalisi Jokowi-Mar'uf tapi Digagalkan Amien Rais</title><description>Sebagai Sekjen, kala itu Eddy sudah berkomunikasi dengan Sekjen PDIP Hasto Kritiyanto untuk memberikan kabar bahwa PAN akan bergabung</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/05/29/337/2417199/terungkap-pan-nyaris-bergabung-ke-koalisi-jokowi-mar-uf-tapi-digagalkan-amien-rais</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/05/29/337/2417199/terungkap-pan-nyaris-bergabung-ke-koalisi-jokowi-mar-uf-tapi-digagalkan-amien-rais"/><item><title>Terungkap, PAN Nyaris Bergabung ke Koalisi Jokowi-Mar'uf tapi Digagalkan Amien Rais</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/05/29/337/2417199/terungkap-pan-nyaris-bergabung-ke-koalisi-jokowi-mar-uf-tapi-digagalkan-amien-rais</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/05/29/337/2417199/terungkap-pan-nyaris-bergabung-ke-koalisi-jokowi-mar-uf-tapi-digagalkan-amien-rais</guid><pubDate>Sabtu 29 Mei 2021 13:48 WIB</pubDate><dc:creator>Felldy Utama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/05/29/337/2417199/terungkap-pan-nyaris-bergabung-ke-koalisi-jokowi-mar-uf-tapi-digagalkan-amien-rais-JAy1PT2ofT.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Dokumentasi Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/05/29/337/2417199/terungkap-pan-nyaris-bergabung-ke-koalisi-jokowi-mar-uf-tapi-digagalkan-amien-rais-JAy1PT2ofT.jpg</image><title>Ilustrasi (Dokumentasi Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Partai Amanat Nasional (PAN) Eddy Soeparno akhirnya membeberkan bahwa partainya pernah diminta membatalkan keputusannya (diveto) ketika ingin bergabung dengan koalisi Jokowi-Ma'ruf Amin pada pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 lalu.

&quot;Kejadiannya hari itu dua hari sebelum PAN mengumumkan pencapresan Prabowo-Sandi sebelum Pilpres,&quot; kata Eddy dalam sebuah diskusi yang digelar secara daring, Jumat (28/5/2021).

Sebagai Sekjen, kala itu Eddy sudah berkomunikasi dengan Sekjen PDI-Perjuangan Hasto Kritiyanto untuk memberikan kabar bahwa PAN akan bergabung dengan koalisinya, yakni mengusung pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin. Akan tetapi, keputusan itu akhirnya pupus setelah mendapat arahan lain dari tokoh sentral PAN saat itu, yakni Amien Rais.

&quot;Tetapi karena waktu itu kita diveto kemudian kita gabung dengan Prabowo-Sandi. waktu itu memang, meskipun ketua umumnya Zulkifli Hasan tapi tentu kita mendengarkan tokoh sentral kita, tokoh senior kita pada saat itu apa pandangan beliau dan kita betul-betul memang pandangannya berbeda,&quot; ujar dia.

Eddy menceritakan, dalam momen itu dia pun menyampaikan alasan keinginan PAN yang akan bergabung dengan koalisi Jokowi-Ma'ruf Amin. Menurutnya, partai berlambang matahari ini tak memiliki DNA untuk menjadi partai oposisi.

&quot;Dan saya terus terang dihujat banyak di kalangan internal kita kok sekjen sangat berani mengatakan PAN tidak punya DNA oposisi. Memang demikian adanya menurut saya,&quot; ujar dia.
</description><content:encoded>JAKARTA - Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Partai Amanat Nasional (PAN) Eddy Soeparno akhirnya membeberkan bahwa partainya pernah diminta membatalkan keputusannya (diveto) ketika ingin bergabung dengan koalisi Jokowi-Ma'ruf Amin pada pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 lalu.

&quot;Kejadiannya hari itu dua hari sebelum PAN mengumumkan pencapresan Prabowo-Sandi sebelum Pilpres,&quot; kata Eddy dalam sebuah diskusi yang digelar secara daring, Jumat (28/5/2021).

Sebagai Sekjen, kala itu Eddy sudah berkomunikasi dengan Sekjen PDI-Perjuangan Hasto Kritiyanto untuk memberikan kabar bahwa PAN akan bergabung dengan koalisinya, yakni mengusung pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin. Akan tetapi, keputusan itu akhirnya pupus setelah mendapat arahan lain dari tokoh sentral PAN saat itu, yakni Amien Rais.

&quot;Tetapi karena waktu itu kita diveto kemudian kita gabung dengan Prabowo-Sandi. waktu itu memang, meskipun ketua umumnya Zulkifli Hasan tapi tentu kita mendengarkan tokoh sentral kita, tokoh senior kita pada saat itu apa pandangan beliau dan kita betul-betul memang pandangannya berbeda,&quot; ujar dia.

Eddy menceritakan, dalam momen itu dia pun menyampaikan alasan keinginan PAN yang akan bergabung dengan koalisi Jokowi-Ma'ruf Amin. Menurutnya, partai berlambang matahari ini tak memiliki DNA untuk menjadi partai oposisi.

&quot;Dan saya terus terang dihujat banyak di kalangan internal kita kok sekjen sangat berani mengatakan PAN tidak punya DNA oposisi. Memang demikian adanya menurut saya,&quot; ujar dia.
</content:encoded></item></channel></rss>
