<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>  Kisah Bung Karno dari Terseret Mobil sampai &quot;Duren Kontra Revolusi&quot;   </title><description>GUNTUR Sukarno Putra, menulis tentang kisah-kisah ringan dan humanis dari Bung Karno yang dituangkan di buku, &amp;ldquo;Bung Karno : Bapakku, Kawanku, Guruku &quot;.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/05/31/337/2417732/kisah-bung-karno-dari-terseret-mobil-sampai-duren-kontra-revolusi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/05/31/337/2417732/kisah-bung-karno-dari-terseret-mobil-sampai-duren-kontra-revolusi"/><item><title>  Kisah Bung Karno dari Terseret Mobil sampai &quot;Duren Kontra Revolusi&quot;   </title><link>https://news.okezone.com/read/2021/05/31/337/2417732/kisah-bung-karno-dari-terseret-mobil-sampai-duren-kontra-revolusi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/05/31/337/2417732/kisah-bung-karno-dari-terseret-mobil-sampai-duren-kontra-revolusi</guid><pubDate>Senin 31 Mei 2021 07:57 WIB</pubDate><dc:creator>Doddy Handoko </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/05/31/337/2417732/kisah-bung-karno-dari-terseret-mobil-sampai-duren-kontra-revolusi-Edp2qdXBJe.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bung Karno saat berpidato.(Foto:Dok Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/05/31/337/2417732/kisah-bung-karno-dari-terseret-mobil-sampai-duren-kontra-revolusi-Edp2qdXBJe.jpg</image><title>Bung Karno saat berpidato.(Foto:Dok Okezone)</title></images><description>GUNTUR Sukarno Putra, menulis tentang kisah-kisah ringan dan humanis dari Bung Karno yang dituangkan di buku, &amp;ldquo;Bung Karno : Bapakku, Kawanku, Guruku &quot;. Berikut kisahnya.
Meja makan merupakan arena paling akrab untuk keluarga besar Soekarno. Seusai makan, keluarga presiden ini biasanya melahap bebuahan segar dan manis, terutama di musim rambutan dan durian.
Untuk buah berduri ini, Guntur mengisahkan betapa bapaknya pernah mengajarkan teori memilih durian.
+ .Jadi Bapak ulangi! Satu! ... periksa tangkainya. Dua! ... lihat duri-durinya. Tiga! ... cium baunya dari sebelah pantat. Kalau ketiga-tiganya baik itu tandanya durennya jempolan! Nanti kau bisa buktikan setelah duren-durennya ini Bapak pilih terlebih dahuiu ...
-Yaaa Pak! Kok durennya bosooookk! Duiiillaaahhl Gimana sih Bapak milihnya?
+ Ndak tahulah! Sekali ini Bapak meleset pilih duren! Uh ... ini duren mungkin jenis baru ... Emangnga jenis apa Pak?
+ .Jenis duren ... kontra revolusi!Berikutnya, BK mempunyai kebiasaan &quot;aneh&quot;. Beliau selalu  memukul-mukul kap atas pintu mobilnya yang akan dinaiki. Bukan  kenapa-kenapa.
Sebab, kepala BK pernah terbentur pinggiran atas pintu mobilnya.  Mulai saat itu pula pengawal selalu diminta BK untuk mengingatkan dengan  kata-kata, &quot;Awas pintu, Pak.&quot;
Mendengar kata-kata itu, BK selalu menjawab, &quot;Yooooo,&quot; sambil memukul  kap atas pintu mobilnya terus masuk dan duduk di dalam mobil.
Insiden kecil juga pernah terjadi ketika BK menjemput tamu agung dari  luar negeri di lapangan terbang Kemayoran Jakarta, dengan mobil sedan  terbuka.
Waktu pintu mobil ditutup dengan keras oleh Sugandhi, jari tangan BK  terjepit pintu mobil hingga luka berdarah. Tentu saja sakit sekali. Akan  tetapi, untuk menjaga agar jangan sampai tamunya ikut gelisah, BK tetap  tertawa dan melambaikan tangannya kepada rakyat yang ikut menjemput  tamu itu.
Pernah juga Bung Karno terseret pintu mobil di serambi Istana  Merdeka. Mobil baru berhenti setelah polisi pengawal BK berteriak keras,  &quot;Stop, stop!&quot;, gara-gara mobil buru-buru dimajukan sopirnya.
Sejak kejadian itu, sopir BK selalu harus turun dari mobil ketika BK  akan turun dari mobil, dan baru naik ke mobil setelah BK sudah naik.</description><content:encoded>GUNTUR Sukarno Putra, menulis tentang kisah-kisah ringan dan humanis dari Bung Karno yang dituangkan di buku, &amp;ldquo;Bung Karno : Bapakku, Kawanku, Guruku &quot;. Berikut kisahnya.
Meja makan merupakan arena paling akrab untuk keluarga besar Soekarno. Seusai makan, keluarga presiden ini biasanya melahap bebuahan segar dan manis, terutama di musim rambutan dan durian.
Untuk buah berduri ini, Guntur mengisahkan betapa bapaknya pernah mengajarkan teori memilih durian.
+ .Jadi Bapak ulangi! Satu! ... periksa tangkainya. Dua! ... lihat duri-durinya. Tiga! ... cium baunya dari sebelah pantat. Kalau ketiga-tiganya baik itu tandanya durennya jempolan! Nanti kau bisa buktikan setelah duren-durennya ini Bapak pilih terlebih dahuiu ...
-Yaaa Pak! Kok durennya bosooookk! Duiiillaaahhl Gimana sih Bapak milihnya?
+ Ndak tahulah! Sekali ini Bapak meleset pilih duren! Uh ... ini duren mungkin jenis baru ... Emangnga jenis apa Pak?
+ .Jenis duren ... kontra revolusi!Berikutnya, BK mempunyai kebiasaan &quot;aneh&quot;. Beliau selalu  memukul-mukul kap atas pintu mobilnya yang akan dinaiki. Bukan  kenapa-kenapa.
Sebab, kepala BK pernah terbentur pinggiran atas pintu mobilnya.  Mulai saat itu pula pengawal selalu diminta BK untuk mengingatkan dengan  kata-kata, &quot;Awas pintu, Pak.&quot;
Mendengar kata-kata itu, BK selalu menjawab, &quot;Yooooo,&quot; sambil memukul  kap atas pintu mobilnya terus masuk dan duduk di dalam mobil.
Insiden kecil juga pernah terjadi ketika BK menjemput tamu agung dari  luar negeri di lapangan terbang Kemayoran Jakarta, dengan mobil sedan  terbuka.
Waktu pintu mobil ditutup dengan keras oleh Sugandhi, jari tangan BK  terjepit pintu mobil hingga luka berdarah. Tentu saja sakit sekali. Akan  tetapi, untuk menjaga agar jangan sampai tamunya ikut gelisah, BK tetap  tertawa dan melambaikan tangannya kepada rakyat yang ikut menjemput  tamu itu.
Pernah juga Bung Karno terseret pintu mobil di serambi Istana  Merdeka. Mobil baru berhenti setelah polisi pengawal BK berteriak keras,  &quot;Stop, stop!&quot;, gara-gara mobil buru-buru dimajukan sopirnya.
Sejak kejadian itu, sopir BK selalu harus turun dari mobil ketika BK  akan turun dari mobil, dan baru naik ke mobil setelah BK sudah naik.</content:encoded></item></channel></rss>
