<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>China Tuduh AS &quot;Politisasi&quot; Asal Muasal Virus Corona</title><description>Beijing mengatakan upaya pelacakan yang asal usul virus corona itu menghambat upaya memerangi wabah.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/06/01/18/2418507/china-tuduh-as-politisasi-asal-muasal-virus-corona</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/06/01/18/2418507/china-tuduh-as-politisasi-asal-muasal-virus-corona"/><item><title>China Tuduh AS &quot;Politisasi&quot; Asal Muasal Virus Corona</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/06/01/18/2418507/china-tuduh-as-politisasi-asal-muasal-virus-corona</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/06/01/18/2418507/china-tuduh-as-politisasi-asal-muasal-virus-corona</guid><pubDate>Selasa 01 Juni 2021 15:30 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi VOA</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/06/01/18/2418507/china-tuduh-as-politisasi-asal-muasal-virus-corona-X7OC6XJjlC.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Reuters.</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/06/01/18/2418507/china-tuduh-as-politisasi-asal-muasal-virus-corona-X7OC6XJjlC.jpg</image><title>Foto: Reuters.</title></images><description>BEIJING &amp;ndash; China, pada Senin (31/5/2021) mengecam Amerika Serikat (AS) karena &amp;ldquo;mempolitisasi&amp;rdquo; pelacakan asal virus corona, dengan mengatakan itu telah menghalangi upaya internasional untuk &amp;ldquo;memerangi wabah dan menyelamatkan nyawa.&amp;rdquo;
Pernyataan ini disampaikan setelah Amerika dan Inggris meningkatkan seruan kepada Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk mengkaji secara lebih mendalam kemungkinan asal muasal Covid-19, termasuk melakukan kunjungan lagi ke China, ke tempat perebakan pertama pada manusia terdeteksi.
BACA JUGA: Cegah Stigmatisasi Terhadap Negara, WHO Gunakan Sistem Penamaan Baru untuk Varian Covid-19
Dorongan baru ini datang setelah Presiden Amerika Joe Biden menginstruksikan badan-badan intelijen Amerika untuk &amp;ldquo;melipatgandakan&amp;rdquo; upaya menemukan informasi tentang bagaimana pandemi ini berawal.
Beijing menganggap perintah itu sebagai manipulasi politik. &amp;ldquo;Kami menilai pekerjaan pelacakan virus harus bergantung pada ilmuwan, dibanding pada personil intelijen,&amp;rdquo; ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri China Wang Wenbin dalam konperensi pers harian.
Wang mendesak Amerika dan sekutu-sekutunya untuk &amp;ldquo;tidak menyabotase&amp;rdquo; kerja sama penelusuran asal muasal Covid-19 &amp;ldquo;untuk tujuan politik tersembunyi.&amp;rdquo;
BACA JUGA: Bantu Penanggulangan Covid-19, Menteri dan Wakil Menteri Malaysia Sumbangkan 3 Bulan Gajinya
Dalam laporan pertama Maret lalu, sejumlah pakar WHO dan China mengatakan skenario yang paling mungkin tentang pandemi ini adalah penularan dari kelelawar ke manusia, lewat hewan perantara; dan &amp;ldquo;hampir tidak mungkin&amp;rdquo; jika virus corona merupakan kecelakaan laboratorium.
Ditanya tentang laporan Jumat lalu (28/5/2021) bahwa pemerintah Amerika memblokir impor makanan laut dari sebuah perusahaan China yang menurut pihak berwenang mempekerjakan paksa sejumlah orang dalam kondisi seperti perbudakan, Wang mengatakan &amp;ldquo;tuduhan itu jelas rekayasa total.&amp;rdquo;

Badan Perlindungan Perbatasan dan Bea Cukai Amerika CPB mengatakan  akan segera menangguhkan impor apapun yang terkait dengan lebih dari 30  kapal yang dioperasikan oleh Dalian Ocean Fishing, berdasarkan UU yang  melarang barang-barang yang diduga diproduksi dengan kerja paksa.
&amp;ldquo;Dalian Ocean Fishing tidak pernah menjual produk apapun ke Amerika,  jadi sebenarnya tidak ada yang bisa disita Amerika,&amp;rdquo; bantah Wang.
Secara terpisah Wang mendesak Australia dan Selandia Baru untuk  berhenti mencampuri urusan dalam negeri China &amp;ldquo;dengan kedok hak asasi  manusia.&amp;rdquo;
Dalam pertemuan tatap muka pertama &amp;ndash; sejak merebaknya virus corona &amp;ndash;  Perdana Menteri Australia Scott Morison dan Perdana Menteri Selandia  Baru Jacinda Ardern menyampaikan keprihatinan mendalam tentang kondisi  hak asasi manusia di Xinjiang, di barat laut China; dan menuntut China  mengizinkan kunjungan &amp;ldquo;bermakna&amp;rdquo; oleh PBB dan pihak-pihak lain ke  wilayah itu.
&amp;ldquo;Kami sekali lagi mendesak pihak terkait untuk berhenti membuat  pernyataan yang tidak bertanggungjawab dan melakukan lebih banyak hal  yang kondusif bagi perkembangan hubungan bilateral dan perdamaian, serta  stabilitas di kawasan,&amp;rdquo; tegas Wang.</description><content:encoded>BEIJING &amp;ndash; China, pada Senin (31/5/2021) mengecam Amerika Serikat (AS) karena &amp;ldquo;mempolitisasi&amp;rdquo; pelacakan asal virus corona, dengan mengatakan itu telah menghalangi upaya internasional untuk &amp;ldquo;memerangi wabah dan menyelamatkan nyawa.&amp;rdquo;
Pernyataan ini disampaikan setelah Amerika dan Inggris meningkatkan seruan kepada Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk mengkaji secara lebih mendalam kemungkinan asal muasal Covid-19, termasuk melakukan kunjungan lagi ke China, ke tempat perebakan pertama pada manusia terdeteksi.
BACA JUGA: Cegah Stigmatisasi Terhadap Negara, WHO Gunakan Sistem Penamaan Baru untuk Varian Covid-19
Dorongan baru ini datang setelah Presiden Amerika Joe Biden menginstruksikan badan-badan intelijen Amerika untuk &amp;ldquo;melipatgandakan&amp;rdquo; upaya menemukan informasi tentang bagaimana pandemi ini berawal.
Beijing menganggap perintah itu sebagai manipulasi politik. &amp;ldquo;Kami menilai pekerjaan pelacakan virus harus bergantung pada ilmuwan, dibanding pada personil intelijen,&amp;rdquo; ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri China Wang Wenbin dalam konperensi pers harian.
Wang mendesak Amerika dan sekutu-sekutunya untuk &amp;ldquo;tidak menyabotase&amp;rdquo; kerja sama penelusuran asal muasal Covid-19 &amp;ldquo;untuk tujuan politik tersembunyi.&amp;rdquo;
BACA JUGA: Bantu Penanggulangan Covid-19, Menteri dan Wakil Menteri Malaysia Sumbangkan 3 Bulan Gajinya
Dalam laporan pertama Maret lalu, sejumlah pakar WHO dan China mengatakan skenario yang paling mungkin tentang pandemi ini adalah penularan dari kelelawar ke manusia, lewat hewan perantara; dan &amp;ldquo;hampir tidak mungkin&amp;rdquo; jika virus corona merupakan kecelakaan laboratorium.
Ditanya tentang laporan Jumat lalu (28/5/2021) bahwa pemerintah Amerika memblokir impor makanan laut dari sebuah perusahaan China yang menurut pihak berwenang mempekerjakan paksa sejumlah orang dalam kondisi seperti perbudakan, Wang mengatakan &amp;ldquo;tuduhan itu jelas rekayasa total.&amp;rdquo;

Badan Perlindungan Perbatasan dan Bea Cukai Amerika CPB mengatakan  akan segera menangguhkan impor apapun yang terkait dengan lebih dari 30  kapal yang dioperasikan oleh Dalian Ocean Fishing, berdasarkan UU yang  melarang barang-barang yang diduga diproduksi dengan kerja paksa.
&amp;ldquo;Dalian Ocean Fishing tidak pernah menjual produk apapun ke Amerika,  jadi sebenarnya tidak ada yang bisa disita Amerika,&amp;rdquo; bantah Wang.
Secara terpisah Wang mendesak Australia dan Selandia Baru untuk  berhenti mencampuri urusan dalam negeri China &amp;ldquo;dengan kedok hak asasi  manusia.&amp;rdquo;
Dalam pertemuan tatap muka pertama &amp;ndash; sejak merebaknya virus corona &amp;ndash;  Perdana Menteri Australia Scott Morison dan Perdana Menteri Selandia  Baru Jacinda Ardern menyampaikan keprihatinan mendalam tentang kondisi  hak asasi manusia di Xinjiang, di barat laut China; dan menuntut China  mengizinkan kunjungan &amp;ldquo;bermakna&amp;rdquo; oleh PBB dan pihak-pihak lain ke  wilayah itu.
&amp;ldquo;Kami sekali lagi mendesak pihak terkait untuk berhenti membuat  pernyataan yang tidak bertanggungjawab dan melakukan lebih banyak hal  yang kondusif bagi perkembangan hubungan bilateral dan perdamaian, serta  stabilitas di kawasan,&amp;rdquo; tegas Wang.</content:encoded></item></channel></rss>
