<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menelusuri Sejarah Lahirnya Pancasila</title><description>Pada hari ini, 1 Juni diperingati sebagai Hari Lahir Pancasila.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/06/01/337/2418119/menelusuri-sejarah-lahirnya-pancasila</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/06/01/337/2418119/menelusuri-sejarah-lahirnya-pancasila"/><item><title>Menelusuri Sejarah Lahirnya Pancasila</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/06/01/337/2418119/menelusuri-sejarah-lahirnya-pancasila</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/06/01/337/2418119/menelusuri-sejarah-lahirnya-pancasila</guid><pubDate>Selasa 01 Juni 2021 07:01 WIB</pubDate><dc:creator>Tim Okezone</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/05/31/337/2418119/menelusuri-sejarah-lahirnya-pancasila-IHdU1wyc3Q.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/05/31/337/2418119/menelusuri-sejarah-lahirnya-pancasila-IHdU1wyc3Q.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Ist)</title></images><description>JAKARTA - Pada hari ini, 1 Juni diperingati sebagai Hari Lahir Pancasila.&amp;nbsp;Kelahiran Pancasila ditandai oleh pidato Presiden Soekarno pada 1 Juni 1945.
Saat itu, Bung Karno berpidato dalam sidang Dokuritsu Junbi Cosakai (Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan). Pidatonya itu merupakan konsep awal Pancasila menjadi dasar negara Indonesia.
Baca Juga:&amp;nbsp;Jelang Libur Hari Lahir Pancasila, Lalin Jalur Puncak Padat di Beberapa Titik
Dikutip dari situs BPIP.go.id, sejarah Pancasila berawal dari kekalahan Jepang pada perang pasifik, mereka kemudian berusaha mendapatkan hati masyarakat dengan menjanjikan kemerdekaan kepada Indonesia dan membentuk sebuah Lembaga yang tugasnya untuk mempersiapkan hal tersebut.
Lembaga ini dinamai Dokuritsu Junbi Cosakai. Pada sidang pertamanya di tanggal 29 Mei 1945 yang diadakan di Gedung Chuo Sangi In (sekarang Gedung Pancasila), para anggota membahas mengenai tema dasar negara.
Sidang berjalan sekitar hampir 5 hari, kemudian pada 1 Juni 1945, Soekarno menyampaikan ide serta gagasannya terkait dasar negara Indonesia, yang dinamai &amp;ldquo;Pancasila&amp;rdquo;. Panca artinya lima, sedangkan sila artinya prinsip atau asas.
Pada saat itu, Bung Karno menyebutkan lima dasar untuk negara Indonesia, yakni Sila pertama &amp;ldquo;Kebangsaan&amp;rdquo;, sila kedua &amp;ldquo;Internasionalisme atau Perikemanusiaan&amp;rdquo;, sila ketiga &amp;ldquo;Demokrasi&amp;rdquo;, sila keempat &amp;ldquo;Keadilan sosial&amp;rdquo;, dan sila kelima &amp;ldquo;Ketuhanan yang Maha Esa&amp;rdquo;.
Untuk menyempurnakan rumusan Pancasila dan membuat Undang-Undang Dasar yang berlandaskan kelima asas tersebut, maka Dokuritsu Junbi Cosakai membentuk sebuah panitia yang disebut sebagai panitia Sembilan. Berisi Soekarno, Mohammad Hatta, Abikoesno Tjokroseojoso, Agus Salim, Wahid Hasjim, Mohammad Yamin, Abdul Kahar Muzakir, Mr. AA Maramis, dan Achmad Soebardjo.
Baca Juga:&amp;nbsp;Hari Lahir Pancasila, Jalan Cerita Pancasila Menjadi Ideologi Negara Indonesia
Usai melalui beberapa proses persidangan, Pancasila akhirnya dapat disahkan pada Sidang PPKI tanggal 18 Agustus 1945. Pada sidang tersebut, disetujui bahwa Pancasila dicantumkan dalam Mukadimah Undang-Undang Dasar 1945 sebagai dasar negara Indonesia yang sah.</description><content:encoded>JAKARTA - Pada hari ini, 1 Juni diperingati sebagai Hari Lahir Pancasila.&amp;nbsp;Kelahiran Pancasila ditandai oleh pidato Presiden Soekarno pada 1 Juni 1945.
Saat itu, Bung Karno berpidato dalam sidang Dokuritsu Junbi Cosakai (Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan). Pidatonya itu merupakan konsep awal Pancasila menjadi dasar negara Indonesia.
Baca Juga:&amp;nbsp;Jelang Libur Hari Lahir Pancasila, Lalin Jalur Puncak Padat di Beberapa Titik
Dikutip dari situs BPIP.go.id, sejarah Pancasila berawal dari kekalahan Jepang pada perang pasifik, mereka kemudian berusaha mendapatkan hati masyarakat dengan menjanjikan kemerdekaan kepada Indonesia dan membentuk sebuah Lembaga yang tugasnya untuk mempersiapkan hal tersebut.
Lembaga ini dinamai Dokuritsu Junbi Cosakai. Pada sidang pertamanya di tanggal 29 Mei 1945 yang diadakan di Gedung Chuo Sangi In (sekarang Gedung Pancasila), para anggota membahas mengenai tema dasar negara.
Sidang berjalan sekitar hampir 5 hari, kemudian pada 1 Juni 1945, Soekarno menyampaikan ide serta gagasannya terkait dasar negara Indonesia, yang dinamai &amp;ldquo;Pancasila&amp;rdquo;. Panca artinya lima, sedangkan sila artinya prinsip atau asas.
Pada saat itu, Bung Karno menyebutkan lima dasar untuk negara Indonesia, yakni Sila pertama &amp;ldquo;Kebangsaan&amp;rdquo;, sila kedua &amp;ldquo;Internasionalisme atau Perikemanusiaan&amp;rdquo;, sila ketiga &amp;ldquo;Demokrasi&amp;rdquo;, sila keempat &amp;ldquo;Keadilan sosial&amp;rdquo;, dan sila kelima &amp;ldquo;Ketuhanan yang Maha Esa&amp;rdquo;.
Untuk menyempurnakan rumusan Pancasila dan membuat Undang-Undang Dasar yang berlandaskan kelima asas tersebut, maka Dokuritsu Junbi Cosakai membentuk sebuah panitia yang disebut sebagai panitia Sembilan. Berisi Soekarno, Mohammad Hatta, Abikoesno Tjokroseojoso, Agus Salim, Wahid Hasjim, Mohammad Yamin, Abdul Kahar Muzakir, Mr. AA Maramis, dan Achmad Soebardjo.
Baca Juga:&amp;nbsp;Hari Lahir Pancasila, Jalan Cerita Pancasila Menjadi Ideologi Negara Indonesia
Usai melalui beberapa proses persidangan, Pancasila akhirnya dapat disahkan pada Sidang PPKI tanggal 18 Agustus 1945. Pada sidang tersebut, disetujui bahwa Pancasila dicantumkan dalam Mukadimah Undang-Undang Dasar 1945 sebagai dasar negara Indonesia yang sah.</content:encoded></item></channel></rss>
