<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Presiden Jokowi Ungkap Tantangan Pancasila: Waspadai Rivalitas!</title><description>Presiden Jokowi mengingatkan momentum ini harus dimanfaatkan untuk mengokohkan nilai-nilai Pancasila.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/06/01/337/2418329/presiden-jokowi-ungkap-tantangan-pancasila-waspadai-rivalitas</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/06/01/337/2418329/presiden-jokowi-ungkap-tantangan-pancasila-waspadai-rivalitas"/><item><title>Presiden Jokowi Ungkap Tantangan Pancasila: Waspadai Rivalitas!</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/06/01/337/2418329/presiden-jokowi-ungkap-tantangan-pancasila-waspadai-rivalitas</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/06/01/337/2418329/presiden-jokowi-ungkap-tantangan-pancasila-waspadai-rivalitas</guid><pubDate>Selasa 01 Juni 2021 08:42 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/06/01/337/2418329/presiden-jokowi-ungkap-tantangan-pancasila-waspadai-rivalitas-zg051GbiQ1.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Jokowi. (Foto: Ant)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/06/01/337/2418329/presiden-jokowi-ungkap-tantangan-pancasila-waspadai-rivalitas-zg051GbiQ1.jpg</image><title>Presiden Jokowi. (Foto: Ant)</title></images><description>JAKARTA - Dalam peringatan Hari Lahir Pancasila, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan momentum ini harus dimanfaatkan untuk mengokohkan nilai-nilai Pancasila dalam bermasyarakat, dalam berbangsa, dan dalam bernegara.

Hal itu disampaikan Jokowi saat menyampaikan amanat dalam Peringatan Hari Kelahiran Pancasila dari Istana Kepresidenan Bogor, Provinsi Jawa Barat, Selasa (1/6/2021).

&amp;ldquo;Peringatan hari lahir Pancasila di setiap tanggal 1 Juni, harus benar-benar kita manfaatkan untuk mengokohkan nilai-nilai Pancasila dalam bermasyarakat, dalam berbangsa, dan dalam bernegara,&amp;rdquo; tegasnya.

Baca juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;Hari Lahir Pancasila, Jalan Cerita Pancasila Menjadi Ideologi Negara Indonesia

Baca juga:&amp;nbsp;Hari Lahir Pancasila: Peran Penting Soekarno dalam Perumusan Pancasila

Palaupun Pancasila telah menyatu dalam kehidupan kita sepanjang Republik Indonesia ini berdiri, Presiden menegaskan, tantangan yang dihadapi Pancasila tidaklah semakin ringan. &amp;ldquo;Globalisasi dan interaksi antar belahan dunia tidak serta merta meningkatkan kesamaan pandangan dan kebersamaan,&amp;rdquo; katanya.

&amp;ldquo;Yang harus kita waspadai adalah meningkatnya rivalitas dan kompetisi, termasuk rivalitas antar pandangan, rivalitas antara nilai-nilai, dan rivalitas antar ideologi. Ideologi transnasional cenderung semakin meningkat, memasuki berbagai lini kehidupan masyarakat dengan berbagai cara dan berbagai strategi,&amp;rdquo;  paparnya.

Dalam momentum Hari Lahir Pancasila, Presiden juga mengingatkan&amp;nbsp; perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi juga mempengaruhi lanskap kontestasi ideologi. &amp;ldquo;Revolusi industri 4.0 telah menyediakan berbagai kemudahan dalam berdialog dalam interaksi dan berorganisasi dalam skala besar lintas negara,&amp;rdquo; katanya.

&amp;ldquo;Ketika konektivitas 5G melanda dunia maka interaksi antar dunia juga akan semakin cepat. Kemudahan ini bisa digunakan oleh ideolog-ideolog transnasional radikal untuk merambah ke seluruh pelosok Indonesia, ke seluruh kalangan, dan ke seluruh usia tidak mengenal lokasi dan waktu,&amp;rdquo; ungkap Jokowi.

Jokowi mengatakan kecepatan ekspansi ideologi transnasional radikal bisa melampaui standar normal ketika memanfaatkan disrupsi teknologi ini.


</description><content:encoded>JAKARTA - Dalam peringatan Hari Lahir Pancasila, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan momentum ini harus dimanfaatkan untuk mengokohkan nilai-nilai Pancasila dalam bermasyarakat, dalam berbangsa, dan dalam bernegara.

Hal itu disampaikan Jokowi saat menyampaikan amanat dalam Peringatan Hari Kelahiran Pancasila dari Istana Kepresidenan Bogor, Provinsi Jawa Barat, Selasa (1/6/2021).

&amp;ldquo;Peringatan hari lahir Pancasila di setiap tanggal 1 Juni, harus benar-benar kita manfaatkan untuk mengokohkan nilai-nilai Pancasila dalam bermasyarakat, dalam berbangsa, dan dalam bernegara,&amp;rdquo; tegasnya.

Baca juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;Hari Lahir Pancasila, Jalan Cerita Pancasila Menjadi Ideologi Negara Indonesia

Baca juga:&amp;nbsp;Hari Lahir Pancasila: Peran Penting Soekarno dalam Perumusan Pancasila

Palaupun Pancasila telah menyatu dalam kehidupan kita sepanjang Republik Indonesia ini berdiri, Presiden menegaskan, tantangan yang dihadapi Pancasila tidaklah semakin ringan. &amp;ldquo;Globalisasi dan interaksi antar belahan dunia tidak serta merta meningkatkan kesamaan pandangan dan kebersamaan,&amp;rdquo; katanya.

&amp;ldquo;Yang harus kita waspadai adalah meningkatnya rivalitas dan kompetisi, termasuk rivalitas antar pandangan, rivalitas antara nilai-nilai, dan rivalitas antar ideologi. Ideologi transnasional cenderung semakin meningkat, memasuki berbagai lini kehidupan masyarakat dengan berbagai cara dan berbagai strategi,&amp;rdquo;  paparnya.

Dalam momentum Hari Lahir Pancasila, Presiden juga mengingatkan&amp;nbsp; perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi juga mempengaruhi lanskap kontestasi ideologi. &amp;ldquo;Revolusi industri 4.0 telah menyediakan berbagai kemudahan dalam berdialog dalam interaksi dan berorganisasi dalam skala besar lintas negara,&amp;rdquo; katanya.

&amp;ldquo;Ketika konektivitas 5G melanda dunia maka interaksi antar dunia juga akan semakin cepat. Kemudahan ini bisa digunakan oleh ideolog-ideolog transnasional radikal untuk merambah ke seluruh pelosok Indonesia, ke seluruh kalangan, dan ke seluruh usia tidak mengenal lokasi dan waktu,&amp;rdquo; ungkap Jokowi.

Jokowi mengatakan kecepatan ekspansi ideologi transnasional radikal bisa melampaui standar normal ketika memanfaatkan disrupsi teknologi ini.


</content:encoded></item></channel></rss>
