<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> Imbas Libur dan Mudik, Tingkat Keterisian RS Covid-19 di Jabar Alami Peningkatan   </title><description>Tingkat keterisian rumah sakit di Jawa Barat mengalami peningkatan yang cukup signifikan, dari 30,6% kini menjadi 38,2%.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/06/01/525/2418319/imbas-libur-dan-mudik-tingkat-keterisian-rs-covid-19-di-jabar-alami-peningkatan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/06/01/525/2418319/imbas-libur-dan-mudik-tingkat-keterisian-rs-covid-19-di-jabar-alami-peningkatan"/><item><title> Imbas Libur dan Mudik, Tingkat Keterisian RS Covid-19 di Jabar Alami Peningkatan   </title><link>https://news.okezone.com/read/2021/06/01/525/2418319/imbas-libur-dan-mudik-tingkat-keterisian-rs-covid-19-di-jabar-alami-peningkatan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/06/01/525/2418319/imbas-libur-dan-mudik-tingkat-keterisian-rs-covid-19-di-jabar-alami-peningkatan</guid><pubDate>Selasa 01 Juni 2021 08:21 WIB</pubDate><dc:creator>Tim Okezone</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/06/01/525/2418319/imbas-libur-dan-mudik-tingkat-keterisian-rs-covid-19-di-jabar-alami-peningkatan-6TLtTTibfn.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil (foto: Istimewa)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/06/01/525/2418319/imbas-libur-dan-mudik-tingkat-keterisian-rs-covid-19-di-jabar-alami-peningkatan-6TLtTTibfn.jpg</image><title>Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil (foto: Istimewa)</title></images><description>
BANDUNG - Tingkat keterisian rumah sakit di Jawa Barat mengalami peningkatan yang cukup signifikan, dari 30,6% kini menjadi 38,2%.

Hal itu dikatakan oleh Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil saat memimpin Rapat Komite Kebijakan Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Daerah Provinsi Jabar di Makodam III/Siliwangi, Kota Bandung, Senin 31 Mei 2021.

&quot;Ini adalah imbas dari libur dan mudik yang bocor. Sudah kita upayakan dan mudah-mudahan menjadi pelajaran bahwa apa yang dulu kita upayakan memang sebenarnya untuk menghindari hal-hal seperti ini,&quot; kata pria yang akrab disapa Kang Emil itu.
Baca juga;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Usai Libur Lebaran, Keterisian Tempat Tidur RS Covid-19 Meningkat di Sejumlah Provinsi
Ia pun meminta rumah sakit rujukan Covid-19 di Jabar yang tingkat keterisian sudah mencapai 70% untuk menambah kapasitas tempat tidur bagi pasien Covid-19.

&quot;Rumah Sakit yang sudah di ambang batas, seperti RS Al Ihsan kemudian RS Santosa, RS Immanuel sudah ada yang 70 persen hingga 90 persen,&quot; ucapnya.
&amp;nbsp;Baca juga:&amp;nbsp;Jelang Lebaran, Kapasitas RS Covid-19 di Jakarta Baru Terisi 30%
&quot;Tolong kalau sudah mendekati 70 persen per rumah sakit, itu segera mengalokasikan jumlah kamar-kamar rawat yang tadinya untuk pasien penyakit umum kepada pasien Covid-19,&quot; imbuhnya.

Selain itu, Kang Emil juga mengingatkan kepada Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Cianjur, Kabupaten Bogor, dan Kabupaten Garut, untuk terus menekan kasus aktif dan meningkatkan rata-rata kesembuhan pasien Covid-19.

Sebab, kasus aktif di ketiga daerah tersebut terbilang tinggi, sedangkan tingkat rata-rata kesembuhan masih rendah. Kang Emil pun meminta ketiga daerah tersebut untuk melakukan identifikasi dan antisipasi.

&quot;Kami akan beri atensi (kepada tiga daerah tersebut). Hari Rabu saya perintahkan Pak Sekda dan jajaran bersama Forkopimda untuk melakukan antisipasi,&quot; tuturnya.

Menurut Kang Emil, pihaknya intens mempercepat vaksinasi Covid-19. Untuk itu, ia mendorong tiga kabupaten/kota dengan cakupan vaksinasi yang masih rendah, yakni Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Kuningan, dan Kabupaten Indramayu, untuk mengakselerasi penyuntikan vaksin Covid-19.

&quot;Untuk lansia kita ditegur. Ini terendahnya (vaksinasi lansia) ada di Kabupaten Majalengka, Kabupaten Subang, dan Kabupaten Garut, sehingga mengakibatkan akumulasi vaksinasi lansia kita masih belum baik,&quot; katanya.

Kang Emil juga mengimbau masyarakat untuk kembali menguatkan kedisiplinan dalam menerapkan protokol kesehatan 5M. Pada pekan ini, katanya, kedisiplinan masyarakat Jabar terapkan protokol kesehatan mengalami penurunan.

&quot;Saya mengimbau ke masyarakat, terjadi penurunan kedisiplinan cukup signifikan. Rata-rata Jawa Barat itu kedisiplinan di atas 80 persen kalau turun ke 79 persen. Minggu ini turun sampai 72 persen, jadi BOR-nya naik 8 persen, kedisiplinan turun 10 persen,&quot; ucapnya.

&quot;Dengan penurunan kedisiplinan, kami mengimbau warga Jawa Barat untuk tidak menyepelekan COVID-19 yang makin ganas jangan sampai negara nanti kehilangan kendali dalam masalah ini. Kapolda dan Pangdam sudah menyiapkan penguatan-penguatan untuk meningkatkan kedisiplinan,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>
BANDUNG - Tingkat keterisian rumah sakit di Jawa Barat mengalami peningkatan yang cukup signifikan, dari 30,6% kini menjadi 38,2%.

Hal itu dikatakan oleh Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil saat memimpin Rapat Komite Kebijakan Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Daerah Provinsi Jabar di Makodam III/Siliwangi, Kota Bandung, Senin 31 Mei 2021.

&quot;Ini adalah imbas dari libur dan mudik yang bocor. Sudah kita upayakan dan mudah-mudahan menjadi pelajaran bahwa apa yang dulu kita upayakan memang sebenarnya untuk menghindari hal-hal seperti ini,&quot; kata pria yang akrab disapa Kang Emil itu.
Baca juga;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Usai Libur Lebaran, Keterisian Tempat Tidur RS Covid-19 Meningkat di Sejumlah Provinsi
Ia pun meminta rumah sakit rujukan Covid-19 di Jabar yang tingkat keterisian sudah mencapai 70% untuk menambah kapasitas tempat tidur bagi pasien Covid-19.

&quot;Rumah Sakit yang sudah di ambang batas, seperti RS Al Ihsan kemudian RS Santosa, RS Immanuel sudah ada yang 70 persen hingga 90 persen,&quot; ucapnya.
&amp;nbsp;Baca juga:&amp;nbsp;Jelang Lebaran, Kapasitas RS Covid-19 di Jakarta Baru Terisi 30%
&quot;Tolong kalau sudah mendekati 70 persen per rumah sakit, itu segera mengalokasikan jumlah kamar-kamar rawat yang tadinya untuk pasien penyakit umum kepada pasien Covid-19,&quot; imbuhnya.

Selain itu, Kang Emil juga mengingatkan kepada Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Cianjur, Kabupaten Bogor, dan Kabupaten Garut, untuk terus menekan kasus aktif dan meningkatkan rata-rata kesembuhan pasien Covid-19.

Sebab, kasus aktif di ketiga daerah tersebut terbilang tinggi, sedangkan tingkat rata-rata kesembuhan masih rendah. Kang Emil pun meminta ketiga daerah tersebut untuk melakukan identifikasi dan antisipasi.

&quot;Kami akan beri atensi (kepada tiga daerah tersebut). Hari Rabu saya perintahkan Pak Sekda dan jajaran bersama Forkopimda untuk melakukan antisipasi,&quot; tuturnya.

Menurut Kang Emil, pihaknya intens mempercepat vaksinasi Covid-19. Untuk itu, ia mendorong tiga kabupaten/kota dengan cakupan vaksinasi yang masih rendah, yakni Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Kuningan, dan Kabupaten Indramayu, untuk mengakselerasi penyuntikan vaksin Covid-19.

&quot;Untuk lansia kita ditegur. Ini terendahnya (vaksinasi lansia) ada di Kabupaten Majalengka, Kabupaten Subang, dan Kabupaten Garut, sehingga mengakibatkan akumulasi vaksinasi lansia kita masih belum baik,&quot; katanya.

Kang Emil juga mengimbau masyarakat untuk kembali menguatkan kedisiplinan dalam menerapkan protokol kesehatan 5M. Pada pekan ini, katanya, kedisiplinan masyarakat Jabar terapkan protokol kesehatan mengalami penurunan.

&quot;Saya mengimbau ke masyarakat, terjadi penurunan kedisiplinan cukup signifikan. Rata-rata Jawa Barat itu kedisiplinan di atas 80 persen kalau turun ke 79 persen. Minggu ini turun sampai 72 persen, jadi BOR-nya naik 8 persen, kedisiplinan turun 10 persen,&quot; ucapnya.

&quot;Dengan penurunan kedisiplinan, kami mengimbau warga Jawa Barat untuk tidak menyepelekan COVID-19 yang makin ganas jangan sampai negara nanti kehilangan kendali dalam masalah ini. Kapolda dan Pangdam sudah menyiapkan penguatan-penguatan untuk meningkatkan kedisiplinan,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
