<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Biden Peringati 100 Tahun Pembantaian Ras Tulsa, Kekerasan Terburuk dalam Sejarah AS</title><description>Biden peringati Pembantaian Tulsa 1921 - salah satu insiden kekerasan rasial terburuk dalam sejarah AS.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/06/02/18/2418892/biden-peringati-100-tahun-pembantaian-ras-tulsa-kekerasan-terburuk-dalam-sejarah-as</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/06/02/18/2418892/biden-peringati-100-tahun-pembantaian-ras-tulsa-kekerasan-terburuk-dalam-sejarah-as"/><item><title>Biden Peringati 100 Tahun Pembantaian Ras Tulsa, Kekerasan Terburuk dalam Sejarah AS</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/06/02/18/2418892/biden-peringati-100-tahun-pembantaian-ras-tulsa-kekerasan-terburuk-dalam-sejarah-as</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/06/02/18/2418892/biden-peringati-100-tahun-pembantaian-ras-tulsa-kekerasan-terburuk-dalam-sejarah-as</guid><pubDate>Rabu 02 Juni 2021 13:43 WIB</pubDate><dc:creator>Susi Susanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/06/02/18/2418892/biden-peringati-100-tahun-pembantaian-ras-tulsa-kekerasan-terburuk-dalam-sejarah-as-KYDES4CKXe.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden AS Joe Biden berpidato peringati 100 tahun pembantaian ras Tulsa (Foto: BBC)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/06/02/18/2418892/biden-peringati-100-tahun-pembantaian-ras-tulsa-kekerasan-terburuk-dalam-sejarah-as-KYDES4CKXe.jpg</image><title>Presiden AS Joe Biden berpidato peringati 100 tahun pembantaian ras Tulsa (Foto: BBC)</title></images><description>WASHINGTON &amp;ndash; Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden menjadi presiden pertama yang menjabat untuk memperingati Pembantaian Tulsa 1921 - salah satu insiden kekerasan rasial terburuk dalam sejarah AS.
Biden terbang ke Tulsa, Oklahoma, pada Selasa (1/6) untuk menandai peringatan 100 tahun serangan, yang merenggut sekitar 300 nyawa Afrika-Amerika.
Kekerasan selama dua hari yang dipicu oleh massa kulit putih ini sebagian besar terhapus dari sejarah selama beberapa dekade. Kekerasan ini  kembali memasuki wacana nasional di tengah protes keadilan rasial tahun lalu.
&quot;Sudah terlalu lama, sejarah apa yang terjadi di sini diceritakan dalam keheningan, diselimuti kegelapan,&amp;rdquo; terang Biden saat berbicara di Tulsa, Selasa (1/6).
&quot;Rekan-rekan Amerika saya, ini bukan kerusuhan. Ini adalah pembantaian, dan salah satu yang terburuk dalam sejarah kita. Tapi bukan satu-satunya,&amp;rdquo; lanjutnya.
Pada 31 Mei lalu, Biden mengeluarkan proklamasi untuk hari peringatan.
&quot;Kami menghormati warisan komunitas Greenwood dan Black Wall Street dengan menegaskan kembali komitmen kami untuk memajukan keadilan rasial melalui seluruh pemerintahan kami, dan bekerja untuk membasmi rasisme sistemik dari undang-undang kami, kebijakan kami, dan hati kami,&quot; terang pernyataan dari Gedung Putih.
(Baca juga: Vaksin Covid-19 Sinovac Akhirnya Disetujui WHO, Mengapa Lebih Cocok untuk Negara Berkembang?)
Presiden memulai kunjungannya pada Selasa (1/6)  dengan tur ke Hall of Survivors, sebuah pameran tentang pembantaian di Greenwood Cultural Center.
Menurut rencana, Presiden juga akan tiga orang yang selamat dari pembantaian - saat ini berusia antara 101 tahun dan 107 tahun.
Sebagai bagian dari kunjungannya ke Tulsa, Biden diharapkan untuk mempromosikan beberapa program perumahan dan usaha kecil baru yang diharapkan dapat mempersempit kesenjangan kekayaan antara orang kulit hitam dan kulit putih AS.
Pada awal kepresidenannya, Biden mengatakan keadilan rasial akan menjadi salah satu penyebab utamanya di kantor.
Pada Senin (31/5), Walikota Tulsa GT Bynum memposting permintaan maaf atas nama pemerintah kota atas kegagalannya melindungi masyarakat dan &quot;melakukan yang benar oleh para korban&quot;.
(Baca juga; Bank Dunia: Krisis Lebanon Adalah yang Terburuk di Dunia Sejak 1850-an)&quot;Meskipun tidak ada pejabat terpilih kota di Tulsa hari ini yang hidup pada tahun 1921, kami adalah pelayan dari pemerintah yang sama dan permintaan maaf atas kegagalan itu adalah milik kami untuk disampaikan,&quot; tulisnya di Facebook.

&quot;Para korban - pria, wanita, anak kecil - layak mendapatkan yang lebih baik dari kota mereka, dan saya menyesal mereka tidak menerimanya,&amp;rdquo; ujarnya.

Sementara itu, saat bersaksi di depan Kongres bulan lalu, seorang korban kerusuhan yang selamat - Viola Fletcher, 107, mengungkapkan pendapatnya.

&quot;Kami kehilangan segalanya hari itu ... Greenwood mewakili semua yang terbaik dari apa yang mungkin bagi orang kulit hitam di Amerika,&amp;rdquo; terangnya.

Seperti diketahui, pada 31 Mei 1921, sekelompok orang kulit putih Amerika meruntuhkan lingkungan Greenwood yang makmur dan didominasi orang kulit hitam di Tulsa.

Komunitas - yang dikenal dengan julukan &quot;Black Wall Street&quot; - adalah lingkungan Afrika-Amerika terkaya di negara itu sampai banyak rumah dan bisnisnya dibakar dalam kerusuhan itu.

Selain nyawa yang hilang, banyak orang kulit hitam AS yang terluka atau kehilangan tempat tinggal. Pada tahun-tahun setelah insiden itu, banyak catatan resmi hilang atau hancur, dan sekolah-sekolah tidak mengajarkan tentang pembantaian itu.

Kurang dari dua tahun setelah pembantaian Tulsa, massa kulit putih menghancurkan kota hitam Rosewood di pedesaan Florida.

</description><content:encoded>WASHINGTON &amp;ndash; Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden menjadi presiden pertama yang menjabat untuk memperingati Pembantaian Tulsa 1921 - salah satu insiden kekerasan rasial terburuk dalam sejarah AS.
Biden terbang ke Tulsa, Oklahoma, pada Selasa (1/6) untuk menandai peringatan 100 tahun serangan, yang merenggut sekitar 300 nyawa Afrika-Amerika.
Kekerasan selama dua hari yang dipicu oleh massa kulit putih ini sebagian besar terhapus dari sejarah selama beberapa dekade. Kekerasan ini  kembali memasuki wacana nasional di tengah protes keadilan rasial tahun lalu.
&quot;Sudah terlalu lama, sejarah apa yang terjadi di sini diceritakan dalam keheningan, diselimuti kegelapan,&amp;rdquo; terang Biden saat berbicara di Tulsa, Selasa (1/6).
&quot;Rekan-rekan Amerika saya, ini bukan kerusuhan. Ini adalah pembantaian, dan salah satu yang terburuk dalam sejarah kita. Tapi bukan satu-satunya,&amp;rdquo; lanjutnya.
Pada 31 Mei lalu, Biden mengeluarkan proklamasi untuk hari peringatan.
&quot;Kami menghormati warisan komunitas Greenwood dan Black Wall Street dengan menegaskan kembali komitmen kami untuk memajukan keadilan rasial melalui seluruh pemerintahan kami, dan bekerja untuk membasmi rasisme sistemik dari undang-undang kami, kebijakan kami, dan hati kami,&quot; terang pernyataan dari Gedung Putih.
(Baca juga: Vaksin Covid-19 Sinovac Akhirnya Disetujui WHO, Mengapa Lebih Cocok untuk Negara Berkembang?)
Presiden memulai kunjungannya pada Selasa (1/6)  dengan tur ke Hall of Survivors, sebuah pameran tentang pembantaian di Greenwood Cultural Center.
Menurut rencana, Presiden juga akan tiga orang yang selamat dari pembantaian - saat ini berusia antara 101 tahun dan 107 tahun.
Sebagai bagian dari kunjungannya ke Tulsa, Biden diharapkan untuk mempromosikan beberapa program perumahan dan usaha kecil baru yang diharapkan dapat mempersempit kesenjangan kekayaan antara orang kulit hitam dan kulit putih AS.
Pada awal kepresidenannya, Biden mengatakan keadilan rasial akan menjadi salah satu penyebab utamanya di kantor.
Pada Senin (31/5), Walikota Tulsa GT Bynum memposting permintaan maaf atas nama pemerintah kota atas kegagalannya melindungi masyarakat dan &quot;melakukan yang benar oleh para korban&quot;.
(Baca juga; Bank Dunia: Krisis Lebanon Adalah yang Terburuk di Dunia Sejak 1850-an)&quot;Meskipun tidak ada pejabat terpilih kota di Tulsa hari ini yang hidup pada tahun 1921, kami adalah pelayan dari pemerintah yang sama dan permintaan maaf atas kegagalan itu adalah milik kami untuk disampaikan,&quot; tulisnya di Facebook.

&quot;Para korban - pria, wanita, anak kecil - layak mendapatkan yang lebih baik dari kota mereka, dan saya menyesal mereka tidak menerimanya,&amp;rdquo; ujarnya.

Sementara itu, saat bersaksi di depan Kongres bulan lalu, seorang korban kerusuhan yang selamat - Viola Fletcher, 107, mengungkapkan pendapatnya.

&quot;Kami kehilangan segalanya hari itu ... Greenwood mewakili semua yang terbaik dari apa yang mungkin bagi orang kulit hitam di Amerika,&amp;rdquo; terangnya.

Seperti diketahui, pada 31 Mei 1921, sekelompok orang kulit putih Amerika meruntuhkan lingkungan Greenwood yang makmur dan didominasi orang kulit hitam di Tulsa.

Komunitas - yang dikenal dengan julukan &quot;Black Wall Street&quot; - adalah lingkungan Afrika-Amerika terkaya di negara itu sampai banyak rumah dan bisnisnya dibakar dalam kerusuhan itu.

Selain nyawa yang hilang, banyak orang kulit hitam AS yang terluka atau kehilangan tempat tinggal. Pada tahun-tahun setelah insiden itu, banyak catatan resmi hilang atau hancur, dan sekolah-sekolah tidak mengajarkan tentang pembantaian itu.

Kurang dari dua tahun setelah pembantaian Tulsa, massa kulit putih menghancurkan kota hitam Rosewood di pedesaan Florida.

</content:encoded></item></channel></rss>
