<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Terungkap, Pakoebuwono X dari Keraton Surakarta Ikut Bidani Lahirnya Boedi Utomo</title><description>Keraton Surakarta, ternyata mempunyai peranan memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/06/02/337/2419127/terungkap-pakoebuwono-x-dari-keraton-surakarta-ikut-bidani-lahirnya-boedi-utomo</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/06/02/337/2419127/terungkap-pakoebuwono-x-dari-keraton-surakarta-ikut-bidani-lahirnya-boedi-utomo"/><item><title>Terungkap, Pakoebuwono X dari Keraton Surakarta Ikut Bidani Lahirnya Boedi Utomo</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/06/02/337/2419127/terungkap-pakoebuwono-x-dari-keraton-surakarta-ikut-bidani-lahirnya-boedi-utomo</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/06/02/337/2419127/terungkap-pakoebuwono-x-dari-keraton-surakarta-ikut-bidani-lahirnya-boedi-utomo</guid><pubDate>Rabu 02 Juni 2021 18:55 WIB</pubDate><dc:creator>Doddy Handoko </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/06/02/337/2419127/terungkap-pakoebuwono-x-dari-keraton-surakarta-ikut-bidani-lahirnya-boedi-utomo-qKiDeqTIrG.jpg" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/06/02/337/2419127/terungkap-pakoebuwono-x-dari-keraton-surakarta-ikut-bidani-lahirnya-boedi-utomo-qKiDeqTIrG.jpg</image><title></title></images><description>JAKARTA - Keraton Surakarta,  ternyata mempunyai peranan memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Ada fakta sejarah yang membuktikan, bahwa Keraton Surakarta  sangat berperan dalam sejarah pergerakan bangsa.

&amp;ldquo;Fakta ini banyak disembunyikan, dengan tujuan agar generasi penerus  bangsa ini lupa akan akar sejarahnya, dan bahkan membencinya,&amp;rdquo; ujar  KP Norman Hadinegoro,  pemerhati budaya adiluhung bersama KGPH Puger, dari Keraton Surakarta.

Beberapa fakta itu diantaranya adalah peran Raja Surakarta, SISKS Paku Buwono (PB) X (1893-1939) ikut  membidani lahirnya organisasi pergerakan nasional Budi Utomo pada tahun 1908.

Ia  bersama KGPAA Sri Mangkunegara VII, akhirnya pada tahun 1928, memutuskan bergabung dengan Permufakatan Perhimpunan-Perhimpunan Politik Kebangsaan Indonesia (PPPKI), yang bermarkas di Prangwedanan Pura Mangkunegaran.

Dari PPPKI inilah kemudian bergulir gagasan Konggres Pemuda, yang kemudian mendeklarasikan Sumpah Pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928 di Jakarta.

Hal itu disikapi Keraton Surakarta, saat PB X meminta menantunya, yaitu Pangeran Wuryaningrat untuk keliling Nusantara,  menyatukan tanah dari wilayah yang dikunjungi untuk ditaruh di tugu pergerakan kebangsaan, yang kemudian diberi nama Tugu Lilin, di wilayah Penumping.

Dr Sutomo yang mengatakan &amp;rdquo;Van  Sala begin  de  victory&amp;rdquo; yang artinya &amp;ldquo;Dari Solo kemenangan dimulai&amp;rdquo;.

&amp;ldquo;Ini fakta yang selalu disembunyikan, dan siputar balik  dengan isu yang menyebut jika Keraton Surakarta itu anti demokrasi, feodalis, dan antek kolonial. Jadi betapa sejarah sangat diputar-balikkan, untuk kepentingan mereka yang ingin menjauhkan bangsa ini dari akar sejarahnya,&amp;rdquo; ungkap KGPH Puger ahli sejarah dokumen perpustakaan Karaton Surakarta.

Bahkan Pakoebowono  X dengan lantang memerintahkan pengibaran bendera merah putih dalam ukuran raksasa, di depan Kamandungan Keraton Surakarta, disaat pecah pertempuran dengan tentara Belanda.(dody)</description><content:encoded>JAKARTA - Keraton Surakarta,  ternyata mempunyai peranan memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Ada fakta sejarah yang membuktikan, bahwa Keraton Surakarta  sangat berperan dalam sejarah pergerakan bangsa.

&amp;ldquo;Fakta ini banyak disembunyikan, dengan tujuan agar generasi penerus  bangsa ini lupa akan akar sejarahnya, dan bahkan membencinya,&amp;rdquo; ujar  KP Norman Hadinegoro,  pemerhati budaya adiluhung bersama KGPH Puger, dari Keraton Surakarta.

Beberapa fakta itu diantaranya adalah peran Raja Surakarta, SISKS Paku Buwono (PB) X (1893-1939) ikut  membidani lahirnya organisasi pergerakan nasional Budi Utomo pada tahun 1908.

Ia  bersama KGPAA Sri Mangkunegara VII, akhirnya pada tahun 1928, memutuskan bergabung dengan Permufakatan Perhimpunan-Perhimpunan Politik Kebangsaan Indonesia (PPPKI), yang bermarkas di Prangwedanan Pura Mangkunegaran.

Dari PPPKI inilah kemudian bergulir gagasan Konggres Pemuda, yang kemudian mendeklarasikan Sumpah Pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928 di Jakarta.

Hal itu disikapi Keraton Surakarta, saat PB X meminta menantunya, yaitu Pangeran Wuryaningrat untuk keliling Nusantara,  menyatukan tanah dari wilayah yang dikunjungi untuk ditaruh di tugu pergerakan kebangsaan, yang kemudian diberi nama Tugu Lilin, di wilayah Penumping.

Dr Sutomo yang mengatakan &amp;rdquo;Van  Sala begin  de  victory&amp;rdquo; yang artinya &amp;ldquo;Dari Solo kemenangan dimulai&amp;rdquo;.

&amp;ldquo;Ini fakta yang selalu disembunyikan, dan siputar balik  dengan isu yang menyebut jika Keraton Surakarta itu anti demokrasi, feodalis, dan antek kolonial. Jadi betapa sejarah sangat diputar-balikkan, untuk kepentingan mereka yang ingin menjauhkan bangsa ini dari akar sejarahnya,&amp;rdquo; ungkap KGPH Puger ahli sejarah dokumen perpustakaan Karaton Surakarta.

Bahkan Pakoebowono  X dengan lantang memerintahkan pengibaran bendera merah putih dalam ukuran raksasa, di depan Kamandungan Keraton Surakarta, disaat pecah pertempuran dengan tentara Belanda.(dody)</content:encoded></item></channel></rss>
