<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Dianggap Biang Kerok Kerumunan dan Kemacetan di Puncak, Ratusan Lapak PKL Dibongkar</title><description>Ratusan lapak PKL di kawasan dibongkar paksa aparat Polisi Pamong Praja Kabupaten Bogor, Rabu siang</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/06/02/338/2419118/dianggap-biang-kerok-kerumunan-dan-kemacetan-di-puncak-ratusan-lapak-pkl-dibongkar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/06/02/338/2419118/dianggap-biang-kerok-kerumunan-dan-kemacetan-di-puncak-ratusan-lapak-pkl-dibongkar"/><item><title>Dianggap Biang Kerok Kerumunan dan Kemacetan di Puncak, Ratusan Lapak PKL Dibongkar</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/06/02/338/2419118/dianggap-biang-kerok-kerumunan-dan-kemacetan-di-puncak-ratusan-lapak-pkl-dibongkar</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/06/02/338/2419118/dianggap-biang-kerok-kerumunan-dan-kemacetan-di-puncak-ratusan-lapak-pkl-dibongkar</guid><pubDate>Rabu 02 Juni 2021 18:48 WIB</pubDate><dc:creator>Wildan Hidayat</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/06/02/338/2419118/dianggap-biang-kerok-kerumunan-dan-kemacetan-di-puncak-ratusan-lapak-pkl-dibongkar-n0nMrOqgZg.JPG" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/06/02/338/2419118/dianggap-biang-kerok-kerumunan-dan-kemacetan-di-puncak-ratusan-lapak-pkl-dibongkar-n0nMrOqgZg.JPG</image><title></title></images><description>BOGOR - Dianggap menjadi biang kerumunan wisatwan serta menjadi penyebab  kemacetan di jalur wisata  Puncak, ratusan lapak PKL di kawasan dibongkar paksa aparat Polisi Pamong Praja Kabupaten Bogor, Rabu siang (2/6/2021).

Tidak terima lapaknya dibongkar petugas, para PKL ini protes, hingga terjadi kericuhan antara pemilik lapak dengan petugas. Namun karena kalah jumlah, PKL dan petugas, para PKL hanya bisa pasrah dan akhirnya petugas pun melanjutkan pembongkaran lapak tersebut.

Sebanyak kurang lebih 130 lapak PKL yang berada di Perkebunan Teh Gunung Mas Cisarua, Puncak, satu persatu dibongkar paksa Satpol PP. Selain dianggap menjadi penyebab kerumunan para wisatawan,  juga dianggap menimbulkan kemacetan di kawasan Puncak.

Saat penertiban,  sempat terjadi protes dari pihak pemilik lapak, ketika petugas Satpol PP membongkar lapak dagangan serta  bangunannya oleh  petugas, namun protes tersebut tak digubris, hingga petugas terus melanjutkan pembongkaran tersebut.

&quot;Penertiban ini terpaksa dilakukan karena selain tidak berizin atau bodong, lapak ini sering menimbulkan kerumunan para wisatawan saat pandemi Covid-19,&quot; jelas Kasatpol PP Kabupaten Bogor, Agus Ridho.

Bahkan, menurut Agus di kawasan ini kendaraan wisatawan pun sering menimbulkan kemacetan parah, karena parkir, dan berhenti sembarangan,

&quot;Sehingga  langkah ini perlu dilakukan. Bahkan lapak tersebut berdiri di atas tebing yang rawan longsor, sehingga ditakutkan akan menimbulkan korban jiwa jika terjadi longsor,&quot; ungkapnya lagi.

Satpol PP, lanjut Agus, sebenarnya sudah memberikan surat peringatan kepada para pemilik lapak tersebut, namun sampai tiga kali surat peringatan diberikan, para pemilik bangunan dan lapak PKL malah semakin membandel.


</description><content:encoded>BOGOR - Dianggap menjadi biang kerumunan wisatwan serta menjadi penyebab  kemacetan di jalur wisata  Puncak, ratusan lapak PKL di kawasan dibongkar paksa aparat Polisi Pamong Praja Kabupaten Bogor, Rabu siang (2/6/2021).

Tidak terima lapaknya dibongkar petugas, para PKL ini protes, hingga terjadi kericuhan antara pemilik lapak dengan petugas. Namun karena kalah jumlah, PKL dan petugas, para PKL hanya bisa pasrah dan akhirnya petugas pun melanjutkan pembongkaran lapak tersebut.

Sebanyak kurang lebih 130 lapak PKL yang berada di Perkebunan Teh Gunung Mas Cisarua, Puncak, satu persatu dibongkar paksa Satpol PP. Selain dianggap menjadi penyebab kerumunan para wisatawan,  juga dianggap menimbulkan kemacetan di kawasan Puncak.

Saat penertiban,  sempat terjadi protes dari pihak pemilik lapak, ketika petugas Satpol PP membongkar lapak dagangan serta  bangunannya oleh  petugas, namun protes tersebut tak digubris, hingga petugas terus melanjutkan pembongkaran tersebut.

&quot;Penertiban ini terpaksa dilakukan karena selain tidak berizin atau bodong, lapak ini sering menimbulkan kerumunan para wisatawan saat pandemi Covid-19,&quot; jelas Kasatpol PP Kabupaten Bogor, Agus Ridho.

Bahkan, menurut Agus di kawasan ini kendaraan wisatawan pun sering menimbulkan kemacetan parah, karena parkir, dan berhenti sembarangan,

&quot;Sehingga  langkah ini perlu dilakukan. Bahkan lapak tersebut berdiri di atas tebing yang rawan longsor, sehingga ditakutkan akan menimbulkan korban jiwa jika terjadi longsor,&quot; ungkapnya lagi.

Satpol PP, lanjut Agus, sebenarnya sudah memberikan surat peringatan kepada para pemilik lapak tersebut, namun sampai tiga kali surat peringatan diberikan, para pemilik bangunan dan lapak PKL malah semakin membandel.


</content:encoded></item></channel></rss>
