<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jasad Pendeta Yerimia Zanambani Bakal Diautopsi, Polisi Siapkan Pengamanan</title><description>Aparat gabungan rencananya bakal melakukan autopsi pada 5 Juni 2021.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/06/02/340/2419194/jasad-pendeta-yerimia-zanambani-bakal-diautopsi-polisi-siapkan-pengamanan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/06/02/340/2419194/jasad-pendeta-yerimia-zanambani-bakal-diautopsi-polisi-siapkan-pengamanan"/><item><title>Jasad Pendeta Yerimia Zanambani Bakal Diautopsi, Polisi Siapkan Pengamanan</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/06/02/340/2419194/jasad-pendeta-yerimia-zanambani-bakal-diautopsi-polisi-siapkan-pengamanan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/06/02/340/2419194/jasad-pendeta-yerimia-zanambani-bakal-diautopsi-polisi-siapkan-pengamanan</guid><pubDate>Rabu 02 Juni 2021 20:57 WIB</pubDate><dc:creator>Puteranegara Batubara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/06/02/340/2419194/jasad-pendeta-yerimia-zanambani-bakal-diautopsi-polisi-siapkan-pengamanan-YYJGFPDJ7e.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Tim Polri di Papua. (Foto: Istimewa)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/06/02/340/2419194/jasad-pendeta-yerimia-zanambani-bakal-diautopsi-polisi-siapkan-pengamanan-YYJGFPDJ7e.jpg</image><title>Tim Polri di Papua. (Foto: Istimewa)</title></images><description>JAKARTA - Tim Polri bakal mengautopsi jasad Pendeta Yerimia Zanambani di Distrik Hitadipa, Intan Jaya, Papua. Kapolres Intan Jaya AKBP Sandi Sultan mengatakan, aparat gabungan rencananya bakal melakukan autopsi pada 5 Juni 2021.&amp;nbsp;
&quot;Pelaksanaan autopsi Pendeta Yeremias Zanambani direncanakan akan dilaksanakan Pada tanggal 05 Juni 2021,&quot; kata Sandi, Rabu (2/6/2021).&amp;nbsp;
Baca juga:&amp;nbsp;Kabaintelkam Polri Paparkan Awal Mula Konflik di Papua, Dimulai dari Reformasi 98
Sandi mengungkapkan, pada hari ini pihaknya melakukan pengecekan dan pemetaan wilayah terkait dengan proses autopsi tersebut dan mempersiapkan pengamanannya
&quot;Dalam pelaksanaan tersebut Rombongan TNI-Polri di pimpin Kapolres Intan Jaya AKBP Sandi dan Danyon 501/BY Letkol inf. Arfa Yuda serta 46 personel dalam Rencana pengamanan ada 8 titik yang dianggap rawan,&quot; ujarnya.
Baca juga:&amp;nbsp;Pengamanan PON Papua, Ka Ops Nemangkawi Ingatkan Berbagai Potensi Ancaman
Sementara itu, Kasatgas Humas Ops Nemangkawi Kombes M. Iqbal Al-Qudusy menjelaskan, proses autopsi tersebut penting dalam proses penyidikan untuk menentukan kebenaran yang objektif. Hal itu juga bakal diperlukan untuk proses persidangan nantinya.
&quot;Dalam persidangan digunakan dengan nama Visuem et Repertum. Visuem et Repertum adalah laporan tertulis dari hasil autopsi pada suatu mayat untuk mencari tahu kebenaran suatu tindak pidana,&quot; ujar Iqbal.</description><content:encoded>JAKARTA - Tim Polri bakal mengautopsi jasad Pendeta Yerimia Zanambani di Distrik Hitadipa, Intan Jaya, Papua. Kapolres Intan Jaya AKBP Sandi Sultan mengatakan, aparat gabungan rencananya bakal melakukan autopsi pada 5 Juni 2021.&amp;nbsp;
&quot;Pelaksanaan autopsi Pendeta Yeremias Zanambani direncanakan akan dilaksanakan Pada tanggal 05 Juni 2021,&quot; kata Sandi, Rabu (2/6/2021).&amp;nbsp;
Baca juga:&amp;nbsp;Kabaintelkam Polri Paparkan Awal Mula Konflik di Papua, Dimulai dari Reformasi 98
Sandi mengungkapkan, pada hari ini pihaknya melakukan pengecekan dan pemetaan wilayah terkait dengan proses autopsi tersebut dan mempersiapkan pengamanannya
&quot;Dalam pelaksanaan tersebut Rombongan TNI-Polri di pimpin Kapolres Intan Jaya AKBP Sandi dan Danyon 501/BY Letkol inf. Arfa Yuda serta 46 personel dalam Rencana pengamanan ada 8 titik yang dianggap rawan,&quot; ujarnya.
Baca juga:&amp;nbsp;Pengamanan PON Papua, Ka Ops Nemangkawi Ingatkan Berbagai Potensi Ancaman
Sementara itu, Kasatgas Humas Ops Nemangkawi Kombes M. Iqbal Al-Qudusy menjelaskan, proses autopsi tersebut penting dalam proses penyidikan untuk menentukan kebenaran yang objektif. Hal itu juga bakal diperlukan untuk proses persidangan nantinya.
&quot;Dalam persidangan digunakan dengan nama Visuem et Repertum. Visuem et Repertum adalah laporan tertulis dari hasil autopsi pada suatu mayat untuk mencari tahu kebenaran suatu tindak pidana,&quot; ujar Iqbal.</content:encoded></item></channel></rss>
