<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kudus Zona Merah Covid-19, Ratusan Nakes Terpapar dan RS Nyaris Penuh</title><description>Ia mengungkapkan nakes yang terpapar Covid-19 tersebut ada yang berasal dari 14 puskesmas dan tiga dari rumah sakit.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/06/02/512/2419077/kudus-zona-merah-covid-19-ratusan-nakes-terpapar-dan-rs-nyaris-penuh</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/06/02/512/2419077/kudus-zona-merah-covid-19-ratusan-nakes-terpapar-dan-rs-nyaris-penuh"/><item><title>Kudus Zona Merah Covid-19, Ratusan Nakes Terpapar dan RS Nyaris Penuh</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/06/02/512/2419077/kudus-zona-merah-covid-19-ratusan-nakes-terpapar-dan-rs-nyaris-penuh</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/06/02/512/2419077/kudus-zona-merah-covid-19-ratusan-nakes-terpapar-dan-rs-nyaris-penuh</guid><pubDate>Rabu 02 Juni 2021 17:40 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Budi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/06/02/512/2419077/kudus-zona-merah-covid-19-ratusan-nakes-terpapar-dan-rs-nyaris-penuh-llYcUYAgf1.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. (Foto: Istimewa)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/06/02/512/2419077/kudus-zona-merah-covid-19-ratusan-nakes-terpapar-dan-rs-nyaris-penuh-llYcUYAgf1.jpg</image><title>Ilustrasi. (Foto: Istimewa)</title></images><description>JAKARTA - Tenaga kesehatan di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah yang terkonfirmasi positif Covid-19 karena ikut terlibat dalam penanganan pasien terpapar corona, pada saat terjadi lonjakan pasien jumlahnya mencapai 143 orang.
&quot;Dari jumlah tersebut, sebagian besar melakukan isolasi mandiri dan yang dirawat berkisar 15 orang,&quot; kata Juru Bicara Tim Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Kudus Andini Aridewi di Kudus, Senin 31 Mei 2021.&amp;nbsp;
Ia mengungkapkan nakes yang terpapar Covid-19 tersebut ada yang berasal dari 14 puskesmas dan tiga dari rumah sakit. Tenaga kesehatan yang menjalani perawatan, rata-rata memiliki keluhannya demam, infeksi pernafasan dan pencernaan.
Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta Bupati&amp;nbsp;Kudus&amp;nbsp;berupaya dalam rangka penambahan tempat tidur baik ICU maupun isolasi di rumah sakit. Pasalnya, Bed Occupancy Rate (BOR) rumah sakit di&amp;nbsp;Kudus&amp;nbsp;sudah sangat tinggi, mendekati 100 persen.
&quot;Saya sudah komunikasi dengan Bupati dan Kadinkesnya. Yang jelas persoalan yang harus diselesaikan di sana itu menambah tempat tidur. Itu sebenarnya ndak sulit, tinggal butuh mau saja. Tapi kalau nanti sulit betul, kami akan turunkan rumah sakit darurat,&quot; kata Ganjar usai mengikuti rapat dengan Kemenkes secara daring, Rabu (2/5/2021).&amp;nbsp;
Terkait rumah sakit darurat itu, saat ini lanjut Ganjar sedang dilakukan asesmen. Nantinya, keputusan apakah akan membuat rumah sakit darurat atau tidak, tergantung hasil assessment itu.&amp;nbsp;
Baca juga:&amp;nbsp;Kasus Covid-19 Bertambah 5.246, Jawa Barat Tertinggi Disusul Jawa Tengah
&quot;Kalau harus membuat rumah sakit darurat, kita sudah siap. TNI/Polri sudah siap. SDM kita dorong, perawatnya dari PPNI dan dari kita sudah kita dorong, termasuk dokter dari Provinsi maupun IDI sudah disiapkan,&quot; tegasnya.
Meski begitu, Ganjar berharap Pemkab&amp;nbsp;Kudus&amp;nbsp;cepat melakukan tindakan-tindakan perbaikan. Bupati&amp;nbsp;Kudus&amp;nbsp;dan Kadinkes diminta bergerak cepat menambah tempat tidur di&amp;nbsp;Kudus.
&quot;Pengalaman saya waktu dulu mengalami kenaikan dan BOR tinggi, saya itu tinggal perintah saja ke rumah sakit. Kamu tambah ICU dan tempat tidur isolasi. Kalau ndak punya duit, pakai saja BLUD. Tidak ada yang tidak bisa, semuanya bisa. Ini hanya butuh mau dan strong leadership dari Bupati, agar langsung tunjuk, perintah dan lakukan. Ndak ada yang lain,&quot; tegasnya.
Baca juga:&amp;nbsp;Klaster Halalbihalal di Sleman Bertambah, 62 Orang Positif Covid-19
Meski begitu, pihaknya lanjut Ganjar akan terus mendampingi&amp;nbsp;Kudus&amp;nbsp;dalam mengatasi persoalan ini. Kementerian Kesehatan, BNPB juga sudah turun untuk membantu.
&quot;Maka kita akan pandu, biar teman-teman&amp;nbsp;Kudus&amp;nbsp;nyaman semuanya. Kalau sulit bisa langsung komunikasi dengan kami, bantuan apa yang dibutuhkan. Kami siap bantu, kemenkes dan BNPB juga siap bantu,&quot; ucapnya.
Sambil menunggu hasil asesmen terkait keputusan rumah sakit darurat, Ganjar mengatakan akan menerapkan pola gotong royong. Beberapa daerah di sekitar&amp;nbsp;Kudus&amp;nbsp;dimintanya untuk membantu penanganan.&quot;Dan pola gotong royong ini diapresiasi pak Menkes, karena semua daerah penyokong&amp;nbsp;Kudus&amp;nbsp;mau mendukung dan membantu. Misalnya Semarang saya senang, karena BOR nya tidak tinggi dan ikhlas menerima pasien dari&amp;nbsp;Kudus. Ini yang akan kita dorong terus,&quot; imbuhnya.
Selain&amp;nbsp;Kudus, Ganjar juga meminta beberapa daerah siaga dengan mempersiapkan kemungkinan-kemungkinan terjadi lonjakan. Rumah sakit harus benar-benar disiapkan agar tidak kesulitan ketika terjadi peningkatan.
&quot;Selain&amp;nbsp;Kudus, saya minta tambahannya itu di Tegal, Sragen dan beberapa daerah lain kita minta ditambah. Selain itu, testing, tracing harus terus ditingkatkan. Tidak boleh kendor, karena ini bisa dijadikan acuan penanganan termasuk antisipasi potensi varian baru,&quot; pungkasnya.&amp;nbsp;
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, Yulianto Prabowo, menerangkan, kondisi BOR rumah sakit di&amp;nbsp;Kudus&amp;nbsp;memang cukup mengkhawatirkan. Sehingga, penambahan tempat tidur baik ICU maupun isolasi mendesak dilakukan.
&quot;Selain itu, banyak tenaga kesehatan di&amp;nbsp;Kudus&amp;nbsp;yang terkonfirmasi positif Covid-19. Sehingga kami dari Provinsi berupaya melakukan penambahan tenaga. Saat ini, sudah ada 48 tenaga kesehatan yang kami kirim ke&amp;nbsp;Kudus&amp;nbsp;untuk membackup,&quot; ucapnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Tenaga kesehatan di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah yang terkonfirmasi positif Covid-19 karena ikut terlibat dalam penanganan pasien terpapar corona, pada saat terjadi lonjakan pasien jumlahnya mencapai 143 orang.
&quot;Dari jumlah tersebut, sebagian besar melakukan isolasi mandiri dan yang dirawat berkisar 15 orang,&quot; kata Juru Bicara Tim Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Kudus Andini Aridewi di Kudus, Senin 31 Mei 2021.&amp;nbsp;
Ia mengungkapkan nakes yang terpapar Covid-19 tersebut ada yang berasal dari 14 puskesmas dan tiga dari rumah sakit. Tenaga kesehatan yang menjalani perawatan, rata-rata memiliki keluhannya demam, infeksi pernafasan dan pencernaan.
Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta Bupati&amp;nbsp;Kudus&amp;nbsp;berupaya dalam rangka penambahan tempat tidur baik ICU maupun isolasi di rumah sakit. Pasalnya, Bed Occupancy Rate (BOR) rumah sakit di&amp;nbsp;Kudus&amp;nbsp;sudah sangat tinggi, mendekati 100 persen.
&quot;Saya sudah komunikasi dengan Bupati dan Kadinkesnya. Yang jelas persoalan yang harus diselesaikan di sana itu menambah tempat tidur. Itu sebenarnya ndak sulit, tinggal butuh mau saja. Tapi kalau nanti sulit betul, kami akan turunkan rumah sakit darurat,&quot; kata Ganjar usai mengikuti rapat dengan Kemenkes secara daring, Rabu (2/5/2021).&amp;nbsp;
Terkait rumah sakit darurat itu, saat ini lanjut Ganjar sedang dilakukan asesmen. Nantinya, keputusan apakah akan membuat rumah sakit darurat atau tidak, tergantung hasil assessment itu.&amp;nbsp;
Baca juga:&amp;nbsp;Kasus Covid-19 Bertambah 5.246, Jawa Barat Tertinggi Disusul Jawa Tengah
&quot;Kalau harus membuat rumah sakit darurat, kita sudah siap. TNI/Polri sudah siap. SDM kita dorong, perawatnya dari PPNI dan dari kita sudah kita dorong, termasuk dokter dari Provinsi maupun IDI sudah disiapkan,&quot; tegasnya.
Meski begitu, Ganjar berharap Pemkab&amp;nbsp;Kudus&amp;nbsp;cepat melakukan tindakan-tindakan perbaikan. Bupati&amp;nbsp;Kudus&amp;nbsp;dan Kadinkes diminta bergerak cepat menambah tempat tidur di&amp;nbsp;Kudus.
&quot;Pengalaman saya waktu dulu mengalami kenaikan dan BOR tinggi, saya itu tinggal perintah saja ke rumah sakit. Kamu tambah ICU dan tempat tidur isolasi. Kalau ndak punya duit, pakai saja BLUD. Tidak ada yang tidak bisa, semuanya bisa. Ini hanya butuh mau dan strong leadership dari Bupati, agar langsung tunjuk, perintah dan lakukan. Ndak ada yang lain,&quot; tegasnya.
Baca juga:&amp;nbsp;Klaster Halalbihalal di Sleman Bertambah, 62 Orang Positif Covid-19
Meski begitu, pihaknya lanjut Ganjar akan terus mendampingi&amp;nbsp;Kudus&amp;nbsp;dalam mengatasi persoalan ini. Kementerian Kesehatan, BNPB juga sudah turun untuk membantu.
&quot;Maka kita akan pandu, biar teman-teman&amp;nbsp;Kudus&amp;nbsp;nyaman semuanya. Kalau sulit bisa langsung komunikasi dengan kami, bantuan apa yang dibutuhkan. Kami siap bantu, kemenkes dan BNPB juga siap bantu,&quot; ucapnya.
Sambil menunggu hasil asesmen terkait keputusan rumah sakit darurat, Ganjar mengatakan akan menerapkan pola gotong royong. Beberapa daerah di sekitar&amp;nbsp;Kudus&amp;nbsp;dimintanya untuk membantu penanganan.&quot;Dan pola gotong royong ini diapresiasi pak Menkes, karena semua daerah penyokong&amp;nbsp;Kudus&amp;nbsp;mau mendukung dan membantu. Misalnya Semarang saya senang, karena BOR nya tidak tinggi dan ikhlas menerima pasien dari&amp;nbsp;Kudus. Ini yang akan kita dorong terus,&quot; imbuhnya.
Selain&amp;nbsp;Kudus, Ganjar juga meminta beberapa daerah siaga dengan mempersiapkan kemungkinan-kemungkinan terjadi lonjakan. Rumah sakit harus benar-benar disiapkan agar tidak kesulitan ketika terjadi peningkatan.
&quot;Selain&amp;nbsp;Kudus, saya minta tambahannya itu di Tegal, Sragen dan beberapa daerah lain kita minta ditambah. Selain itu, testing, tracing harus terus ditingkatkan. Tidak boleh kendor, karena ini bisa dijadikan acuan penanganan termasuk antisipasi potensi varian baru,&quot; pungkasnya.&amp;nbsp;
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, Yulianto Prabowo, menerangkan, kondisi BOR rumah sakit di&amp;nbsp;Kudus&amp;nbsp;memang cukup mengkhawatirkan. Sehingga, penambahan tempat tidur baik ICU maupun isolasi mendesak dilakukan.
&quot;Selain itu, banyak tenaga kesehatan di&amp;nbsp;Kudus&amp;nbsp;yang terkonfirmasi positif Covid-19. Sehingga kami dari Provinsi berupaya melakukan penambahan tenaga. Saat ini, sudah ada 48 tenaga kesehatan yang kami kirim ke&amp;nbsp;Kudus&amp;nbsp;untuk membackup,&quot; ucapnya.</content:encoded></item></channel></rss>
