<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Satgas Ungkap Laki-laki Paling Banyak Meninggal Akibat Covid-19</title><description>Satuan Tugas Penanganan Covid-19 melakukan audit kasus kematian pasien Covid-19 di DKI Jakarta dan di Jawa Timur.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/06/04/337/2420160/satgas-ungkap-laki-laki-paling-banyak-meninggal-akibat-covid-19</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/06/04/337/2420160/satgas-ungkap-laki-laki-paling-banyak-meninggal-akibat-covid-19"/><item><title>Satgas Ungkap Laki-laki Paling Banyak Meninggal Akibat Covid-19</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/06/04/337/2420160/satgas-ungkap-laki-laki-paling-banyak-meninggal-akibat-covid-19</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/06/04/337/2420160/satgas-ungkap-laki-laki-paling-banyak-meninggal-akibat-covid-19</guid><pubDate>Jum'at 04 Juni 2021 14:59 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/06/04/337/2420160/satgas-ungkap-laki-laki-paling-banyak-meninggal-akibat-covid-19-qm7JF1Kjuw.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Dokumentasi Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/06/04/337/2420160/satgas-ungkap-laki-laki-paling-banyak-meninggal-akibat-covid-19-qm7JF1Kjuw.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Dokumentasi Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Satuan Tugas Penanganan Covid-19 melakukan audit kasus kematian pasien Covid-19 di DKI Jakarta dan di Jawa Timur. Hasil kajian audit mortaliti pada 10 RS rujukan dan 9 RS non-rujukan di DKI Jakarta, serta 14 RS Rujukan dan 7 RS non-rujukan di Jawa Timur, dengan periode penentuan sampel pada Mei hingga September 2020.

Anggota Subbidang Optimalisasi Fasilitas Kesehatan, Bid. Penanganan Kesehatan Satgas Covid-19, dr. Lusi Syamsi melaporkan dari hasil audit mendapatkan kebanyakan pasien yang meninggal akibat Covid-19 adalah berjenis kelamin laki-laki.

Jadi, kata Lusi, audit mortaliti dilaksanakan pada tahun 2020 dengan semua sampel pasien dari awal Maret sampai 21 September 2020 dengan penelitian yang deskriptif. &amp;ldquo;Dan hanya di 2 provinsi dan awalnya DKI Jaya sebagai uji coba, kemudian kita lakukan Jawa Timur karena sama-sama mempunyai angka mortalitas yang tinggi,&amp;rdquo; katanya secara virtual, Jumat (4/6/2021).

Hasilnya, kata Lusi, dari angka mortaliti ini adalah hanya karakteristik pasien saja dan juga penyebab dasar penyebab pasien Covid meninggal dan berdasarkan sertifikat kematian yang ada pada rekam medis. &amp;ldquo;Dari hasil karakteristik ini, pasien ini adalah pasien laki-laki baik di rumah sakit rujukan non rujukan Provinsi DKI maupun Provinsi Jawa Timur,&amp;rdquo; katanya.

Sementara itu, Lusi mengatakan usia paling banyak yang meninggal di  DKI Jakarta yakni 60 tahun. Sedangkan di Jawa Timur usia 46-59 tahun.  &amp;ldquo;Kemudian dari segi usia, usianya lebih banyak usia 60 tahun pada di  Provinsi DKI. Sedangkan di provinsi Jawa Timur hasilnya 46-59 tahun.  Jadi memang agak lebih muda di di Jawa Timur untuk kasus kematian.&amp;rdquo;

&amp;ldquo;Kemudian dari segi pekerjaan, memang rata-rata di DKI dari pengurus  rumah tangga. Sedangkan di Jawa Timur di rumah sakit rujukan lebih  banyak didominasi oleh para karyawan karena masih muda usianya,&amp;rdquo; papar  Lusi.</description><content:encoded>JAKARTA - Satuan Tugas Penanganan Covid-19 melakukan audit kasus kematian pasien Covid-19 di DKI Jakarta dan di Jawa Timur. Hasil kajian audit mortaliti pada 10 RS rujukan dan 9 RS non-rujukan di DKI Jakarta, serta 14 RS Rujukan dan 7 RS non-rujukan di Jawa Timur, dengan periode penentuan sampel pada Mei hingga September 2020.

Anggota Subbidang Optimalisasi Fasilitas Kesehatan, Bid. Penanganan Kesehatan Satgas Covid-19, dr. Lusi Syamsi melaporkan dari hasil audit mendapatkan kebanyakan pasien yang meninggal akibat Covid-19 adalah berjenis kelamin laki-laki.

Jadi, kata Lusi, audit mortaliti dilaksanakan pada tahun 2020 dengan semua sampel pasien dari awal Maret sampai 21 September 2020 dengan penelitian yang deskriptif. &amp;ldquo;Dan hanya di 2 provinsi dan awalnya DKI Jaya sebagai uji coba, kemudian kita lakukan Jawa Timur karena sama-sama mempunyai angka mortalitas yang tinggi,&amp;rdquo; katanya secara virtual, Jumat (4/6/2021).

Hasilnya, kata Lusi, dari angka mortaliti ini adalah hanya karakteristik pasien saja dan juga penyebab dasar penyebab pasien Covid meninggal dan berdasarkan sertifikat kematian yang ada pada rekam medis. &amp;ldquo;Dari hasil karakteristik ini, pasien ini adalah pasien laki-laki baik di rumah sakit rujukan non rujukan Provinsi DKI maupun Provinsi Jawa Timur,&amp;rdquo; katanya.

Sementara itu, Lusi mengatakan usia paling banyak yang meninggal di  DKI Jakarta yakni 60 tahun. Sedangkan di Jawa Timur usia 46-59 tahun.  &amp;ldquo;Kemudian dari segi usia, usianya lebih banyak usia 60 tahun pada di  Provinsi DKI. Sedangkan di provinsi Jawa Timur hasilnya 46-59 tahun.  Jadi memang agak lebih muda di di Jawa Timur untuk kasus kematian.&amp;rdquo;

&amp;ldquo;Kemudian dari segi pekerjaan, memang rata-rata di DKI dari pengurus  rumah tangga. Sedangkan di Jawa Timur di rumah sakit rujukan lebih  banyak didominasi oleh para karyawan karena masih muda usianya,&amp;rdquo; papar  Lusi.</content:encoded></item></channel></rss>
