<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Gempa Berskala Lebih Besar dari Magnitudo 6,5, BMKG dan LIPI Kembangkan Riset Sistem Precursor   </title><description>Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) berkolaborasi dengan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mengembangkan riset</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/06/06/337/2420896/gempa-berskala-lebih-besar-dari-magnitudo-6-5-bmkg-dan-lipi-kembangkan-riset-sistem-precursor</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/06/06/337/2420896/gempa-berskala-lebih-besar-dari-magnitudo-6-5-bmkg-dan-lipi-kembangkan-riset-sistem-precursor"/><item><title>Gempa Berskala Lebih Besar dari Magnitudo 6,5, BMKG dan LIPI Kembangkan Riset Sistem Precursor   </title><link>https://news.okezone.com/read/2021/06/06/337/2420896/gempa-berskala-lebih-besar-dari-magnitudo-6-5-bmkg-dan-lipi-kembangkan-riset-sistem-precursor</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/06/06/337/2420896/gempa-berskala-lebih-besar-dari-magnitudo-6-5-bmkg-dan-lipi-kembangkan-riset-sistem-precursor</guid><pubDate>Minggu 06 Juni 2021 10:23 WIB</pubDate><dc:creator>Tim Okezone</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/06/06/337/2420896/gempa-berskala-lebih-besar-dari-magnitudo-6-5-bmkg-dan-lipi-kembangkan-riset-sistem-precursor-fKySXF32ol.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto:Dok Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/06/06/337/2420896/gempa-berskala-lebih-besar-dari-magnitudo-6-5-bmkg-dan-lipi-kembangkan-riset-sistem-precursor-fKySXF32ol.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto:Dok Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) berkolaborasi dengan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mengembangkan riset terkait sistem prakiraan (precursor) untuk gempa berskala lebih besar dari 6,5 magnitudo.
&amp;ldquo;Mulai tahun 2021 ini, riset bersama dilakukan BMKG dan LIPI untuk kajian precursor gempabumi yang memfokuskan pada potensi gempa-gempa merusak,&amp;rdquo; ujar Kepala Pusat Seismologi Teknik Geofisika Potensial dan Tanda Waktu BMKG Rahmat Triyono dalam keterangannya dilansir Antara di Jakarta, Minggu (6/6/2021).
Rahmat menjelaskan, riset itu untuk mengembangkan precursor yang dimiliki BMKG saat ini agar lebih baik lagi.
&amp;ldquo;Saat ini prekursor yg dikembangkan oleh BMKG belum mampu secara baik atau akurat untuk gempa-gempa dengan magnitudo atau kekuatan yang besar lebih dari 6,5,&amp;rdquo; ujar Rahmat.
Baca Juga:&amp;nbsp;Soal Gempa Magnitudo 8,7 dan Tsunami 29 Meter, BMKG : Itu Potensi, Bukan Prediksi
Kendati belum bisa mendeteksi secara akurat untuk gempa-gempa berpotensi merusak, tapi precursor yang dimiliki BMKG memiliki tingkat akurasi cukup baik (60-70 persen) untuk gempa bumi berskala antara magnitudo 5 sampai 6.
Rahmat mengatakan tingkat akurasi precursor gempa bumi menggunakan magnet bumi, yang dikembangkan BMKG, akan lebih baik lagi, mencapai 80-90 persen, jika gempanya sekitar atau kurang dari magnitudo 5.&amp;ldquo;Tingkat akurasinya untuk gempa besar masih kurang baik, sedangkan untuk gempa dengan magnitudo sekitar 5 mulai ada peningkatan akurasi,&amp;rdquo; kata Rahmat.
Precursor gempa dengan metode magnet bumi ini masih terus dikembangkan, namun informasinya telah digunakan terbatas untuk internal BMKG sampai sekarang.
Karena sebagian besar gempa-gempa dengan magnitudo 5 ini tidak berdampak merusak atau bahkan tidak berdampak dirasakan, maka BMKG menggunakannya untuk terus dikembangkan.
&amp;ldquo;Agar precursor ini mampu untuk memperkirakan gempa-gempa dengan magnitude di atas 6,&amp;rdquo; kata Rahmat.
&amp;ldquo;Dan juga akan mengembangkan precursor gempabumi ini dengan menyatukan berbagai metode untuk mengkonfirmasi parameter prekursor gempa yang telah dikembangkan yaitu Seismic Vp/Vs, histori gempa, Radon, suhu tanah, dan TEC (Total Electron Content),&amp;rdquo; tukasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) berkolaborasi dengan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mengembangkan riset terkait sistem prakiraan (precursor) untuk gempa berskala lebih besar dari 6,5 magnitudo.
&amp;ldquo;Mulai tahun 2021 ini, riset bersama dilakukan BMKG dan LIPI untuk kajian precursor gempabumi yang memfokuskan pada potensi gempa-gempa merusak,&amp;rdquo; ujar Kepala Pusat Seismologi Teknik Geofisika Potensial dan Tanda Waktu BMKG Rahmat Triyono dalam keterangannya dilansir Antara di Jakarta, Minggu (6/6/2021).
Rahmat menjelaskan, riset itu untuk mengembangkan precursor yang dimiliki BMKG saat ini agar lebih baik lagi.
&amp;ldquo;Saat ini prekursor yg dikembangkan oleh BMKG belum mampu secara baik atau akurat untuk gempa-gempa dengan magnitudo atau kekuatan yang besar lebih dari 6,5,&amp;rdquo; ujar Rahmat.
Baca Juga:&amp;nbsp;Soal Gempa Magnitudo 8,7 dan Tsunami 29 Meter, BMKG : Itu Potensi, Bukan Prediksi
Kendati belum bisa mendeteksi secara akurat untuk gempa-gempa berpotensi merusak, tapi precursor yang dimiliki BMKG memiliki tingkat akurasi cukup baik (60-70 persen) untuk gempa bumi berskala antara magnitudo 5 sampai 6.
Rahmat mengatakan tingkat akurasi precursor gempa bumi menggunakan magnet bumi, yang dikembangkan BMKG, akan lebih baik lagi, mencapai 80-90 persen, jika gempanya sekitar atau kurang dari magnitudo 5.&amp;ldquo;Tingkat akurasinya untuk gempa besar masih kurang baik, sedangkan untuk gempa dengan magnitudo sekitar 5 mulai ada peningkatan akurasi,&amp;rdquo; kata Rahmat.
Precursor gempa dengan metode magnet bumi ini masih terus dikembangkan, namun informasinya telah digunakan terbatas untuk internal BMKG sampai sekarang.
Karena sebagian besar gempa-gempa dengan magnitudo 5 ini tidak berdampak merusak atau bahkan tidak berdampak dirasakan, maka BMKG menggunakannya untuk terus dikembangkan.
&amp;ldquo;Agar precursor ini mampu untuk memperkirakan gempa-gempa dengan magnitude di atas 6,&amp;rdquo; kata Rahmat.
&amp;ldquo;Dan juga akan mengembangkan precursor gempabumi ini dengan menyatukan berbagai metode untuk mengkonfirmasi parameter prekursor gempa yang telah dikembangkan yaitu Seismic Vp/Vs, histori gempa, Radon, suhu tanah, dan TEC (Total Electron Content),&amp;rdquo; tukasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
