<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Batu Cinta Parangkusumo, Tempat &quot;Bercinta&quot; Sutawijaya dan Ratu Kidul   </title><description>DI BABAB Tanah Jawi diceritakan, ketika Danang Sutawijaya sedang menyiapkan diri untuk mendirikan kerajaan Mataram</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/06/07/337/2421129/batu-cinta-parangkusumo-tempat-bercinta-sutawijaya-dan-ratu-kidul</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/06/07/337/2421129/batu-cinta-parangkusumo-tempat-bercinta-sutawijaya-dan-ratu-kidul"/><item><title>Batu Cinta Parangkusumo, Tempat &quot;Bercinta&quot; Sutawijaya dan Ratu Kidul   </title><link>https://news.okezone.com/read/2021/06/07/337/2421129/batu-cinta-parangkusumo-tempat-bercinta-sutawijaya-dan-ratu-kidul</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/06/07/337/2421129/batu-cinta-parangkusumo-tempat-bercinta-sutawijaya-dan-ratu-kidul</guid><pubDate>Senin 07 Juni 2021 07:01 WIB</pubDate><dc:creator>Doddy Handoko </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/06/07/337/2421129/batu-cinta-parangkusumo-tempat-bercinta-sutawijaya-dan-ratu-kidul-7iBKKMTxGi.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Ratu Kidul.(Foto:Dok Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/06/07/337/2421129/batu-cinta-parangkusumo-tempat-bercinta-sutawijaya-dan-ratu-kidul-7iBKKMTxGi.jpeg</image><title>Ratu Kidul.(Foto:Dok Okezone)</title></images><description>DI BABAB Tanah Jawi diceritakan, ketika Danang Sutawijaya sedang menyiapkan diri untuk mendirikan kerajaan Mataram, ia  bertapa di tepi Laut Selatan.
Semedi yang dilakukan Sutawijaya ini mengakibatkan air laut juga bergejolak , ombak menjadi besar menghantam pantai. Semedi yang dilakukan Sutawijaya menimbulkan hawa panas.
Ratu Kidul yang menguasai dunia gaib Laut Selatan keluar dari laut, mencari penyebab pergolakan hawa panas di laut.
Di tepi pantai Ratu Kidul menemukan sesosok lelaki gagah tengah bersemadi. Dia segera tahu bahwa penyebab hawa panas tersebut adalah karena semedi yang dilakukan oleh pria itu.
Baca Juga: Kisah Laskar Mataram Bangun Masjid di Betawi
Ratu Kidul menanyakan apa yang dikehendakinya. Sutawijaya menjawab bahwa ia menginginkan agar Ratu Kidul membantunya dalam mendirikan dan membesarkan kerajaan Mataram yang sedang dirintisnya.
Ratu Kidul menyetujui permintaan Sutawijaya dengan syarat Sutawijayai dan keturunannya yang kelak menjadi Raja Mataram harus bersedia menjadi suami Ratu Kidul.Sutawijaya menyetujui syarat itu asalkan perkawinan antara dia  sebagai Raja Mataram dan keturunannya dengan Ratu Kidul tidak membuahkan  anak atau keturunan. Akhirnya keduanya sepakat.
&quot;Pertemuan keduanya di pantai ini dilakukan di atas batu karang yang  kemudian dikenal sebagai Sela Gilang Parangkusumo. Oleh karena itu, dua  batu itulah ikatan cinta terjadi, maka batu tersebut juga sering  dijuluki sebagai Batu Cinta,&quot;  ujar juru kunci Cepuri, Indratno.
Cerita tersebut sampai sekarang masih dipercayai oleh masyarakat  Yogyakarta. Masyarakat masih melakukan ritual di kawasan Cepuri sebagai  tempat pertemuan antara Ratu Kidul dengan Panembahan Senopati,  juga di  Kawasan Pantai Parangkusumo yang dipercaya merupakan keratonnya Ratu  Kidul.
Biasanya masyarakat melakukan tirakat di Pantai Parangkusomo, biasanya hari Selasa kliwon dan Jumat kliwon.
Kabarnya pelukis Basoeki Abdullah melukis Ratu Kidul setelah  berkunjung  di Cepuri Parangkusumo ini. Suatu hari, Ratu Pantai Selatan  hadir, menjumpai Basoeki ketika bertapa di Cepuri yang mirip sepetak  taman itu. Kisah ini ditulis Solichin Salam dalam buku berjudul&quot;  R.Basoeki Abdullah Sang Maestro.&quot;
Basoeki hanya mendengar suara Ratu Roro Kidul. Dari hasil bertapa di  Cepuri ini Basoeki berimajinasi menciptakan lukisan tentang legenda  Nusantara, Ratu Roro Kidul.
Lukisan berjudul Njai Loro Kidul (Nyai Roro Kidul) itu kini disimpan  di Istana Kepresidenan Gedung Agung Yogyakarta. Lukisan itu dipindahkan  dari Istana Negara Bogor ke Gedung Agung Yogyakarta pada tahun 2009.
Lukisan bertema Nyai Roro Kidul tanpa mahkota ini dibuat antara tahun  1954 atau 1955. Replika lukisan kini dipajang di Hotel Samudra Beach,  Pelabuhan Ratu, Sukabumi, Jawa Barat.
Basoeki juga melukis Ratu Roro Kidul dilukis sedang naik kereta  kencana. Pantai Parangkusumo  terletak di Dusun Mancingan, Kelurahan  Parangtritis, Kecamatan Kretek, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa  Yogyakarta.</description><content:encoded>DI BABAB Tanah Jawi diceritakan, ketika Danang Sutawijaya sedang menyiapkan diri untuk mendirikan kerajaan Mataram, ia  bertapa di tepi Laut Selatan.
Semedi yang dilakukan Sutawijaya ini mengakibatkan air laut juga bergejolak , ombak menjadi besar menghantam pantai. Semedi yang dilakukan Sutawijaya menimbulkan hawa panas.
Ratu Kidul yang menguasai dunia gaib Laut Selatan keluar dari laut, mencari penyebab pergolakan hawa panas di laut.
Di tepi pantai Ratu Kidul menemukan sesosok lelaki gagah tengah bersemadi. Dia segera tahu bahwa penyebab hawa panas tersebut adalah karena semedi yang dilakukan oleh pria itu.
Baca Juga: Kisah Laskar Mataram Bangun Masjid di Betawi
Ratu Kidul menanyakan apa yang dikehendakinya. Sutawijaya menjawab bahwa ia menginginkan agar Ratu Kidul membantunya dalam mendirikan dan membesarkan kerajaan Mataram yang sedang dirintisnya.
Ratu Kidul menyetujui permintaan Sutawijaya dengan syarat Sutawijayai dan keturunannya yang kelak menjadi Raja Mataram harus bersedia menjadi suami Ratu Kidul.Sutawijaya menyetujui syarat itu asalkan perkawinan antara dia  sebagai Raja Mataram dan keturunannya dengan Ratu Kidul tidak membuahkan  anak atau keturunan. Akhirnya keduanya sepakat.
&quot;Pertemuan keduanya di pantai ini dilakukan di atas batu karang yang  kemudian dikenal sebagai Sela Gilang Parangkusumo. Oleh karena itu, dua  batu itulah ikatan cinta terjadi, maka batu tersebut juga sering  dijuluki sebagai Batu Cinta,&quot;  ujar juru kunci Cepuri, Indratno.
Cerita tersebut sampai sekarang masih dipercayai oleh masyarakat  Yogyakarta. Masyarakat masih melakukan ritual di kawasan Cepuri sebagai  tempat pertemuan antara Ratu Kidul dengan Panembahan Senopati,  juga di  Kawasan Pantai Parangkusumo yang dipercaya merupakan keratonnya Ratu  Kidul.
Biasanya masyarakat melakukan tirakat di Pantai Parangkusomo, biasanya hari Selasa kliwon dan Jumat kliwon.
Kabarnya pelukis Basoeki Abdullah melukis Ratu Kidul setelah  berkunjung  di Cepuri Parangkusumo ini. Suatu hari, Ratu Pantai Selatan  hadir, menjumpai Basoeki ketika bertapa di Cepuri yang mirip sepetak  taman itu. Kisah ini ditulis Solichin Salam dalam buku berjudul&quot;  R.Basoeki Abdullah Sang Maestro.&quot;
Basoeki hanya mendengar suara Ratu Roro Kidul. Dari hasil bertapa di  Cepuri ini Basoeki berimajinasi menciptakan lukisan tentang legenda  Nusantara, Ratu Roro Kidul.
Lukisan berjudul Njai Loro Kidul (Nyai Roro Kidul) itu kini disimpan  di Istana Kepresidenan Gedung Agung Yogyakarta. Lukisan itu dipindahkan  dari Istana Negara Bogor ke Gedung Agung Yogyakarta pada tahun 2009.
Lukisan bertema Nyai Roro Kidul tanpa mahkota ini dibuat antara tahun  1954 atau 1955. Replika lukisan kini dipajang di Hotel Samudra Beach,  Pelabuhan Ratu, Sukabumi, Jawa Barat.
Basoeki juga melukis Ratu Roro Kidul dilukis sedang naik kereta  kencana. Pantai Parangkusumo  terletak di Dusun Mancingan, Kelurahan  Parangtritis, Kecamatan Kretek, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa  Yogyakarta.</content:encoded></item></channel></rss>
