<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Empat Prestasi Kopassus yang Mendunia</title><description>Tak heran, selama perjalanannya tentara baret merah ini telah memiliki segudang prestasi dan pencapaian yang mendunia.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/06/08/337/2421617/empat-prestasi-kopassus-yang-mendunia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/06/08/337/2421617/empat-prestasi-kopassus-yang-mendunia"/><item><title>Empat Prestasi Kopassus yang Mendunia</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/06/08/337/2421617/empat-prestasi-kopassus-yang-mendunia</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/06/08/337/2421617/empat-prestasi-kopassus-yang-mendunia</guid><pubDate>Selasa 08 Juni 2021 06:24 WIB</pubDate><dc:creator>Tim Okezone</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/06/07/337/2421617/empat-prestasi-kopassus-yang-mendunia-BD6ZewoPHo.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/06/07/337/2421617/empat-prestasi-kopassus-yang-mendunia-BD6ZewoPHo.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Sudah menjadi keharusan, jika anggota Kopassus memiliki kemampuan bertempur jarak jauh maupun dekat yang sangat mumpuni. Untuk menjadi bagian Kopassus, setiap prajurit TNI harus memiliki kemampuan fisik dan intelektual yang baik. Tak heran, selama perjalanannya tentara baret merah ini telah memiliki segudang prestasi dan pencapaian yang mendunia. Berikut beberapa daftarnya:
1. Penumpasan DI/TII
Pada Januari 1950, TNI AD membentuk Gerakan Banteng Nasional. Tujuannya untuk membumihanguskan gerakan DI/TII (Darul Islam/Tentara Islam Indonesia) di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Barat. Lanjutnya, pada 1958 pemerintah menerbitkan Peraturan Pemerintah No.59 yang berisi tentang rencana Kodam Siliwangi menerapkan taktik Pagar Betis guna mengentikan langkah gerakan ini. Dari taktik tersebut, TNI mengepung wilayah yang menjadi basis kekuatan DI/TII. Akhirnya, pemimpin DI/TII, Kartosuwiryo berhasil ditangkap di Gunung Geber.
2. Operasi Dwikora
Pada 1963, Presiden Soekarno menginstruksikan untuk melakukan operasi Dwikora demi menggagalkan terbentunya Federasi Malaysia. RPKAD atau yang sekarang disebut Kopassus turut andil dalam operasi ini, dibantu oleh Pasukan Gerak Tjepat atau PGT TNI AU. Inggris kemudian mengirimkan pasukan elit bernama SAS atau Special Air Services dan Gurkha. Pertempuran berlangsung di hutan Kalimantan. Dari pertempuran di Kalimantan ini, SAS belajar untuk mengembangkan taktik bertempur di hutan.
3. Pembebasan Sandera Pesawat Garuda Indonesia (1981)
Prestasi lainnya dari Kopassus adalah berhasil membebaskan penumpang pesawat Garuda Indonesia yang disandera teroris pada 1981 silam. Diketahui, 5 orang teroris melakukan penyamaran sebagai penumpang dalam pesawat rute Jakarta-Palembang-Medan tersebut. Akhirnya, Kopassus berhasil mengatasi pembajakan selama 4 hari itu.
4. Melatih Pasukan Elit Negara Lain
Kopassus dinobatkan sebagai pasukan elit terbaik di dunia pada 2008. Penobatan tersebut dilakukan oleh Discovery Channel Military. Posisi Kopassus saat itu berada di bawah Special Air Force Inggris dan Mossad Israel. Selanjutnya, Kopassus juga didapuk untuk melatih pasukan elit yang ada di berbagai negara. Salah satunya adalah Paspampres Kamboja, negara-negara di Afrika Utara hingga di Afrika Barat juga dilatih oleh Kopassus.


</description><content:encoded>JAKARTA - Sudah menjadi keharusan, jika anggota Kopassus memiliki kemampuan bertempur jarak jauh maupun dekat yang sangat mumpuni. Untuk menjadi bagian Kopassus, setiap prajurit TNI harus memiliki kemampuan fisik dan intelektual yang baik. Tak heran, selama perjalanannya tentara baret merah ini telah memiliki segudang prestasi dan pencapaian yang mendunia. Berikut beberapa daftarnya:
1. Penumpasan DI/TII
Pada Januari 1950, TNI AD membentuk Gerakan Banteng Nasional. Tujuannya untuk membumihanguskan gerakan DI/TII (Darul Islam/Tentara Islam Indonesia) di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Barat. Lanjutnya, pada 1958 pemerintah menerbitkan Peraturan Pemerintah No.59 yang berisi tentang rencana Kodam Siliwangi menerapkan taktik Pagar Betis guna mengentikan langkah gerakan ini. Dari taktik tersebut, TNI mengepung wilayah yang menjadi basis kekuatan DI/TII. Akhirnya, pemimpin DI/TII, Kartosuwiryo berhasil ditangkap di Gunung Geber.
2. Operasi Dwikora
Pada 1963, Presiden Soekarno menginstruksikan untuk melakukan operasi Dwikora demi menggagalkan terbentunya Federasi Malaysia. RPKAD atau yang sekarang disebut Kopassus turut andil dalam operasi ini, dibantu oleh Pasukan Gerak Tjepat atau PGT TNI AU. Inggris kemudian mengirimkan pasukan elit bernama SAS atau Special Air Services dan Gurkha. Pertempuran berlangsung di hutan Kalimantan. Dari pertempuran di Kalimantan ini, SAS belajar untuk mengembangkan taktik bertempur di hutan.
3. Pembebasan Sandera Pesawat Garuda Indonesia (1981)
Prestasi lainnya dari Kopassus adalah berhasil membebaskan penumpang pesawat Garuda Indonesia yang disandera teroris pada 1981 silam. Diketahui, 5 orang teroris melakukan penyamaran sebagai penumpang dalam pesawat rute Jakarta-Palembang-Medan tersebut. Akhirnya, Kopassus berhasil mengatasi pembajakan selama 4 hari itu.
4. Melatih Pasukan Elit Negara Lain
Kopassus dinobatkan sebagai pasukan elit terbaik di dunia pada 2008. Penobatan tersebut dilakukan oleh Discovery Channel Military. Posisi Kopassus saat itu berada di bawah Special Air Force Inggris dan Mossad Israel. Selanjutnya, Kopassus juga didapuk untuk melatih pasukan elit yang ada di berbagai negara. Salah satunya adalah Paspampres Kamboja, negara-negara di Afrika Utara hingga di Afrika Barat juga dilatih oleh Kopassus.


</content:encoded></item></channel></rss>
