<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Zambia Diserukan Larang Impor dan Penjualan Celana Dalam Bekas</title><description>Pakaian dalam bekas disebut bisa menjadi sumber penyebaran penyakit.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/06/09/18/2422340/zambia-diserukan-larang-impor-dan-penjualan-celana-dalam-bekas</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/06/09/18/2422340/zambia-diserukan-larang-impor-dan-penjualan-celana-dalam-bekas"/><item><title>Zambia Diserukan Larang Impor dan Penjualan Celana Dalam Bekas</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/06/09/18/2422340/zambia-diserukan-larang-impor-dan-penjualan-celana-dalam-bekas</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/06/09/18/2422340/zambia-diserukan-larang-impor-dan-penjualan-celana-dalam-bekas</guid><pubDate>Rabu 09 Juni 2021 10:45 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/06/09/18/2422340/zambia-diserukan-larang-impor-dan-penjualan-celana-dalam-bekas-6pPaQDbiWu.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Okezone.</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/06/09/18/2422340/zambia-diserukan-larang-impor-dan-penjualan-celana-dalam-bekas-6pPaQDbiWu.jpg</image><title>Foto: Okezone.</title></images><description>LUSAKA - Sebuah organisasi nirlaba di Zambia telah menyerukan larangan impor dan penjualan pakaian dalam bekas.
Nelson Banda, koordinator nasional Jaringan Pria Nasional untuk Gender dan Pembangunan Zambia, mengatakan bahwa pakaian yang populer di kalangan pria dan wanita itu berbahaya bagi kesehatan.
BACA JUGA: Tak Dilamar Setelah 8 Tahun Pacaran, Perempuan Ini Tuntut Kekasih ke Pengadilan
Meskipun penjualan pakaian dalam bekas telah dilarang pada 2017, pejabat tidak pernah menerapkannya. Impor dan penjualan pakaian tersebut terus berlanjut, terutama di ibu kota, Lusaka.
Banda mengatakan pakaian dalam bekas berpotensi menularkan penyakit seperti tifus dan infeksi menular seksual.
&quot;Orang Zambia tidak boleh dikenakan pakaian dalam bekas yang telah dibuang di negara lain karena mereka layak mendapatkan pakaian yang layak,&quot; kata pernyataannya sebagaimana dilansir BBC.
BACA JUGA: 3 Warga China Dibunuh dan Dibakar di Pabrik Zambia, Diduga Terkait Diskriminasi
Dia meminta pihak berwenang untuk melindungi Zambia dan membantu produsen lokal membuat pakaian dalam murah.
Perdagangan pakaian bekas, yang secara lokal dikenal sebagai &quot;salaula&quot;, adalah sumber mata pencaharian bagi banyak orang Zambia yang menganggur.
</description><content:encoded>LUSAKA - Sebuah organisasi nirlaba di Zambia telah menyerukan larangan impor dan penjualan pakaian dalam bekas.
Nelson Banda, koordinator nasional Jaringan Pria Nasional untuk Gender dan Pembangunan Zambia, mengatakan bahwa pakaian yang populer di kalangan pria dan wanita itu berbahaya bagi kesehatan.
BACA JUGA: Tak Dilamar Setelah 8 Tahun Pacaran, Perempuan Ini Tuntut Kekasih ke Pengadilan
Meskipun penjualan pakaian dalam bekas telah dilarang pada 2017, pejabat tidak pernah menerapkannya. Impor dan penjualan pakaian tersebut terus berlanjut, terutama di ibu kota, Lusaka.
Banda mengatakan pakaian dalam bekas berpotensi menularkan penyakit seperti tifus dan infeksi menular seksual.
&quot;Orang Zambia tidak boleh dikenakan pakaian dalam bekas yang telah dibuang di negara lain karena mereka layak mendapatkan pakaian yang layak,&quot; kata pernyataannya sebagaimana dilansir BBC.
BACA JUGA: 3 Warga China Dibunuh dan Dibakar di Pabrik Zambia, Diduga Terkait Diskriminasi
Dia meminta pihak berwenang untuk melindungi Zambia dan membantu produsen lokal membuat pakaian dalam murah.
Perdagangan pakaian bekas, yang secara lokal dikenal sebagai &quot;salaula&quot;, adalah sumber mata pencaharian bagi banyak orang Zambia yang menganggur.
</content:encoded></item></channel></rss>
