<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Israel Izinkan Pawai Sayap Kanan Lewati Lingkungan Muslim Yerusalem</title><description>Keputusan itu diberikan pemerintah Perdana Menteri Benjamin Netanyahu yang kemungkinan akan lengser pekan depan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/06/09/18/2422359/israel-izinkan-pawai-sayap-kanan-lewati-lingkungan-muslim-yerusalem</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/06/09/18/2422359/israel-izinkan-pawai-sayap-kanan-lewati-lingkungan-muslim-yerusalem"/><item><title>Israel Izinkan Pawai Sayap Kanan Lewati Lingkungan Muslim Yerusalem</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/06/09/18/2422359/israel-izinkan-pawai-sayap-kanan-lewati-lingkungan-muslim-yerusalem</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/06/09/18/2422359/israel-izinkan-pawai-sayap-kanan-lewati-lingkungan-muslim-yerusalem</guid><pubDate>Rabu 09 Juni 2021 11:14 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/06/09/18/2422359/israel-izinkan-pawai-sayap-kanan-lewati-lingkungan-muslim-yerusalem-6IUzt6cFOf.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bendera Israel dikibarkan pada parade memperingati Hari Yerusalem di Kota Tua Yerusalem, 10 Mei 2021. (Foto: Reuters) </media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/06/09/18/2422359/israel-izinkan-pawai-sayap-kanan-lewati-lingkungan-muslim-yerusalem-6IUzt6cFOf.jpg</image><title>Bendera Israel dikibarkan pada parade memperingati Hari Yerusalem di Kota Tua Yerusalem, 10 Mei 2021. (Foto: Reuters) </title></images><description>YERUSALEM - Para pejabat Israel mengatakan pada Selasa (8/6/2021) bahwa mereka akan mengizinkan pawai kelompok sayap kanan di Kota Tua Yerusalem untuk digelar pekan depan dengan syarat tertentu. Keputusan itu diambil sehari setelah polisi melarang rute acara tersebut karena khawatir akan menyalakan kembali konflik antara Israel dan militan Palestina di Gaza.
Beberapa kelompok sayap kanan Israel telah merencanakan prosesi pengibaran bendera melalui Gerbang Damaskus Kota Tua yang berdinding dan masuk ke kawasan Muslim pada Kamis (10/6/2021). Rencana itu memicu reaksi dari Hamas di Gaza yang memperingatkan akan konflik baru jika pawai itu dilanjutkan.
BACA JUGA: Parlemen Israel Ambil Suara Sahkan Pemerintahan Baru Pekan Depan, Lengserkan Netanyahu
Kelompok sayap kanan membatalkan pawai Kamis setelah polisi menolak izin mereka. Tetapi setelah pertemuan kabinet Perdana Menteri Benjamin Netanyahu pada Selasa, kantor PM mengatakan para menteri telah menyetujui pawai dapat diadakan minggu depan jika penyelenggara dan polisi mencapai kesepakatan. Masalah utamanya adalah rute.
&quot;Parade akan berlangsung Selasa mendatang (15 Juni) dalam format yang akan disepakati antara polisi dan penyelenggara parade,&quot; kata pernyataan dari kantor Netanyahu sebagaimana dilansir Reuters.
Netanyahu kemungkinan akan kehilangan kekuasaannya pada Minggu (13/6/2021) ketika parlemen Israel dijadwalkan memberikan suara untuk menyetujui pemerintahan baru dari koalisi berbagai partai.
BACA JUGA: Korut Kecam Israel Ubah Gaza Jadi 'Rumah Jagal Manusia', Bantai Anak-anak
Jika pemungutan suara itu berhasil, terserah kepada calon perdana menteri Naftali Bennett dan mitranya pemimpin oposisi Yair Lapid untuk memutuskan apakah akan melanjutkan pawai.
Tal Schneider, seorang reporter politik terkemuka di Israel, mengatakan di Twitter: &quot;Parade bendera telah ditunda hingga 15 Juni, dua hari setelah pemerintah dilantik, yang berarti itu akan membuat Naftali Bennett pusing.&quot;

Ketegangan kemungkinan akan tetap tinggi di Yerusalem, terlepas dari  apakah pawai tersebut akan dilanjutkan atau tidak. Protes telah berkobar  di lingkungan Yerusalem Timur Sheikh Jarrah, di mana keluarga Palestina  menghadapi kemungkinan penggusuran setelah pengadilan Israel menerima  klaim tanah pemukim Yahudi.
Anggota parlemen sayap kanan Itamar Ben-Gvir menolak penundaan pawai  sebagai &quot;penyerahan kepada Hamas,&quot; mengatakan di Twitter bahwa dia masih  akan &quot;tiba pada Kamis di Kota Tua Yerusalem dan berbaris dengan bendera  Israel.&quot;
Pawai asli pada 10 Mei dialihkan kembali pada menit terakhir ketika  ketegangan di Yerusalem menyebabkan Hamas menembakkan roket ke kota suci  itu. Israel menanggapi dengan serangan udara, dan pertempuran lintas  perbatasan paling serius dengan Hamas selama bertahun-tahun berkecamuk  selama 11 hari sebelum gencatan senjata yang rapuh tercapai.
Israel mencaplok Yerusalem Timur, dalam sebuah langkah yang belum  mendapat pengakuan internasional, setelah merebut wilayah itu dalam  perang Timur Tengah 1967. Ia menganggap seluruh Yerusalem sebagai ibu  kotanya.
Palestina ingin Yerusalem Timur menjadi ibu kota negara yang ingin  mereka dirikan di Tepi Barat dan Jalur Gaza yang diduduki Israel.</description><content:encoded>YERUSALEM - Para pejabat Israel mengatakan pada Selasa (8/6/2021) bahwa mereka akan mengizinkan pawai kelompok sayap kanan di Kota Tua Yerusalem untuk digelar pekan depan dengan syarat tertentu. Keputusan itu diambil sehari setelah polisi melarang rute acara tersebut karena khawatir akan menyalakan kembali konflik antara Israel dan militan Palestina di Gaza.
Beberapa kelompok sayap kanan Israel telah merencanakan prosesi pengibaran bendera melalui Gerbang Damaskus Kota Tua yang berdinding dan masuk ke kawasan Muslim pada Kamis (10/6/2021). Rencana itu memicu reaksi dari Hamas di Gaza yang memperingatkan akan konflik baru jika pawai itu dilanjutkan.
BACA JUGA: Parlemen Israel Ambil Suara Sahkan Pemerintahan Baru Pekan Depan, Lengserkan Netanyahu
Kelompok sayap kanan membatalkan pawai Kamis setelah polisi menolak izin mereka. Tetapi setelah pertemuan kabinet Perdana Menteri Benjamin Netanyahu pada Selasa, kantor PM mengatakan para menteri telah menyetujui pawai dapat diadakan minggu depan jika penyelenggara dan polisi mencapai kesepakatan. Masalah utamanya adalah rute.
&quot;Parade akan berlangsung Selasa mendatang (15 Juni) dalam format yang akan disepakati antara polisi dan penyelenggara parade,&quot; kata pernyataan dari kantor Netanyahu sebagaimana dilansir Reuters.
Netanyahu kemungkinan akan kehilangan kekuasaannya pada Minggu (13/6/2021) ketika parlemen Israel dijadwalkan memberikan suara untuk menyetujui pemerintahan baru dari koalisi berbagai partai.
BACA JUGA: Korut Kecam Israel Ubah Gaza Jadi 'Rumah Jagal Manusia', Bantai Anak-anak
Jika pemungutan suara itu berhasil, terserah kepada calon perdana menteri Naftali Bennett dan mitranya pemimpin oposisi Yair Lapid untuk memutuskan apakah akan melanjutkan pawai.
Tal Schneider, seorang reporter politik terkemuka di Israel, mengatakan di Twitter: &quot;Parade bendera telah ditunda hingga 15 Juni, dua hari setelah pemerintah dilantik, yang berarti itu akan membuat Naftali Bennett pusing.&quot;

Ketegangan kemungkinan akan tetap tinggi di Yerusalem, terlepas dari  apakah pawai tersebut akan dilanjutkan atau tidak. Protes telah berkobar  di lingkungan Yerusalem Timur Sheikh Jarrah, di mana keluarga Palestina  menghadapi kemungkinan penggusuran setelah pengadilan Israel menerima  klaim tanah pemukim Yahudi.
Anggota parlemen sayap kanan Itamar Ben-Gvir menolak penundaan pawai  sebagai &quot;penyerahan kepada Hamas,&quot; mengatakan di Twitter bahwa dia masih  akan &quot;tiba pada Kamis di Kota Tua Yerusalem dan berbaris dengan bendera  Israel.&quot;
Pawai asli pada 10 Mei dialihkan kembali pada menit terakhir ketika  ketegangan di Yerusalem menyebabkan Hamas menembakkan roket ke kota suci  itu. Israel menanggapi dengan serangan udara, dan pertempuran lintas  perbatasan paling serius dengan Hamas selama bertahun-tahun berkecamuk  selama 11 hari sebelum gencatan senjata yang rapuh tercapai.
Israel mencaplok Yerusalem Timur, dalam sebuah langkah yang belum  mendapat pengakuan internasional, setelah merebut wilayah itu dalam  perang Timur Tengah 1967. Ia menganggap seluruh Yerusalem sebagai ibu  kotanya.
Palestina ingin Yerusalem Timur menjadi ibu kota negara yang ingin  mereka dirikan di Tepi Barat dan Jalur Gaza yang diduduki Israel.</content:encoded></item></channel></rss>
