<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Alarm Satgas Covid! 13 Daerah Berikut Kondisinya Menghawatirkan, Kudus Paling Parah</title><description>Satgas Penanganan Covid-19 membunyikan alarm penanganan Covid untuk 13 kabupaten/kota.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/06/09/337/2422622/alarm-satgas-covid-13-daerah-berikut-kondisinya-menghawatirkan-kudus-paling-parah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/06/09/337/2422622/alarm-satgas-covid-13-daerah-berikut-kondisinya-menghawatirkan-kudus-paling-parah"/><item><title>Alarm Satgas Covid! 13 Daerah Berikut Kondisinya Menghawatirkan, Kudus Paling Parah</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/06/09/337/2422622/alarm-satgas-covid-13-daerah-berikut-kondisinya-menghawatirkan-kudus-paling-parah</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/06/09/337/2422622/alarm-satgas-covid-13-daerah-berikut-kondisinya-menghawatirkan-kudus-paling-parah</guid><pubDate>Rabu 09 Juni 2021 17:42 WIB</pubDate><dc:creator>Dita Angga R</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/06/09/337/2422622/alarm-satgas-covid-13-daerah-berikut-kondisinya-menghawatirkan-kudus-paling-parah-5TlcghzNXW.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Wiku Adisasmito. (Foto: YouTube BNPB)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/06/09/337/2422622/alarm-satgas-covid-13-daerah-berikut-kondisinya-menghawatirkan-kudus-paling-parah-5TlcghzNXW.jpg</image><title>Wiku Adisasmito. (Foto: YouTube BNPB)</title></images><description>JAKARTA - Satgas Penanganan Covid-19 membunyikan alarm penanganan Covid untuk 13 kabupaten/kota. Rinciannya, 9 kabupaten/kota kondisinya mengkhawatirkan. Sementara 4 kabupaten/kota kondisi waspada.
Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19&amp;nbsp;Wiku&amp;nbsp;Adisasmito&amp;nbsp;mengatakan, kondisi daerah sangat mengkhawatirkan jika&amp;nbsp;kenaikan kasus&amp;nbsp;covid melebihi 100% dan&amp;nbsp;keterisian tempat tidur atau&amp;nbsp;bed occupancy rate&amp;nbsp;(BOR)&amp;nbsp;lebih dari 70%.&amp;nbsp;Menurutnya, keadaan ini menunjukkan bahwa penanganan di wilayah tersebut sudah mulai tidak terkendali.&amp;nbsp;
Baca juga:&amp;nbsp;Klaster Hajatan, 373 Warga Sidodowo Lamongan Di-swab Temukan 96 Orang Positif Covid-19
&amp;ldquo;Dan apabila terus dibiarkan seiring dengan bertambahnya kasus, maka rumah sakit akan penuh dan pasien dengan gejala sedang berat tidak dapat ditangani dengan cepat. Kondisi ini dapat meningkatkan potensi kematian,&amp;rdquo; kata Wiku dalam konfrensi persnya, Rabu, (9/6/2021).&amp;nbsp;
Dia mengatakan bahwa saat ini terdapat&amp;nbsp;kabupaten/kota yang berada dalam situasi yang mengkhawatirkan. Sebanyak 9 daerah mengalami kenaikan kasus&amp;nbsp;lebih dari 100% dan&amp;nbsp;BORnya&amp;nbsp;lebih dari 70%.
&amp;ldquo;Pertama, adalah kudus. Dengan kenaikan kasus bahkan mencapai 7.594%&amp;nbsp;dan&amp;nbsp;BORnya sudah mencapai 90,2%. Yang kedua adalah Jepara dengan kenaikan kasus 685% dan&amp;nbsp;BOR&amp;nbsp;mencapai 88,18%. Yang ketiga adalah Demak dengan kenaikan 370%&amp;nbsp;dan bor mencapai 96,3%,&amp;rdquo; ungkapnya.
Baca juga:&amp;nbsp;Satgas Covid: Pulau Jawa Sumbangkan 52,4% Kasus Nasional Pasca Idul Fitri
Lalu yang keempat adalah Sragen dengan kenaikan kasus 338%&amp;nbsp;dan&amp;nbsp;BORnya&amp;nbsp;mencapai 74,84%. Kemudian yang kelima&amp;nbsp;adalah Bandung dengan kenaikan kasus 261%&amp;nbsp;dan&amp;nbsp;BOR&amp;nbsp;mencapai 82,73%. Sementara&amp;nbsp;keenam adalah kota Cimahi dengan kenaikan kasus 250% dan&amp;nbsp;BOR&amp;nbsp;mencapai 76,6%.
&amp;ldquo;Yang ketujuh&amp;nbsp;adalah Pati dengan kenaikan kasus 205%&amp;nbsp;dan&amp;nbsp;BOR&amp;nbsp;mencapai 89,57%. Yang kedelapan adalah kota Semarang dengan kenaikan kasus 193% dan&amp;nbsp;BOR&amp;nbsp;mencapai 87,95%. Serta yang kesembilan&amp;nbsp;adalah Pasaman Barat dengan kenaikan kasus 157% dan&amp;nbsp;BOR&amp;nbsp;mencapai 75%,&amp;rdquo; sambungnya.Sementara itu 4 daerah lainnya kondisi BORnya sudah di atas 70% tapi peningkatan kasusnya tidak lebih dari 100%. Menurutnya keadaan ini juga patut diwaspadai dan perlu tindak lanjut segera agar tidak semakin parah.
Keempat kabupaten kota tersebut, yang pertama adalah Purwakarta dengan kenaikan kasus 78% dan BORnya mencapai 80,69%. Kedua Bandung Barat dengan kenaikan kasus 64% dan BORnya mencapai 71,77%.
Ketiga Kota Bandung dengan kenaikan kasus 40% dan BORnya mencapai 75,28%.&amp;nbsp;Serta yang terakhir keempat&amp;nbsp;adalah blora dengan kenaikan kasus 13%&amp;nbsp;dan BOR-nya mencapai 76,42%.
Dia ingin agar masing-masing kepala daerah di 13 kabupaten/kota tersebut&amp;nbsp;segera mengambil langkah-langkah perbaikan yang dapat dilakukan.</description><content:encoded>JAKARTA - Satgas Penanganan Covid-19 membunyikan alarm penanganan Covid untuk 13 kabupaten/kota. Rinciannya, 9 kabupaten/kota kondisinya mengkhawatirkan. Sementara 4 kabupaten/kota kondisi waspada.
Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19&amp;nbsp;Wiku&amp;nbsp;Adisasmito&amp;nbsp;mengatakan, kondisi daerah sangat mengkhawatirkan jika&amp;nbsp;kenaikan kasus&amp;nbsp;covid melebihi 100% dan&amp;nbsp;keterisian tempat tidur atau&amp;nbsp;bed occupancy rate&amp;nbsp;(BOR)&amp;nbsp;lebih dari 70%.&amp;nbsp;Menurutnya, keadaan ini menunjukkan bahwa penanganan di wilayah tersebut sudah mulai tidak terkendali.&amp;nbsp;
Baca juga:&amp;nbsp;Klaster Hajatan, 373 Warga Sidodowo Lamongan Di-swab Temukan 96 Orang Positif Covid-19
&amp;ldquo;Dan apabila terus dibiarkan seiring dengan bertambahnya kasus, maka rumah sakit akan penuh dan pasien dengan gejala sedang berat tidak dapat ditangani dengan cepat. Kondisi ini dapat meningkatkan potensi kematian,&amp;rdquo; kata Wiku dalam konfrensi persnya, Rabu, (9/6/2021).&amp;nbsp;
Dia mengatakan bahwa saat ini terdapat&amp;nbsp;kabupaten/kota yang berada dalam situasi yang mengkhawatirkan. Sebanyak 9 daerah mengalami kenaikan kasus&amp;nbsp;lebih dari 100% dan&amp;nbsp;BORnya&amp;nbsp;lebih dari 70%.
&amp;ldquo;Pertama, adalah kudus. Dengan kenaikan kasus bahkan mencapai 7.594%&amp;nbsp;dan&amp;nbsp;BORnya sudah mencapai 90,2%. Yang kedua adalah Jepara dengan kenaikan kasus 685% dan&amp;nbsp;BOR&amp;nbsp;mencapai 88,18%. Yang ketiga adalah Demak dengan kenaikan 370%&amp;nbsp;dan bor mencapai 96,3%,&amp;rdquo; ungkapnya.
Baca juga:&amp;nbsp;Satgas Covid: Pulau Jawa Sumbangkan 52,4% Kasus Nasional Pasca Idul Fitri
Lalu yang keempat adalah Sragen dengan kenaikan kasus 338%&amp;nbsp;dan&amp;nbsp;BORnya&amp;nbsp;mencapai 74,84%. Kemudian yang kelima&amp;nbsp;adalah Bandung dengan kenaikan kasus 261%&amp;nbsp;dan&amp;nbsp;BOR&amp;nbsp;mencapai 82,73%. Sementara&amp;nbsp;keenam adalah kota Cimahi dengan kenaikan kasus 250% dan&amp;nbsp;BOR&amp;nbsp;mencapai 76,6%.
&amp;ldquo;Yang ketujuh&amp;nbsp;adalah Pati dengan kenaikan kasus 205%&amp;nbsp;dan&amp;nbsp;BOR&amp;nbsp;mencapai 89,57%. Yang kedelapan adalah kota Semarang dengan kenaikan kasus 193% dan&amp;nbsp;BOR&amp;nbsp;mencapai 87,95%. Serta yang kesembilan&amp;nbsp;adalah Pasaman Barat dengan kenaikan kasus 157% dan&amp;nbsp;BOR&amp;nbsp;mencapai 75%,&amp;rdquo; sambungnya.Sementara itu 4 daerah lainnya kondisi BORnya sudah di atas 70% tapi peningkatan kasusnya tidak lebih dari 100%. Menurutnya keadaan ini juga patut diwaspadai dan perlu tindak lanjut segera agar tidak semakin parah.
Keempat kabupaten kota tersebut, yang pertama adalah Purwakarta dengan kenaikan kasus 78% dan BORnya mencapai 80,69%. Kedua Bandung Barat dengan kenaikan kasus 64% dan BORnya mencapai 71,77%.
Ketiga Kota Bandung dengan kenaikan kasus 40% dan BORnya mencapai 75,28%.&amp;nbsp;Serta yang terakhir keempat&amp;nbsp;adalah blora dengan kenaikan kasus 13%&amp;nbsp;dan BOR-nya mencapai 76,42%.
Dia ingin agar masing-masing kepala daerah di 13 kabupaten/kota tersebut&amp;nbsp;segera mengambil langkah-langkah perbaikan yang dapat dilakukan.</content:encoded></item></channel></rss>
