<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ganjar Sebut Kasus Covid-19 di Kudus Menurun, Hanya 200-an Per Hari</title><description>Jumlah kasus di daerah itu terus menurun.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/06/09/512/2422495/ganjar-sebut-kasus-covid-19-di-kudus-menurun-hanya-200-an-per-hari</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/06/09/512/2422495/ganjar-sebut-kasus-covid-19-di-kudus-menurun-hanya-200-an-per-hari"/><item><title>Ganjar Sebut Kasus Covid-19 di Kudus Menurun, Hanya 200-an Per Hari</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/06/09/512/2422495/ganjar-sebut-kasus-covid-19-di-kudus-menurun-hanya-200-an-per-hari</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/06/09/512/2422495/ganjar-sebut-kasus-covid-19-di-kudus-menurun-hanya-200-an-per-hari</guid><pubDate>Rabu 09 Juni 2021 15:02 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Budi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/06/09/512/2422495/ganjar-kasus-covid-19-di-kudus-sudah-turun-hanya-200-an-per-hari-fJGxi3KIe7.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ganjar Pranowo. (Foto: Pemprov Jateng)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/06/09/512/2422495/ganjar-kasus-covid-19-di-kudus-sudah-turun-hanya-200-an-per-hari-fJGxi3KIe7.jpg</image><title>Ganjar Pranowo. (Foto: Pemprov Jateng)</title></images><description>SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ganjar Pranowo menyebut penanganan kasus Covid-19 di Kudus sudah mulai membuahkan hasil. Dalam tiga hari terakhir, jumlah kasus di daerah itu terus menurun.
&quot;Dalam tiga hari ini sudah turun (kasus penularan). Kemarin awal-awal itu sehari bisa 300 kasus bahkan lebih. Sekarang turun terus dan hari ini hanya 200-an kasus,&quot; kata Ganjar ditemui di kantornya, Rabu (9/6/2021).
Baca juga:&amp;nbsp;Antrean Vaksinasi di Kantor Gubernur Jateng Membeludak, Ganjar Turun Tangan
Meski begitu, Ganjar meminta semuanya tidak boleh lengah. Pemkab Kudus harus terus meningkatkan tracing dan testing agar penanganan bisa optimal.
&quot;Tidak hanya di Kudus, tapi daerah sekitarnya yang merah-merah itu seperti Pati, Sragen, Demak dan sekitarnya saya minta testing tracingnya jangan kendor. Tingkatkan terus tidak boleh berhenti,&quot; ucapnya.
Ganjar mengatakan, tidak masalah jika dari hasil tracing dan testing itu membuat temuan kasus menjadi lebih banyak. Hal itu justru semakin baik, karena treatment bisa dilakukan lebih baik.
Baca juga:&amp;nbsp;Bambang Pacul Sebut Puan Teh Botol Sosro, Ganjar: Silakan Diminum
&quot;Tingkatkan terus tracing dan testingnya. Ndak apa-apa. Makin banyak kita ketahui, makin bagus kita melakukan treatmennya nanti,&quot; pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jateng, Yulianto Prabowo mengatakan, evakuasi pasien Covid-19 di Kudus ke tempat-tempat isolasi terpusat milik Pemprov Jateng terus dilakukan. Hal itu untuk mengurangi tekanan di rumah sakit-rumah sakit rujukan.
&quot;Sementara kami evakuasi ke Donohudan Boyolali dan BPSDM Srondol. Kalau di sana penuh, kami masih punya banyak tempat lain. Ada STIE Bank Jateng, hotel di Kopeng, Banyumas, dan lainnya,&quot; ucapnya.&amp;nbsp;Namun untuk sementara, pihaknya masih berkonsentrasi di Donohudan dan BPSDM. Sebab di dua lokasi itu, semuanya sudah siap, baik sarana prasarananya hingga tenaga kesehatan.
&quot;Dan dua tempat itu juga masih belum penuh, keterisiannya baru sekitar 50 persen. Sampai tadi siang kami masih evakuasi dari Kudus ke dua tempat itu,&quot; jelasnya.
Disinggung terkait kondisi pasien Covid-19 di Jateng, Yulianto mengatakan mayoritas adalah orang tanpa gejala (OTG). Sehingga tempat isolasi terpusat memang harus disiapkan.&amp;nbsp;
&quot;95 persen itu OTG, yang dirawat itu hanya sekitar 5 persen dari keseluruhan kasus Covid-19,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ganjar Pranowo menyebut penanganan kasus Covid-19 di Kudus sudah mulai membuahkan hasil. Dalam tiga hari terakhir, jumlah kasus di daerah itu terus menurun.
&quot;Dalam tiga hari ini sudah turun (kasus penularan). Kemarin awal-awal itu sehari bisa 300 kasus bahkan lebih. Sekarang turun terus dan hari ini hanya 200-an kasus,&quot; kata Ganjar ditemui di kantornya, Rabu (9/6/2021).
Baca juga:&amp;nbsp;Antrean Vaksinasi di Kantor Gubernur Jateng Membeludak, Ganjar Turun Tangan
Meski begitu, Ganjar meminta semuanya tidak boleh lengah. Pemkab Kudus harus terus meningkatkan tracing dan testing agar penanganan bisa optimal.
&quot;Tidak hanya di Kudus, tapi daerah sekitarnya yang merah-merah itu seperti Pati, Sragen, Demak dan sekitarnya saya minta testing tracingnya jangan kendor. Tingkatkan terus tidak boleh berhenti,&quot; ucapnya.
Ganjar mengatakan, tidak masalah jika dari hasil tracing dan testing itu membuat temuan kasus menjadi lebih banyak. Hal itu justru semakin baik, karena treatment bisa dilakukan lebih baik.
Baca juga:&amp;nbsp;Bambang Pacul Sebut Puan Teh Botol Sosro, Ganjar: Silakan Diminum
&quot;Tingkatkan terus tracing dan testingnya. Ndak apa-apa. Makin banyak kita ketahui, makin bagus kita melakukan treatmennya nanti,&quot; pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jateng, Yulianto Prabowo mengatakan, evakuasi pasien Covid-19 di Kudus ke tempat-tempat isolasi terpusat milik Pemprov Jateng terus dilakukan. Hal itu untuk mengurangi tekanan di rumah sakit-rumah sakit rujukan.
&quot;Sementara kami evakuasi ke Donohudan Boyolali dan BPSDM Srondol. Kalau di sana penuh, kami masih punya banyak tempat lain. Ada STIE Bank Jateng, hotel di Kopeng, Banyumas, dan lainnya,&quot; ucapnya.&amp;nbsp;Namun untuk sementara, pihaknya masih berkonsentrasi di Donohudan dan BPSDM. Sebab di dua lokasi itu, semuanya sudah siap, baik sarana prasarananya hingga tenaga kesehatan.
&quot;Dan dua tempat itu juga masih belum penuh, keterisiannya baru sekitar 50 persen. Sampai tadi siang kami masih evakuasi dari Kudus ke dua tempat itu,&quot; jelasnya.
Disinggung terkait kondisi pasien Covid-19 di Jateng, Yulianto mengatakan mayoritas adalah orang tanpa gejala (OTG). Sehingga tempat isolasi terpusat memang harus disiapkan.&amp;nbsp;
&quot;95 persen itu OTG, yang dirawat itu hanya sekitar 5 persen dari keseluruhan kasus Covid-19,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
