<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> 14 Santri di Surabaya Positif Covid-19, Tertular dari Klaster Bangkalan   </title><description>Sebanyak 14 santri di pondok pesantren (ponpes) Surabaya saat ini dirawat di Rumah Sakit Lapangan Indrapura.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/06/10/519/2423277/14-santri-di-surabaya-positif-covid-19-tertular-dari-klaster-bangkalan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/06/10/519/2423277/14-santri-di-surabaya-positif-covid-19-tertular-dari-klaster-bangkalan"/><item><title> 14 Santri di Surabaya Positif Covid-19, Tertular dari Klaster Bangkalan   </title><link>https://news.okezone.com/read/2021/06/10/519/2423277/14-santri-di-surabaya-positif-covid-19-tertular-dari-klaster-bangkalan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/06/10/519/2423277/14-santri-di-surabaya-positif-covid-19-tertular-dari-klaster-bangkalan</guid><pubDate>Kamis 10 Juni 2021 19:31 WIB</pubDate><dc:creator>Lukman Hakim</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/06/10/519/2423277/14-santri-di-surabaya-positif-covid-19-tertular-dari-klaster-bangkalan-8JIYQTRlfg.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Illustrasi Shutterstock</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/06/10/519/2423277/14-santri-di-surabaya-positif-covid-19-tertular-dari-klaster-bangkalan-8JIYQTRlfg.jpg</image><title>Foto: Illustrasi Shutterstock</title></images><description>SURABAYA &amp;ndash; Sebanyak 14 santri di pondok pesantren (ponpes) Surabaya saat ini dirawat di Rumah Sakit Lapangan Indrapura (RSLI) Surabaya, setelah dinyatakan positif terinfeksi Covid-19. Para santri ini diduga tertular temannya yang berasal dari Kabupaten Bangkalan, Madura.

Penanggungjawab RSLI, dr Dewa Gede Nalendra Djaya Iswara mengatakan, ke-14 santri yang diketahui positif Covid-19 bermula dari 2 santri asal Madura yang  terjaring penyekatan di Jembatan Suramadu. Keduanya lantas di swab antigen dan hasilnya positif Covid-19.

&amp;ldquo;Dua santri itu dinyatakan positif terinfeksi Covid-19 berdasarkan hasil tes swab PCR. Kemudian Satgas Covid-19 melakukan pelacakan terhadap seluruh santri di pesantren tersebut,&amp;rdquo; katanya, Kamis (10/6/2021).
Baca juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;Tekan Penularan Covid-19, Surabaya Tracing Ketat Warga yang Bepergian ke Bangkalan
Setelah terkonfirmasi positif, maka dilakukan pengembangan tracing dan swab PCR kepada semua santri pondok dengan mendapatkan hasil 14 santri dinyatakan positif Covid-19. Meski begitu Nalendra tak mengungkap dari pesantren mana saja mereka berasal.

&amp;ldquo;CT Value dari 14 orang tersebut berada di bawah angka 25. Untuk itu supaya menjadi perhatian khusus bagi semua pihak,&quot; ucapnya.
&amp;nbsp;Baca juga:&amp;nbsp;Kasus Covid-19 Jatim Meningkat, Ketua Satgas: Prokes Itu Kuncinya
Dia menambahkan, sejak 6 Juni 2021, RSLI sudah menerima hasil penyekatan Suramadu maupun kiriman dari Bangkalan. Total yang sudah masuk dari klaster Madura tercatat 82 orang, terdiri 58 laki-laki dan 24 perempuan.

Dari jumlah itu, ada 10 orang nilai CT valuenya antara 25-35. Sedang CT Value di bawah 25 sebanyak 65 orang.

&amp;ldquo;Mengantisipasi adanya varian baru, kami terus mengirimkan sampel untuk mereka-mereka yang patut diduga terpapar varian baru. Sehingga bisa mendapatkan konfirmasi dan validasi dari yang berwenang yaitu ITD dan Balitbangkes Jakarta pusat,&amp;rdquo; katanya.

Lebih jauh dia menyatakan, daya tampung RSLI sebanyak 400 bed. Saat ini terisi 226 pasien. Masih ada space 174 orang. Jika pasien sudah 300- an, sesuai ketentuan WHO dianggap penuh atau 70% kapasitas bed. Jika itu terjadi, akan dilakukan langkah-langkah lanjutan.

&amp;ldquo;Kami juga sudah membantu meminjamkan 50 bed untuk tindak lanjut penanganan kasus Bangkalan dan penyekatan Suramadu,&amp;rdquo; pungkasnya.
</description><content:encoded>SURABAYA &amp;ndash; Sebanyak 14 santri di pondok pesantren (ponpes) Surabaya saat ini dirawat di Rumah Sakit Lapangan Indrapura (RSLI) Surabaya, setelah dinyatakan positif terinfeksi Covid-19. Para santri ini diduga tertular temannya yang berasal dari Kabupaten Bangkalan, Madura.

Penanggungjawab RSLI, dr Dewa Gede Nalendra Djaya Iswara mengatakan, ke-14 santri yang diketahui positif Covid-19 bermula dari 2 santri asal Madura yang  terjaring penyekatan di Jembatan Suramadu. Keduanya lantas di swab antigen dan hasilnya positif Covid-19.

&amp;ldquo;Dua santri itu dinyatakan positif terinfeksi Covid-19 berdasarkan hasil tes swab PCR. Kemudian Satgas Covid-19 melakukan pelacakan terhadap seluruh santri di pesantren tersebut,&amp;rdquo; katanya, Kamis (10/6/2021).
Baca juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;Tekan Penularan Covid-19, Surabaya Tracing Ketat Warga yang Bepergian ke Bangkalan
Setelah terkonfirmasi positif, maka dilakukan pengembangan tracing dan swab PCR kepada semua santri pondok dengan mendapatkan hasil 14 santri dinyatakan positif Covid-19. Meski begitu Nalendra tak mengungkap dari pesantren mana saja mereka berasal.

&amp;ldquo;CT Value dari 14 orang tersebut berada di bawah angka 25. Untuk itu supaya menjadi perhatian khusus bagi semua pihak,&quot; ucapnya.
&amp;nbsp;Baca juga:&amp;nbsp;Kasus Covid-19 Jatim Meningkat, Ketua Satgas: Prokes Itu Kuncinya
Dia menambahkan, sejak 6 Juni 2021, RSLI sudah menerima hasil penyekatan Suramadu maupun kiriman dari Bangkalan. Total yang sudah masuk dari klaster Madura tercatat 82 orang, terdiri 58 laki-laki dan 24 perempuan.

Dari jumlah itu, ada 10 orang nilai CT valuenya antara 25-35. Sedang CT Value di bawah 25 sebanyak 65 orang.

&amp;ldquo;Mengantisipasi adanya varian baru, kami terus mengirimkan sampel untuk mereka-mereka yang patut diduga terpapar varian baru. Sehingga bisa mendapatkan konfirmasi dan validasi dari yang berwenang yaitu ITD dan Balitbangkes Jakarta pusat,&amp;rdquo; katanya.

Lebih jauh dia menyatakan, daya tampung RSLI sebanyak 400 bed. Saat ini terisi 226 pasien. Masih ada space 174 orang. Jika pasien sudah 300- an, sesuai ketentuan WHO dianggap penuh atau 70% kapasitas bed. Jika itu terjadi, akan dilakukan langkah-langkah lanjutan.

&amp;ldquo;Kami juga sudah membantu meminjamkan 50 bed untuk tindak lanjut penanganan kasus Bangkalan dan penyekatan Suramadu,&amp;rdquo; pungkasnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
