<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>800 Klaster Covid-19 Ditemukan di Jakarta, Ini Penjelasan Satgas   </title><description>Dinas Kesehatan DKI Jakarta melaporkan ada 800 klaster penularan Covid-19. Bahkan dari 800 klaster itu</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/06/11/337/2423444/800-klaster-covid-19-ditemukan-di-jakarta-ini-penjelasan-satgas</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/06/11/337/2423444/800-klaster-covid-19-ditemukan-di-jakarta-ini-penjelasan-satgas"/><item><title>800 Klaster Covid-19 Ditemukan di Jakarta, Ini Penjelasan Satgas   </title><link>https://news.okezone.com/read/2021/06/11/337/2423444/800-klaster-covid-19-ditemukan-di-jakarta-ini-penjelasan-satgas</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/06/11/337/2423444/800-klaster-covid-19-ditemukan-di-jakarta-ini-penjelasan-satgas</guid><pubDate>Jum'at 11 Juni 2021 09:01 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/06/11/337/2423444/800-klaster-covid-19-ditemukan-di-jakarta-ini-penjelasan-satgas-lq19c0iHUu.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Covid-19.(Foto:Dok Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/06/11/337/2423444/800-klaster-covid-19-ditemukan-di-jakarta-ini-penjelasan-satgas-lq19c0iHUu.jpg</image><title>Covid-19.(Foto:Dok Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Dinas Kesehatan DKI Jakarta melaporkan ada 800 klaster penularan Covid-19. Bahkan dari 800 klaster itu, lebih dari 1.400 orang ditemukan positif Covid-19.
Ketua Bidang Penanganan Kesehatan Satgas Covid-19, dr Alexander K Ginting menjelaskan, penemuan klaster ini mengartikan jika contact tracing tingkat pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) skala mikro di DKI Jakarta optimal.
&amp;ldquo;Artinya temuan klaster ini karena contact tracing di tingkat PPKM skala mikro berjalan dengan optimal,&amp;rdquo; ungkap Alex dalam keterangan yang diterima, Jumat (11/6/2021).
Sehingga, kata Alex, dengan temuan ini maka para pendatang yang kembali dari luar daerah ataupun yang melakukan perjalanan dan dilakukan karantina. Selain itu, jika ditemukan masyarakat yang reaktif Covid-19 lebih dari lima rumah bisa dilakukan mikro lockdown tingkat RT. &amp;ldquo;Semua pendatang dari luar daerah di karantina, dan RT yang merah dilakukan mikro lockdown,&amp;rdquo; katanya.
Namun, Alex menjelaskan ada beberapa faktor ditemukan banyaknya klaster yang menyebabkan kasus Covid-19 di DKI Jakarta masih tinggi. &amp;ldquo;Pertama, mobilitas masyarakat di saat masa penyekatan pra dan pasca lebaran. Sehingga kasus Covid-19 masih tinggi dan ditemukan klaster Covid-19,&amp;rdquo; tuturnya.
Baca Juga: Waspada! Ivermectin Itu Obat Keras untuk Atasi Infeksi Cacing, Bukan Covid-19
Alex pun mengatakan faktor berikutnya yakni masyarakat juga mulai abai terhadap protokol kesehatan. Bahkan, saat ini mobilitas masyarakat semakin tinggi yang menyebabkan angka positif Covid-19 semakin tinggi dari kumpul-kumpul di keramaian, penyelenggaraan hajatan, bahkan mengunjungi tempat wisata tanpa protokol kesehatan.
&amp;ldquo;Lalu, masyarakat semakin abai terhadap protokol kesehatan. Padahal, pandemi Covid-19 belum usai. Sehingga angka positif Covid-19 masih tinggi. Ini akibat kumpul-kumpul di tempat-tempat umum tanpa protokol kesehatan, pelaksanaan hajatan, wisata tanpa protokol kesehatan juga jadi penyebab tingginya kasus Covid-19,&amp;rdquo; papar Alex.</description><content:encoded>JAKARTA - Dinas Kesehatan DKI Jakarta melaporkan ada 800 klaster penularan Covid-19. Bahkan dari 800 klaster itu, lebih dari 1.400 orang ditemukan positif Covid-19.
Ketua Bidang Penanganan Kesehatan Satgas Covid-19, dr Alexander K Ginting menjelaskan, penemuan klaster ini mengartikan jika contact tracing tingkat pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) skala mikro di DKI Jakarta optimal.
&amp;ldquo;Artinya temuan klaster ini karena contact tracing di tingkat PPKM skala mikro berjalan dengan optimal,&amp;rdquo; ungkap Alex dalam keterangan yang diterima, Jumat (11/6/2021).
Sehingga, kata Alex, dengan temuan ini maka para pendatang yang kembali dari luar daerah ataupun yang melakukan perjalanan dan dilakukan karantina. Selain itu, jika ditemukan masyarakat yang reaktif Covid-19 lebih dari lima rumah bisa dilakukan mikro lockdown tingkat RT. &amp;ldquo;Semua pendatang dari luar daerah di karantina, dan RT yang merah dilakukan mikro lockdown,&amp;rdquo; katanya.
Namun, Alex menjelaskan ada beberapa faktor ditemukan banyaknya klaster yang menyebabkan kasus Covid-19 di DKI Jakarta masih tinggi. &amp;ldquo;Pertama, mobilitas masyarakat di saat masa penyekatan pra dan pasca lebaran. Sehingga kasus Covid-19 masih tinggi dan ditemukan klaster Covid-19,&amp;rdquo; tuturnya.
Baca Juga: Waspada! Ivermectin Itu Obat Keras untuk Atasi Infeksi Cacing, Bukan Covid-19
Alex pun mengatakan faktor berikutnya yakni masyarakat juga mulai abai terhadap protokol kesehatan. Bahkan, saat ini mobilitas masyarakat semakin tinggi yang menyebabkan angka positif Covid-19 semakin tinggi dari kumpul-kumpul di keramaian, penyelenggaraan hajatan, bahkan mengunjungi tempat wisata tanpa protokol kesehatan.
&amp;ldquo;Lalu, masyarakat semakin abai terhadap protokol kesehatan. Padahal, pandemi Covid-19 belum usai. Sehingga angka positif Covid-19 masih tinggi. Ini akibat kumpul-kumpul di tempat-tempat umum tanpa protokol kesehatan, pelaksanaan hajatan, wisata tanpa protokol kesehatan juga jadi penyebab tingginya kasus Covid-19,&amp;rdquo; papar Alex.</content:encoded></item></channel></rss>
