<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sumut Peringkat 2 Provinsi Terkorup di Indonesia, Gubernur Edy Rahmayadi Malu   </title><description>Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi menyatakan, peringkat Sumut sebagai provinsi terkorup mengalami kenaikan</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/06/11/340/2423576/sumut-peringkat-2-provinsi-terkorup-di-indonesia-gubernur-edy-rahmayadi-malu</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/06/11/340/2423576/sumut-peringkat-2-provinsi-terkorup-di-indonesia-gubernur-edy-rahmayadi-malu"/><item><title>Sumut Peringkat 2 Provinsi Terkorup di Indonesia, Gubernur Edy Rahmayadi Malu   </title><link>https://news.okezone.com/read/2021/06/11/340/2423576/sumut-peringkat-2-provinsi-terkorup-di-indonesia-gubernur-edy-rahmayadi-malu</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/06/11/340/2423576/sumut-peringkat-2-provinsi-terkorup-di-indonesia-gubernur-edy-rahmayadi-malu</guid><pubDate>Jum'at 11 Juni 2021 13:09 WIB</pubDate><dc:creator>Ahmad Ridwan Nasution</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/06/11/340/2423576/sumut-peringkat-2-provinsi-terkorup-di-indonesia-gubernur-edy-rahmayadi-malu-SZJH796AiZ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi korupsi.(Foto:Dok Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/06/11/340/2423576/sumut-peringkat-2-provinsi-terkorup-di-indonesia-gubernur-edy-rahmayadi-malu-SZJH796AiZ.jpg</image><title>Ilustrasi korupsi.(Foto:Dok Okezone)</title></images><description>MEDAN - Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi menyatakan, peringkat Sumut sebagai provinsi terkorup mengalami kenaikan pada tahun ini.
Sebelumnya, Sumut menempati posisi ketiga daerah terkorup, kemudian saat ini menempati posisi kedua.
Peringkat Sumut sebagai daerah dengan peringkat kedua terkorup di indonesia berdasarkan informasi dari KPK. Gubernur Edy Rahmayadi mengaku malu atas peringkat yang diperoleh daerah yang dipimpinnya.
Edy menyatakan, meningkatnya peringkat Sumut disebabkan banyaknya pejabat yang berurusan dengan hukum.
Baca Juga: 82,3% Calon Kepala Daerah Punya Donatur, Firli : Jangan Korupsi demi Balas Budi
Tindakan para pejabat yang terjaring oleh KPK, dinilai telah mencoreng nama baik Sumut. Selain itu, tindakan oknum pejabat tersebut juga membuat malu seluruh masyarakat Sumut.
&quot;Saya mengimbau kepada selurh pejabat agar bersama sama memperbaiki nama baik Sumut. Pejabat pemerintahan tidak memiliki hak atas uang rakyat, di mana kasus di Sumut banyak berkaitan dengan korupsi pengadaan barang dan jasa serta jual beli jabatan,&quot; tukas Gubernudr Edy.</description><content:encoded>MEDAN - Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi menyatakan, peringkat Sumut sebagai provinsi terkorup mengalami kenaikan pada tahun ini.
Sebelumnya, Sumut menempati posisi ketiga daerah terkorup, kemudian saat ini menempati posisi kedua.
Peringkat Sumut sebagai daerah dengan peringkat kedua terkorup di indonesia berdasarkan informasi dari KPK. Gubernur Edy Rahmayadi mengaku malu atas peringkat yang diperoleh daerah yang dipimpinnya.
Edy menyatakan, meningkatnya peringkat Sumut disebabkan banyaknya pejabat yang berurusan dengan hukum.
Baca Juga: 82,3% Calon Kepala Daerah Punya Donatur, Firli : Jangan Korupsi demi Balas Budi
Tindakan para pejabat yang terjaring oleh KPK, dinilai telah mencoreng nama baik Sumut. Selain itu, tindakan oknum pejabat tersebut juga membuat malu seluruh masyarakat Sumut.
&quot;Saya mengimbau kepada selurh pejabat agar bersama sama memperbaiki nama baik Sumut. Pejabat pemerintahan tidak memiliki hak atas uang rakyat, di mana kasus di Sumut banyak berkaitan dengan korupsi pengadaan barang dan jasa serta jual beli jabatan,&quot; tukas Gubernudr Edy.</content:encoded></item></channel></rss>
