<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kisah La Peregrina, Mutiara Paling Terkenal di Dunia</title><description>La Peregrina memilki perjalanan panbjang yang unik.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/06/12/18/2424139/kisah-la-peregrina-mutiara-paling-terkenal-di-dunia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/06/12/18/2424139/kisah-la-peregrina-mutiara-paling-terkenal-di-dunia"/><item><title>Kisah La Peregrina, Mutiara Paling Terkenal di Dunia</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/06/12/18/2424139/kisah-la-peregrina-mutiara-paling-terkenal-di-dunia</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/06/12/18/2424139/kisah-la-peregrina-mutiara-paling-terkenal-di-dunia</guid><pubDate>Sabtu 12 Juni 2021 15:18 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi BBC Indonesia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/06/12/18/2424139/kisah-la-peregrina-mutiara-paling-terkenal-di-dunia-lxX19gsEFx.jpg" expression="full" type="image/jpeg">La Peregrina, mutiara paling terkenal di dunia. (Foto: AFP via Getty Images)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/06/12/18/2424139/kisah-la-peregrina-mutiara-paling-terkenal-di-dunia-lxX19gsEFx.jpg</image><title>La Peregrina, mutiara paling terkenal di dunia. (Foto: AFP via Getty Images)</title></images><description>KALA itu, pada musim semi 1969 di sebuah apartemen mewah di lantai atas Caesar's Palace di Las Vegas, aktris legendaris Elizabeth Taylor berada dalam kepanikan yang membabi-buta.
Perhiasan yang paling dicintainya, mutiara alami berbentuk tetesan air sepanjang 25,5 milimeter yang baru saja dibelikan oleh suaminya, Richard Burton, lenyap.
Mutiara yang dimaksud - dikenal sebagai La Peregrina - adalah salah satu mutiara yang paling terkenal dalam sejarah dunia, dihargai karena ukurannya, bentuknya yang sempurna, dan asal-usulnya yang mengesankan.
BACA JUGA: Dukung Kamala Harris, Suporter Siap Pakai Mutiara di Hari Pelantikannya
Sebelum diempu oleh Elizabeth Taylor, La Peregrina secara silih berganti dimiliki oleh beberapa dinasti paling kuat dalam sejarah Eropa.
Mutiara ini juga tampil dalam lukisan potret karya sejumlah seniman, termasuk Peter Paul Rubens dan Diego Vel&amp;aacute;zquez.
Dalam kepanikan, Taylor berlutut, menjelajahi setiap bagian karpet apartemennya yang mewah, namun semua upayanya sia-sia.
Dia kemudian melihat salah satu anjing ras Pekinese yang ia pelihara sedang mengunyah sesuatu.
BACA JUGA: Ini Bedanya Perhiasan Mutiara Air Laut dengan Air Tawar
&quot;Saya dengan santai membuka mulut anak anjing itu&quot;, tulisnya dalam bukunya Elizabeth Taylor: My Love Affair with Jewellery, &quot;dan di dalam mulutnya ada mutiara paling sempurna di dunia.&quot;
Kisah hidup La Peregrina yang indah membuka pintu untuk menguak peran penting yang dimainkan mutiara itu dalam budaya manusia sebagai penanda keindahan, kekuatan, dan kekayaan.
Foto-foto Elizabeth Taylor acap kali menangkap hasratnya akan mutiara alami.


Mutiara identik dengan glamor dan ketenaran pada 1950-an dan 1960-an,  dikenakan oleh para perempuan seperti Coco Chanel, Jackie Kennedy dan  Marilyn Monroe: para selebritas aristrokat pada abad ke-20.
Tetapi signifikansi mutiara dalam budaya bisa ditarik jauh ke  belakang dalam sejarah: diyakini bahwa bukti paling awal perburuan  mutiara berasal dari tahun 5000-an Sebelum Masehi (SM) di berbagai situs  di pantai Samudra Hindia.

Elizabeth Taylor menjadi salah satu pemilik La Peregrina.
Obsesi terhadap mutiara memicu terciptanya jaringan perdagangan  tertua di dunia yang menghubungkan pusat mutiara di pantai India, Sri  Lanka, Teluk Persia dan Laut Merah dengan kota-kota kuno di dunia.
Mutiara dianggap melambangkan Aphrodite, dewi cinta Yunani, yang diyakini lahir dari laut.
Aprhodite sering digambarkan muncul dari cangkang atau mengenakan  anting-anting mutiara dalam seni Romawi, seperti dalam lukisan dinding  Pompeii yang berasal dari abad ke-1 Masehi.
Sepasang mutiara dan kecantikan ideal ditempa sangat awal dalam sejarah seni.
Bangsa Romawi bisa dibilang sangat fanatik terhadap mutiara. Pada  abad ke-1 SM, Pliny the Elder menggambarkan bagaimana &quot;peringkat teratas  dari semua hal yang berharga dipegang oleh mutiara&quot;.
Potret mumi yang ditemukan di cekungan Faiyum yang diduga hidup di    masa Mesir Romawi, menunjukkan hasrat pada kalung dan anting mutiara,    kendati mungkin yang dimiliki orang-orang pada masa itu hanyalah mutiara    palsu yang dibuat dari perak dan kaca.Adapun, mutiara yang asli bernilai sangat tinggi sehingga seorang   jenderal Romawi pada abad ke-1 M, menurut Suetonius, dapat mendanai   ekspedisi militer dengan menjual salah satu mutiara ibunya saja.
Suetonius juga mengeklaim bahwa invasi Romawi ke Inggris diilhami   oleh kabar keberadaan situs mutiara di sungai negara barbar tersebut.

Simbol suci
Bahkan agama dibentuk oleh mutiara. Tamsil tentang Mutiara dalam   Injil Matius menampilkan apa yang seharusnya menjadi pemandangan umum di   dunia Romawi: seorang pedagang mutiara.
Cerita ajaran moral itu mencatat perbandingan antara mutiara dengan   surga yang diutarakan oleh Yesus: &quot;Kerajaan surga adalah seperti seorang   pedagang yang mencari mutiara yang bagus. Ketika ia menemukan mutiara   yang sangat berharga, ia pergi dan menjual semua yang dia miliki dan   membelinya.&quot;
Kelangkaan bentuk dan warna yang murni dari mutiara juga membuatnya menjadi simbol yang tepat untuk Yesus.
Namun penulis-penulis Kristen awal seperti Ephraim dari Suriah,   Origenes dan Clement dari Alexandria secara terbuka mengkritik   orang-orang yang melihat mutiara hanya sebagai perhiasan dan kehilangan   makna Kristen mereka yang sebenarnya.
Namun demikian, pada akhir Abad Pertengahan dan Renaisans, mutiara   menghiasi salib yang berfungsi sebagai simbol kemurnian Kristus dan   Perawan Maria.
Kekayaan, keindahan, dan kemurnian spiritual: ini semua adalah   kualitas yang diasosiasikan dengan mutiara ketika La Peregrina - salah   satu mutiara terbesar -ditemukan di Teluk Panama pada akhir tahun   1500-an.

Fakta bahwa mutiara itu langsung dikirim ke Raja Philip II dari    Spanyol berbicara banyak tentang geopolitik global pada periode    Renaisans, dan menunjukkan asosiasi lain yang dimiliki mutiara dalam    seni.
Penaklukan Spanyol dan kolonisasi bagian Dunia Baru dimulai dengan penemuan Cristopher Columbus di akhir 1400-an.
Faktanya, penemuan penting pertama yang dia buat di tanah baru ini adalah kumpulan mutiara yang mengesankan.
Menggaungkan motivasi Romawi untuk ekspansi ke Inggris, Spanyol    didorong untuk berkomitmen pada kolonisasi besar-besaran karena Amerika    tampaknya merupakan harta karun mutiara.
Jadi, ketika Anda melihat potret seorang Romawi yang mengenakan    mutiara - seperti halnya ketika Anda melihat La Peregrina dalam beberapa    potret keluarga monarki Spanyol yang memilikinya - perhiasan itu tak    hanya menandakan keindahan atau kemurnian.
Namun juga melambangkan koloni eksotik yang menghasilkan uang dan kekuatan tak terukur yang diperoleh melalui imperialisme.
Salah satu contohnya adalah lukisan potret Ratu Spanyol, Margaret    dari Austria (istri Raja Philip III) oleh Juan Pantoja de la Cruz yang    berpose dengan La Peregrina bertengger dengan bangga di dadanya.
Hal ini mirip dengan lukisan Ratu Elizabeth dari Prancis (istri Raja    Philip IV), yang berpose dengan Le Peregrina menghiasi telinganya.
La Peregrina telah dijadikan Permata Mahkota Spanyol, jadi mutiara itu juga merupakan simbol garis keturunan kerajaan.
Disebut-sebut sebagai harta takhta Mahkota Spanyol dalam berbagai     memoar abad ke-17, termasuk memoar oleh Duke of Saint-Simon dari Prancis     dan Mademoiselle de Montpensier, yang mencatat Raja Philip IV dari     Spanyol memakainya dengan anggun di topinya pada saat pesta pernikahan     putrinya, Maria Theresa dengan Raja Louis XIV dari Prancis.
Dalam lukisan potret karya Cruz, Vel&amp;aacute;zquez, dan Rubens, semua perempuan tampak agak kaku, formal, dan tidak ekspresif.

Girl with Pearl Earring karya Jan Vermeer menampilkan anting-anting mutiara La Peregrina..
Ini karena batasan yang telah diberlakukan untuk lukisan potret     monarki Spanyol - mereka harus membatasi diri pada repertoar pose yang     terbatas dan tidak boleh tersenyum.
Perhiasan seperti La Peregrina, harus mengangkat beban berat,     melambangkan kemewahan dan kebajikan para perempuan yang ditampilkan     dalam potret-potret ini.
Mutiara lain dengan bentuk tetesan yang mirip dengan La Peregrina dimiliki oleh Ratu Mary Tudor di pertengahan tahun 1500-an.
Lukisan potret dirinya pada tahun 1554 oleh Hans Eworth, yang     menunjukkan mutiara itu secara mencolok, dimiliki oleh Elizabeth Taylor     dan Richard Burton.
Mutiara paling terkenal dalam sejarah seni tidak diragukan lagi      adalah mutiara yang dikenakan di seorang gadis dalam lukisan karya Jan      Vermeer, Girl with a Pearl Earring (1665), yang ukurannya hampir sama      dengan La Peregrina.
Namun, tidak mungkin Vermeer yang miskin bisa mendapatkan akses ke      mutiara itu. Oleh karena itu, mutiara dalam lukisannya pastilah   imajiner    atau mutiara palsu yang terbuat dari kaca yang dipernis.
Vermeer memang memasukkan mutiara dalam sebagian besar lukisannya,      biasanya sebagai tanda kekayaan dan status, tetapi kadang-kadang ada      subteks tentang keagamaan, seperti lukisan Allegory of the Catholic      Faith (1670).
Dalam lukisan itu, mutiara menjadi referensi untuk kemurnian suci. -      subjek yang disayangi hati sang seniman, yang adalah seorang Katolik    di   negara yang mayoritas Protestan.

Pengembaraan La Peregrina
La Peregrina yang asli tetap menjadi milik keluarga kerajaan Spanyol sampai awal 1800-an.
Pada tahun 1808, Napoleon Bonaparte dari Prancis menyerbu Spanyol dan      menunjuk saudaranya, Joseph Bonaparte, menduduki takhta Spanyol.
Ketika Prancis diusir dari Spanyol pada tahun 1813, Joseph membawa      mutiara itu kembali ke Prancis dan memberikannya kepada saudara   iparnya,    Hortense de Beauharnais.
Mutiara itu kemudian diwariskan kepada putranya, Charles Louis      Napoleon Bonaparte, yang nantinya menjadi Napoleon III, Presiden dan      Kaisar Prancis pada pertengahan 1800-an.
Ketika Napoleon III memerlukan uang, ia kemudian menjualnya kepada James Hamilton, Duke of Abercorn dari Inggris.
Istri Hamilton, Louisa, dilaporkan mengalami kepanikan yang sama seperti Elizabeth Taylor.
Ia beberapa kali kehilangan La Peregrina dalam berbagai acara sosial, termasuk di antara bantal di sofa di Istana Buckingham.
Mutiara itu tetap menjadi milik Dukes of Abercorn, hingga akhirnya       dibeli oleh Richard Burton dengan nilai US$37.000, atau sekitar Rp  528      juta, dalam sebuah lelang pada 1969.
Setelah mengambilnya dari mulut anjing Pekinese-nya, La Peregrina menjadi salah satu barang berharga milik Elizabeth Taylor.
La Peregrina kemudian diabadikan dalam budaya visual ketika menghiasi       leher Taylor dalam berbagai foto dan film ikonik termasuk Anne of    the    Thousand Days (1969).
Pada bulan Desember 2011, setelah kematian Taylor, La Peregrina       dijual dalam sebuah lelang dengan nilai US$11,8 juta, atau sekitar Rp168       miliar kepada pembeli anonim.
Rata-rata, hanya satu dari 10.000 tiram yang akan menghasilkan mutiara dengan nilai sedang.
Peluang untuk menghasilkan satu mutiara dengan skala dan kesempurnaan yang dimiliki La Peregrina tak bisa diperkirakan.
Dalam bahasa Spanyol, La Peregrina berarti &quot;Pengembara&quot; dan        pengembaraan keajaiban alam ini, dari tempat tidur tiram Teluk Panama        melalui tangan beberapa individu paling bergengsi dalam sejarah   dunia,      adalah pengingat akan arti mutiara bagi orang yang berbeda   selama   ini.
Mutiara bukan hanya hiasan, namun juga berbicara kepada kita tentang        imperialisme, kekuasaan, kekayaan, kemurnian spiritual dan   pemahaman      kita tentang keindahan tertinggi.</description><content:encoded>KALA itu, pada musim semi 1969 di sebuah apartemen mewah di lantai atas Caesar's Palace di Las Vegas, aktris legendaris Elizabeth Taylor berada dalam kepanikan yang membabi-buta.
Perhiasan yang paling dicintainya, mutiara alami berbentuk tetesan air sepanjang 25,5 milimeter yang baru saja dibelikan oleh suaminya, Richard Burton, lenyap.
Mutiara yang dimaksud - dikenal sebagai La Peregrina - adalah salah satu mutiara yang paling terkenal dalam sejarah dunia, dihargai karena ukurannya, bentuknya yang sempurna, dan asal-usulnya yang mengesankan.
BACA JUGA: Dukung Kamala Harris, Suporter Siap Pakai Mutiara di Hari Pelantikannya
Sebelum diempu oleh Elizabeth Taylor, La Peregrina secara silih berganti dimiliki oleh beberapa dinasti paling kuat dalam sejarah Eropa.
Mutiara ini juga tampil dalam lukisan potret karya sejumlah seniman, termasuk Peter Paul Rubens dan Diego Vel&amp;aacute;zquez.
Dalam kepanikan, Taylor berlutut, menjelajahi setiap bagian karpet apartemennya yang mewah, namun semua upayanya sia-sia.
Dia kemudian melihat salah satu anjing ras Pekinese yang ia pelihara sedang mengunyah sesuatu.
BACA JUGA: Ini Bedanya Perhiasan Mutiara Air Laut dengan Air Tawar
&quot;Saya dengan santai membuka mulut anak anjing itu&quot;, tulisnya dalam bukunya Elizabeth Taylor: My Love Affair with Jewellery, &quot;dan di dalam mulutnya ada mutiara paling sempurna di dunia.&quot;
Kisah hidup La Peregrina yang indah membuka pintu untuk menguak peran penting yang dimainkan mutiara itu dalam budaya manusia sebagai penanda keindahan, kekuatan, dan kekayaan.
Foto-foto Elizabeth Taylor acap kali menangkap hasratnya akan mutiara alami.


Mutiara identik dengan glamor dan ketenaran pada 1950-an dan 1960-an,  dikenakan oleh para perempuan seperti Coco Chanel, Jackie Kennedy dan  Marilyn Monroe: para selebritas aristrokat pada abad ke-20.
Tetapi signifikansi mutiara dalam budaya bisa ditarik jauh ke  belakang dalam sejarah: diyakini bahwa bukti paling awal perburuan  mutiara berasal dari tahun 5000-an Sebelum Masehi (SM) di berbagai situs  di pantai Samudra Hindia.

Elizabeth Taylor menjadi salah satu pemilik La Peregrina.
Obsesi terhadap mutiara memicu terciptanya jaringan perdagangan  tertua di dunia yang menghubungkan pusat mutiara di pantai India, Sri  Lanka, Teluk Persia dan Laut Merah dengan kota-kota kuno di dunia.
Mutiara dianggap melambangkan Aphrodite, dewi cinta Yunani, yang diyakini lahir dari laut.
Aprhodite sering digambarkan muncul dari cangkang atau mengenakan  anting-anting mutiara dalam seni Romawi, seperti dalam lukisan dinding  Pompeii yang berasal dari abad ke-1 Masehi.
Sepasang mutiara dan kecantikan ideal ditempa sangat awal dalam sejarah seni.
Bangsa Romawi bisa dibilang sangat fanatik terhadap mutiara. Pada  abad ke-1 SM, Pliny the Elder menggambarkan bagaimana &quot;peringkat teratas  dari semua hal yang berharga dipegang oleh mutiara&quot;.
Potret mumi yang ditemukan di cekungan Faiyum yang diduga hidup di    masa Mesir Romawi, menunjukkan hasrat pada kalung dan anting mutiara,    kendati mungkin yang dimiliki orang-orang pada masa itu hanyalah mutiara    palsu yang dibuat dari perak dan kaca.Adapun, mutiara yang asli bernilai sangat tinggi sehingga seorang   jenderal Romawi pada abad ke-1 M, menurut Suetonius, dapat mendanai   ekspedisi militer dengan menjual salah satu mutiara ibunya saja.
Suetonius juga mengeklaim bahwa invasi Romawi ke Inggris diilhami   oleh kabar keberadaan situs mutiara di sungai negara barbar tersebut.

Simbol suci
Bahkan agama dibentuk oleh mutiara. Tamsil tentang Mutiara dalam   Injil Matius menampilkan apa yang seharusnya menjadi pemandangan umum di   dunia Romawi: seorang pedagang mutiara.
Cerita ajaran moral itu mencatat perbandingan antara mutiara dengan   surga yang diutarakan oleh Yesus: &quot;Kerajaan surga adalah seperti seorang   pedagang yang mencari mutiara yang bagus. Ketika ia menemukan mutiara   yang sangat berharga, ia pergi dan menjual semua yang dia miliki dan   membelinya.&quot;
Kelangkaan bentuk dan warna yang murni dari mutiara juga membuatnya menjadi simbol yang tepat untuk Yesus.
Namun penulis-penulis Kristen awal seperti Ephraim dari Suriah,   Origenes dan Clement dari Alexandria secara terbuka mengkritik   orang-orang yang melihat mutiara hanya sebagai perhiasan dan kehilangan   makna Kristen mereka yang sebenarnya.
Namun demikian, pada akhir Abad Pertengahan dan Renaisans, mutiara   menghiasi salib yang berfungsi sebagai simbol kemurnian Kristus dan   Perawan Maria.
Kekayaan, keindahan, dan kemurnian spiritual: ini semua adalah   kualitas yang diasosiasikan dengan mutiara ketika La Peregrina - salah   satu mutiara terbesar -ditemukan di Teluk Panama pada akhir tahun   1500-an.

Fakta bahwa mutiara itu langsung dikirim ke Raja Philip II dari    Spanyol berbicara banyak tentang geopolitik global pada periode    Renaisans, dan menunjukkan asosiasi lain yang dimiliki mutiara dalam    seni.
Penaklukan Spanyol dan kolonisasi bagian Dunia Baru dimulai dengan penemuan Cristopher Columbus di akhir 1400-an.
Faktanya, penemuan penting pertama yang dia buat di tanah baru ini adalah kumpulan mutiara yang mengesankan.
Menggaungkan motivasi Romawi untuk ekspansi ke Inggris, Spanyol    didorong untuk berkomitmen pada kolonisasi besar-besaran karena Amerika    tampaknya merupakan harta karun mutiara.
Jadi, ketika Anda melihat potret seorang Romawi yang mengenakan    mutiara - seperti halnya ketika Anda melihat La Peregrina dalam beberapa    potret keluarga monarki Spanyol yang memilikinya - perhiasan itu tak    hanya menandakan keindahan atau kemurnian.
Namun juga melambangkan koloni eksotik yang menghasilkan uang dan kekuatan tak terukur yang diperoleh melalui imperialisme.
Salah satu contohnya adalah lukisan potret Ratu Spanyol, Margaret    dari Austria (istri Raja Philip III) oleh Juan Pantoja de la Cruz yang    berpose dengan La Peregrina bertengger dengan bangga di dadanya.
Hal ini mirip dengan lukisan Ratu Elizabeth dari Prancis (istri Raja    Philip IV), yang berpose dengan Le Peregrina menghiasi telinganya.
La Peregrina telah dijadikan Permata Mahkota Spanyol, jadi mutiara itu juga merupakan simbol garis keturunan kerajaan.
Disebut-sebut sebagai harta takhta Mahkota Spanyol dalam berbagai     memoar abad ke-17, termasuk memoar oleh Duke of Saint-Simon dari Prancis     dan Mademoiselle de Montpensier, yang mencatat Raja Philip IV dari     Spanyol memakainya dengan anggun di topinya pada saat pesta pernikahan     putrinya, Maria Theresa dengan Raja Louis XIV dari Prancis.
Dalam lukisan potret karya Cruz, Vel&amp;aacute;zquez, dan Rubens, semua perempuan tampak agak kaku, formal, dan tidak ekspresif.

Girl with Pearl Earring karya Jan Vermeer menampilkan anting-anting mutiara La Peregrina..
Ini karena batasan yang telah diberlakukan untuk lukisan potret     monarki Spanyol - mereka harus membatasi diri pada repertoar pose yang     terbatas dan tidak boleh tersenyum.
Perhiasan seperti La Peregrina, harus mengangkat beban berat,     melambangkan kemewahan dan kebajikan para perempuan yang ditampilkan     dalam potret-potret ini.
Mutiara lain dengan bentuk tetesan yang mirip dengan La Peregrina dimiliki oleh Ratu Mary Tudor di pertengahan tahun 1500-an.
Lukisan potret dirinya pada tahun 1554 oleh Hans Eworth, yang     menunjukkan mutiara itu secara mencolok, dimiliki oleh Elizabeth Taylor     dan Richard Burton.
Mutiara paling terkenal dalam sejarah seni tidak diragukan lagi      adalah mutiara yang dikenakan di seorang gadis dalam lukisan karya Jan      Vermeer, Girl with a Pearl Earring (1665), yang ukurannya hampir sama      dengan La Peregrina.
Namun, tidak mungkin Vermeer yang miskin bisa mendapatkan akses ke      mutiara itu. Oleh karena itu, mutiara dalam lukisannya pastilah   imajiner    atau mutiara palsu yang terbuat dari kaca yang dipernis.
Vermeer memang memasukkan mutiara dalam sebagian besar lukisannya,      biasanya sebagai tanda kekayaan dan status, tetapi kadang-kadang ada      subteks tentang keagamaan, seperti lukisan Allegory of the Catholic      Faith (1670).
Dalam lukisan itu, mutiara menjadi referensi untuk kemurnian suci. -      subjek yang disayangi hati sang seniman, yang adalah seorang Katolik    di   negara yang mayoritas Protestan.

Pengembaraan La Peregrina
La Peregrina yang asli tetap menjadi milik keluarga kerajaan Spanyol sampai awal 1800-an.
Pada tahun 1808, Napoleon Bonaparte dari Prancis menyerbu Spanyol dan      menunjuk saudaranya, Joseph Bonaparte, menduduki takhta Spanyol.
Ketika Prancis diusir dari Spanyol pada tahun 1813, Joseph membawa      mutiara itu kembali ke Prancis dan memberikannya kepada saudara   iparnya,    Hortense de Beauharnais.
Mutiara itu kemudian diwariskan kepada putranya, Charles Louis      Napoleon Bonaparte, yang nantinya menjadi Napoleon III, Presiden dan      Kaisar Prancis pada pertengahan 1800-an.
Ketika Napoleon III memerlukan uang, ia kemudian menjualnya kepada James Hamilton, Duke of Abercorn dari Inggris.
Istri Hamilton, Louisa, dilaporkan mengalami kepanikan yang sama seperti Elizabeth Taylor.
Ia beberapa kali kehilangan La Peregrina dalam berbagai acara sosial, termasuk di antara bantal di sofa di Istana Buckingham.
Mutiara itu tetap menjadi milik Dukes of Abercorn, hingga akhirnya       dibeli oleh Richard Burton dengan nilai US$37.000, atau sekitar Rp  528      juta, dalam sebuah lelang pada 1969.
Setelah mengambilnya dari mulut anjing Pekinese-nya, La Peregrina menjadi salah satu barang berharga milik Elizabeth Taylor.
La Peregrina kemudian diabadikan dalam budaya visual ketika menghiasi       leher Taylor dalam berbagai foto dan film ikonik termasuk Anne of    the    Thousand Days (1969).
Pada bulan Desember 2011, setelah kematian Taylor, La Peregrina       dijual dalam sebuah lelang dengan nilai US$11,8 juta, atau sekitar Rp168       miliar kepada pembeli anonim.
Rata-rata, hanya satu dari 10.000 tiram yang akan menghasilkan mutiara dengan nilai sedang.
Peluang untuk menghasilkan satu mutiara dengan skala dan kesempurnaan yang dimiliki La Peregrina tak bisa diperkirakan.
Dalam bahasa Spanyol, La Peregrina berarti &quot;Pengembara&quot; dan        pengembaraan keajaiban alam ini, dari tempat tidur tiram Teluk Panama        melalui tangan beberapa individu paling bergengsi dalam sejarah   dunia,      adalah pengingat akan arti mutiara bagi orang yang berbeda   selama   ini.
Mutiara bukan hanya hiasan, namun juga berbicara kepada kita tentang        imperialisme, kekuasaan, kekayaan, kemurnian spiritual dan   pemahaman      kita tentang keindahan tertinggi.</content:encoded></item></channel></rss>
