<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Cerita Adhyaksa Dault Bersahabat dengan Pendemonya saat Jadi Menteri</title><description>Dalam keterbatasan tersebut, mantan Ketua Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka pun sukses memimpin.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/06/13/337/2424442/cerita-adhyaksa-dault-bersahabat-dengan-pendemonya-saat-jadi-menteri</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/06/13/337/2424442/cerita-adhyaksa-dault-bersahabat-dengan-pendemonya-saat-jadi-menteri"/><item><title>Cerita Adhyaksa Dault Bersahabat dengan Pendemonya saat Jadi Menteri</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/06/13/337/2424442/cerita-adhyaksa-dault-bersahabat-dengan-pendemonya-saat-jadi-menteri</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/06/13/337/2424442/cerita-adhyaksa-dault-bersahabat-dengan-pendemonya-saat-jadi-menteri</guid><pubDate>Minggu 13 Juni 2021 14:54 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi Sindonews.com</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/06/13/337/2424442/cerita-adhyaksa-dault-bersahabat-dengan-pendemonya-saat-jadi-menteri-RbBqLXkAVa.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/06/13/337/2424442/cerita-adhyaksa-dault-bersahabat-dengan-pendemonya-saat-jadi-menteri-RbBqLXkAVa.jpg</image><title>Foto: Okezone</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash;Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Adhyaksa Dault menceritakan perjuangannya saat menjadi Ketua Umum&amp;nbsp; Komite Nasional pemuda Indonesia (KNPI) pada masa reformasi.
(Baca juga: Pelapor Abu Janda Difitnah Pemakai Narkoba)
&amp;ldquo;Saya jadi Ketua KNPI tahun 1999-2002, waktu itu pas kongres  saya bingung karena minta dibubarkan dan pas reformasi, dan tidak dibiayai sama sekali oleh pemerintah sama kaya Bung Haris Pertama karena waktu itu masih reformasi tapi iklas berkumpul sama teman-teman kita,&amp;rdquo;ujarnya dilansir Sindonews, Minggu (13/6/2021).

(Baca juga: Sempat Ditolak Lingkaran Istana, Prabowo: Muka Gue, Muka Kudeta Kali Ye)
Dalam keterbatasan tersebut,  mantan Ketua Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka pun sukses memimpin KNPI hingga berakhir masa jabatan.
&amp;ldquo;Karena saya dari kecil di KNPI, hampir 15 tahun saya di KNPI, itu lah pentingnya KNPI sebagai wadah berhimpun, dulu waktu itu sama bung Idrus (Idrus Marham) kita bertikai karena untuk KNPI, tapi setelah itu kita berteman baik lagi. Bung Idrus menunggu 3 tahun berikutnya menjadi  Ketua Umum KNPI,&amp;rdquo;ulasnya.
Adhyaksa Dault pun mengapresiasi Idrus Marham saat itu yang bertarung dengan fair merebutkan kursi Ketua Umum DPP KNPI.
&amp;ldquo;Kalau sudah kalah jangan bikin tandingan, kumpulkan orang dan dekati pemerintah cari dukungan itu beleng-beleng namanya,&amp;rdquo; sindir Adhyaksa Dault.
&amp;ldquo;Saya paling enggak suka, kalau mau selesaikan urusannya fight lagi di kongres akan datang, ini wadah berhimpun pemuda Indonesia, jangan ditengah jalan bikin lagi tandingan, KNPI satu, Ketuanya siapa? Haris pertama,&amp;rdquo; tegasnya.
Oleh karena itu, dia terus memberikan dukungannya kepada Haris Pertama sebagai Ketua Umum KNPI yang menjalankan roda organisasi tanpa dukungan dari pemerintah.
&amp;ldquo;How to be a good winner and  how to be good loser, jadi pemenang yang baik kalau kalah yang baik, Harus ksatria. Dulu kita ada seleksi yang panjang seperti  bela negara sampai Lemhanas Pemuda, kalau sekarang tidak. Bung Haris tidak dibiayai pemerintah, tapi bisa jalan karena kreatif,&amp;rdquo; ujarnya.
&amp;ldquo;Orang jadi Ketua Umum  KNPI harus memiliki tiga hal yaitu aset, akses, dan accept beliau (Haris Pertama) ini seorang demonstran, kamerad. Dulu waktu saya menpora, saya sering didemo, tapI dia no hard feeling dan  tidak memiliki rasa dendam. Setelah itu dia bersahabat dengan saya,&amp;rdquo; kenang Adhyaksa.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash;Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Adhyaksa Dault menceritakan perjuangannya saat menjadi Ketua Umum&amp;nbsp; Komite Nasional pemuda Indonesia (KNPI) pada masa reformasi.
(Baca juga: Pelapor Abu Janda Difitnah Pemakai Narkoba)
&amp;ldquo;Saya jadi Ketua KNPI tahun 1999-2002, waktu itu pas kongres  saya bingung karena minta dibubarkan dan pas reformasi, dan tidak dibiayai sama sekali oleh pemerintah sama kaya Bung Haris Pertama karena waktu itu masih reformasi tapi iklas berkumpul sama teman-teman kita,&amp;rdquo;ujarnya dilansir Sindonews, Minggu (13/6/2021).

(Baca juga: Sempat Ditolak Lingkaran Istana, Prabowo: Muka Gue, Muka Kudeta Kali Ye)
Dalam keterbatasan tersebut,  mantan Ketua Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka pun sukses memimpin KNPI hingga berakhir masa jabatan.
&amp;ldquo;Karena saya dari kecil di KNPI, hampir 15 tahun saya di KNPI, itu lah pentingnya KNPI sebagai wadah berhimpun, dulu waktu itu sama bung Idrus (Idrus Marham) kita bertikai karena untuk KNPI, tapi setelah itu kita berteman baik lagi. Bung Idrus menunggu 3 tahun berikutnya menjadi  Ketua Umum KNPI,&amp;rdquo;ulasnya.
Adhyaksa Dault pun mengapresiasi Idrus Marham saat itu yang bertarung dengan fair merebutkan kursi Ketua Umum DPP KNPI.
&amp;ldquo;Kalau sudah kalah jangan bikin tandingan, kumpulkan orang dan dekati pemerintah cari dukungan itu beleng-beleng namanya,&amp;rdquo; sindir Adhyaksa Dault.
&amp;ldquo;Saya paling enggak suka, kalau mau selesaikan urusannya fight lagi di kongres akan datang, ini wadah berhimpun pemuda Indonesia, jangan ditengah jalan bikin lagi tandingan, KNPI satu, Ketuanya siapa? Haris pertama,&amp;rdquo; tegasnya.
Oleh karena itu, dia terus memberikan dukungannya kepada Haris Pertama sebagai Ketua Umum KNPI yang menjalankan roda organisasi tanpa dukungan dari pemerintah.
&amp;ldquo;How to be a good winner and  how to be good loser, jadi pemenang yang baik kalau kalah yang baik, Harus ksatria. Dulu kita ada seleksi yang panjang seperti  bela negara sampai Lemhanas Pemuda, kalau sekarang tidak. Bung Haris tidak dibiayai pemerintah, tapi bisa jalan karena kreatif,&amp;rdquo; ujarnya.
&amp;ldquo;Orang jadi Ketua Umum  KNPI harus memiliki tiga hal yaitu aset, akses, dan accept beliau (Haris Pertama) ini seorang demonstran, kamerad. Dulu waktu saya menpora, saya sering didemo, tapI dia no hard feeling dan  tidak memiliki rasa dendam. Setelah itu dia bersahabat dengan saya,&amp;rdquo; kenang Adhyaksa.</content:encoded></item></channel></rss>
