<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>IDI Sebut Corona Varian Delta Kembali Bermutasi Menjadi Delta Plus, Bisa Tahan Antibodi</title><description>Diketahui, varian Delta ini merupakan virus penyebab lonjakan kasus Covid-19 di India.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/06/15/337/2425312/idi-sebut-corona-varian-delta-kembali-bermutasi-menjadi-delta-plus-bisa-tahan-antibodi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/06/15/337/2425312/idi-sebut-corona-varian-delta-kembali-bermutasi-menjadi-delta-plus-bisa-tahan-antibodi"/><item><title>IDI Sebut Corona Varian Delta Kembali Bermutasi Menjadi Delta Plus, Bisa Tahan Antibodi</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/06/15/337/2425312/idi-sebut-corona-varian-delta-kembali-bermutasi-menjadi-delta-plus-bisa-tahan-antibodi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/06/15/337/2425312/idi-sebut-corona-varian-delta-kembali-bermutasi-menjadi-delta-plus-bisa-tahan-antibodi</guid><pubDate>Selasa 15 Juni 2021 10:46 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/06/15/337/2425312/idi-sebut-corona-varian-delta-kembali-bermutasi-menjadi-delta-plus-bisa-tahan-antibodi-5X7eJEXj8s.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Istimewa</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/06/15/337/2425312/idi-sebut-corona-varian-delta-kembali-bermutasi-menjadi-delta-plus-bisa-tahan-antibodi-5X7eJEXj8s.jpg</image><title>Foto: Istimewa</title></images><description>JAKARTA - Ketua Satuan Tugas Covid-19 Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI), Zubairi Djoerban mengungkapkan saat ini virus Covid-19 varian Delta kini sudah bermutasi lagi membentuk varian Delta Plus atau AY.1.

Diketahui, varian Delta ini merupakan virus penyebab lonjakan kasus Covid-19 di India. Bahkan, varian ini pun telah ditemukan di Kudus, Jawa Tengah yang ditengarai menjadi penyebab lonjakan kasus Covid-19 pasca libur Lebaran di sana.

&amp;ldquo;Varian Delta yang sangat menular dari SARS-CoV-2 telah bermutasi lebih lanjut untuk membentuk varian Delta Plus atau AY.1,&amp;rdquo; ungkap Zubairi lewat akun media sosial pribadinya, Selasa (15/6/2021).

Bahkan, Zubairi menyebutkan bahwa varian baru Delta Plus ini tahan terhadap antibodi. &amp;ldquo;Diketahui, Delta Plus ini tahan terhadap terapi antibodi monoklonal yang baru saja disahkan di India. Semoga kita terhindar dan bisa memitigasinya,&amp;rdquo; paparnya.

Sebelumnya, Zubairi telah memberikan peringatan terhadap adanya varian Delta ini. &amp;ldquo;Peringatan. Varian India (Delta) ditemukan pada 28 warga Kudus. Sedikit kelalaian kita, maka bisa menyebabkan bahaya lebih besar,&amp;rdquo; tegasnya.

Bahkan, kata Zubairi, negara Australia yang kontrol perbatasannya ketat pun bisa ditembus oleh varian ini. Apalagi, varian Delta ini dikenal memiliki transmisi penularan yang lebih cepat dibandingkan dengan varian Covid-19 lainnya.

&amp;ldquo;Australia, yang kontrol perbatasannya ketat, bisa ditembus varian ini yang memang punya transmisibilitas lebih cepat dibanding varian lain. Waspada,&amp;rdquo; tegas Zubairi.
</description><content:encoded>JAKARTA - Ketua Satuan Tugas Covid-19 Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI), Zubairi Djoerban mengungkapkan saat ini virus Covid-19 varian Delta kini sudah bermutasi lagi membentuk varian Delta Plus atau AY.1.

Diketahui, varian Delta ini merupakan virus penyebab lonjakan kasus Covid-19 di India. Bahkan, varian ini pun telah ditemukan di Kudus, Jawa Tengah yang ditengarai menjadi penyebab lonjakan kasus Covid-19 pasca libur Lebaran di sana.

&amp;ldquo;Varian Delta yang sangat menular dari SARS-CoV-2 telah bermutasi lebih lanjut untuk membentuk varian Delta Plus atau AY.1,&amp;rdquo; ungkap Zubairi lewat akun media sosial pribadinya, Selasa (15/6/2021).

Bahkan, Zubairi menyebutkan bahwa varian baru Delta Plus ini tahan terhadap antibodi. &amp;ldquo;Diketahui, Delta Plus ini tahan terhadap terapi antibodi monoklonal yang baru saja disahkan di India. Semoga kita terhindar dan bisa memitigasinya,&amp;rdquo; paparnya.

Sebelumnya, Zubairi telah memberikan peringatan terhadap adanya varian Delta ini. &amp;ldquo;Peringatan. Varian India (Delta) ditemukan pada 28 warga Kudus. Sedikit kelalaian kita, maka bisa menyebabkan bahaya lebih besar,&amp;rdquo; tegasnya.

Bahkan, kata Zubairi, negara Australia yang kontrol perbatasannya ketat pun bisa ditembus oleh varian ini. Apalagi, varian Delta ini dikenal memiliki transmisi penularan yang lebih cepat dibandingkan dengan varian Covid-19 lainnya.

&amp;ldquo;Australia, yang kontrol perbatasannya ketat, bisa ditembus varian ini yang memang punya transmisibilitas lebih cepat dibanding varian lain. Waspada,&amp;rdquo; tegas Zubairi.
</content:encoded></item></channel></rss>
