<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Curigai Covid-19 Varian Delta di Jabar, Ridwan Kamil Imbau Warga Jabar Perketat Prokes</title><description>Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mengimbau warga Jabar menerapkan protokol kesehatan (prokes) ketat</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/06/15/525/2425605/curigai-covid-19-varian-delta-di-jabar-ridwan-kamil-imbau-warga-jabar-perketat-prokes</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/06/15/525/2425605/curigai-covid-19-varian-delta-di-jabar-ridwan-kamil-imbau-warga-jabar-perketat-prokes"/><item><title>Curigai Covid-19 Varian Delta di Jabar, Ridwan Kamil Imbau Warga Jabar Perketat Prokes</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/06/15/525/2425605/curigai-covid-19-varian-delta-di-jabar-ridwan-kamil-imbau-warga-jabar-perketat-prokes</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/06/15/525/2425605/curigai-covid-19-varian-delta-di-jabar-ridwan-kamil-imbau-warga-jabar-perketat-prokes</guid><pubDate>Selasa 15 Juni 2021 16:59 WIB</pubDate><dc:creator>Agung Bakti Sarasa</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/06/15/525/2425605/curigai-covid-19-varian-delta-di-jabar-ridwan-kamil-imbau-warga-jabar-perketat-prokes-T757SaNzgx.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil (Foto: Ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/06/15/525/2425605/curigai-covid-19-varian-delta-di-jabar-ridwan-kamil-imbau-warga-jabar-perketat-prokes-T757SaNzgx.jpg</image><title>Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil (Foto: Ist)</title></images><description>BANDUNG - Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mengimbau warga Jabar menerapkan protokol kesehatan (prokes) ketat dalam mengantisipasi serangan Covid-19 varian delta dari India.

Ketua Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Jabar itu mengatakan, meski Covid-19 varian delta baru terkonfirmasi di Provinsi DKI Jakarta dan Jawa Tengah, namun dia curiga, varian baru Covid-19 yang lebih cepat itu sudah ada di Jabar.

&quot;Menurut laporan dari Kementerian Kesehatan, varian delta atau dari India baru ada di Jawa Tengah dan terduga di Jakarta. Yang Bandung sedang dites genome-nya, hasilnya belum keluar,&quot; ungkap Ridwan Kamil seusai rapat koordinasi Satgas Covid-19 Jabar di Makodam III/Siliwangi, Kota Bandung, Selasa (15/6/2021).

&quot;Jadi per hari ini belum ada data. Feeling saya sih ada ya, tapi harus kita tunggu secara keseluruhan,&quot; ujarnya melanjutkan.

Untuk menghadapi kemungkinan serangan Covid-19 varian delta tersebut, Gubernur yang akrab disapa Kang Emil itu mengimbau warganya tetap tenang dan disiplin menerapkan prokes.

&quot;Kalaupun ada, jawabannya sama saja, hanya (prokes) 5M, kedisiplinan dan persiapan karena daya mematikannya tidak terlalu tinggi,&quot; kata dia.</description><content:encoded>BANDUNG - Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mengimbau warga Jabar menerapkan protokol kesehatan (prokes) ketat dalam mengantisipasi serangan Covid-19 varian delta dari India.

Ketua Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Jabar itu mengatakan, meski Covid-19 varian delta baru terkonfirmasi di Provinsi DKI Jakarta dan Jawa Tengah, namun dia curiga, varian baru Covid-19 yang lebih cepat itu sudah ada di Jabar.

&quot;Menurut laporan dari Kementerian Kesehatan, varian delta atau dari India baru ada di Jawa Tengah dan terduga di Jakarta. Yang Bandung sedang dites genome-nya, hasilnya belum keluar,&quot; ungkap Ridwan Kamil seusai rapat koordinasi Satgas Covid-19 Jabar di Makodam III/Siliwangi, Kota Bandung, Selasa (15/6/2021).

&quot;Jadi per hari ini belum ada data. Feeling saya sih ada ya, tapi harus kita tunggu secara keseluruhan,&quot; ujarnya melanjutkan.

Untuk menghadapi kemungkinan serangan Covid-19 varian delta tersebut, Gubernur yang akrab disapa Kang Emil itu mengimbau warganya tetap tenang dan disiplin menerapkan prokes.

&quot;Kalaupun ada, jawabannya sama saja, hanya (prokes) 5M, kedisiplinan dan persiapan karena daya mematikannya tidak terlalu tinggi,&quot; kata dia.</content:encoded></item></channel></rss>
