<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Wapres Ma'ruf Amin: Terorisme Bukan Jihad!</title><description>Dia mengatakan semua ajaran agama menolak terorisme apapun alasannya.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/06/16/337/2425955/wapres-ma-ruf-amin-terorisme-bukan-jihad</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/06/16/337/2425955/wapres-ma-ruf-amin-terorisme-bukan-jihad"/><item><title>Wapres Ma'ruf Amin: Terorisme Bukan Jihad!</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/06/16/337/2425955/wapres-ma-ruf-amin-terorisme-bukan-jihad</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/06/16/337/2425955/wapres-ma-ruf-amin-terorisme-bukan-jihad</guid><pubDate>Rabu 16 Juni 2021 11:23 WIB</pubDate><dc:creator>Dita Angga R</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/06/16/337/2425955/wapres-ma-ruf-amin-terorisme-bukan-jihad-2ley1ceweo.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Wapres KH Maruf Amin (Foto : Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/06/16/337/2425955/wapres-ma-ruf-amin-terorisme-bukan-jihad-2ley1ceweo.jpg</image><title>Wapres KH Maruf Amin (Foto : Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Wakil Presiden (Wapres) Maruf Amin mengatakan terorisme adalah kejahatan terhadap kemanusiaan. Di mana tidak ada kaitannya dengan agama apa pun.

Dia mengatakan semua ajaran agama menolak terorisme apapun alasannya.

&amp;ldquo;Saya juga ingin menegaskan kembali, bahwa tidak ada satupun agama yang mengajarkan penganutnya untuk melakukan ekstremisme dan terorisme,&amp;rdquo;  katanya dalam Peluncuran Pelaksanaan Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Penanggulangan Ekstrimisme Berbasis Kekerasan yang Mengarah pada Terorisme Tahun 2020-2024 atau RAN PE, Rabu (16/6/2021).

Maruf mengatakan dalam pandangan Islam, ekstremisme dan terorisme atas nama agama merupakan perbuatan yang berlebihan dalam beragama.

&amp;ldquo;Terorisme bukanlah jihad yang sifatnya melakukan perbaikan. (Ini) karena karakter dasar terorisme adalah merusak,&amp;rdquo; tuturnya.

Baca Juga :&amp;nbsp;Indeks Potensi Radikalisme Turun, Wapres: Jangan Puas Dulu!

Pada kesempatan itu, dia mengakui bahwa Indonesia memang dihadapkan pada tantangan globalisasi dan perkembangan teknologi komunikasi. Selain itu informasi yang sangat dinamis.

&amp;ldquo;Implikasinya menyebabkan arus informasi menyebar secara cepat melintas batas antarnegara, termasuk nilai-nilai radikalisme dan ekstremisme. Proses rekrutmen juga terjadi melalui pemanfaatan media baru dengan segala derivasinya,&amp;rdquo; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Wakil Presiden (Wapres) Maruf Amin mengatakan terorisme adalah kejahatan terhadap kemanusiaan. Di mana tidak ada kaitannya dengan agama apa pun.

Dia mengatakan semua ajaran agama menolak terorisme apapun alasannya.

&amp;ldquo;Saya juga ingin menegaskan kembali, bahwa tidak ada satupun agama yang mengajarkan penganutnya untuk melakukan ekstremisme dan terorisme,&amp;rdquo;  katanya dalam Peluncuran Pelaksanaan Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Penanggulangan Ekstrimisme Berbasis Kekerasan yang Mengarah pada Terorisme Tahun 2020-2024 atau RAN PE, Rabu (16/6/2021).

Maruf mengatakan dalam pandangan Islam, ekstremisme dan terorisme atas nama agama merupakan perbuatan yang berlebihan dalam beragama.

&amp;ldquo;Terorisme bukanlah jihad yang sifatnya melakukan perbaikan. (Ini) karena karakter dasar terorisme adalah merusak,&amp;rdquo; tuturnya.

Baca Juga :&amp;nbsp;Indeks Potensi Radikalisme Turun, Wapres: Jangan Puas Dulu!

Pada kesempatan itu, dia mengakui bahwa Indonesia memang dihadapkan pada tantangan globalisasi dan perkembangan teknologi komunikasi. Selain itu informasi yang sangat dinamis.

&amp;ldquo;Implikasinya menyebabkan arus informasi menyebar secara cepat melintas batas antarnegara, termasuk nilai-nilai radikalisme dan ekstremisme. Proses rekrutmen juga terjadi melalui pemanfaatan media baru dengan segala derivasinya,&amp;rdquo; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
