<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>65 Santri Positif Covid-19, Ponpes Syafi'i Akrom Pekalongan Lockdown</title><description>Sebagai tindak lanjut, ponpes tersebut melakukan lockdown lokal.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/06/16/512/2425816/65-santri-positif-covid-19-ponpes-syafi-i-akrom-pekalongan-lockdown</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/06/16/512/2425816/65-santri-positif-covid-19-ponpes-syafi-i-akrom-pekalongan-lockdown"/><item><title>65 Santri Positif Covid-19, Ponpes Syafi'i Akrom Pekalongan Lockdown</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/06/16/512/2425816/65-santri-positif-covid-19-ponpes-syafi-i-akrom-pekalongan-lockdown</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/06/16/512/2425816/65-santri-positif-covid-19-ponpes-syafi-i-akrom-pekalongan-lockdown</guid><pubDate>Rabu 16 Juni 2021 05:24 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi Solopos</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/06/16/512/2425816/65-santri-positif-covid-19-ponpes-syafi-i-akrom-pekalongan-lockdown-lL9BsjvZbo.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/06/16/512/2425816/65-santri-positif-covid-19-ponpes-syafi-i-akrom-pekalongan-lockdown-lL9BsjvZbo.jpg</image><title>Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)</title></images><description>PEKALONGAN -&amp;nbsp;Sebanyak 65 santri Pondok Pesantren (Ponpes) Syafi'i Akrom di Kota Pekalongan, Jawa Tengah. positif saat dites swab antigen Covid-19. Sebagai tindak lanjut, ponpes tersebut melakukan lockdown lokal.&amp;nbsp;
&quot;Iya di pondok pasti, kita lockdown dulu. Lockdown lokal pondok, sampai semuanya santri dinyatakan negatif,&quot; kata Walikota Pekalongan, Ahmad Afzan Arslan Djunaid saat meninjau pelaksanaan tracing dan testing di Ponpes Syafi'i Akrom, Selasa (15/6/2021).
Baca juga:&amp;nbsp;Kasus Melonjak, Pemkab Gunungkidul Siapkan Tambahan Tempat Tidur RS Covid-19
Tes swab antigen ini digelar usai Ponpes Syafi'i Akrom menggelar Haflah Akhirussanah, Senin (14/6) malam. Acara yang dihadiri ratusan santri itu digelar tanpa menerapkan protokol kesehatan dan berakhir dengan dibubarkan petugas.
Tim Satgas Covid-19 Kota Pekalongan kemudian melakukan tes swab antigen pada 106 santri dari total 750 santri/santriwati. Hasil sementara ditemukan ada 27 santri yang dinyatakan reaktif Covid-19.
Petugas kembali melakukan tes swab antigen terhadap 400 santri Selasa siang. Hasilnya ditemukan ada 38 santri&amp;nbsp; Ponpes Syafi'i Akrom yang reaktif Corona.
&quot;Yang reaktif dilakukan isolasi mandiri, terus kita suplay obat/suplemen. Isolasi di sini, di pondok. Alhamdulillah masih ada tempat,&quot; terang Ahmad.
Baca juga:&amp;nbsp;Penelitian Terus Dilakukan untuk Petakan Penyebaran Varian Delta
Ditemui terpisah, Pengasuh Ponpes Syafi'i Akrom, Abdul Kholid, membenarkan acara Haflah Akhirussanah, Senin (14/6) malam dibubarkan petugas. Pihaknya pun memaklumi alasan pembubaran acara tersebut.
&quot;Kita juga menghormati lah, apa yang dilakukan tim gugus tugas Covid-19, karena memang melakukan tugas negara. Tetapi di sini kita perlu terangkan dan jelaskan. Bahwa acara Haflah Akhirussanah ini bukan pengajian akbar. Yang akbar it</description><content:encoded>PEKALONGAN -&amp;nbsp;Sebanyak 65 santri Pondok Pesantren (Ponpes) Syafi'i Akrom di Kota Pekalongan, Jawa Tengah. positif saat dites swab antigen Covid-19. Sebagai tindak lanjut, ponpes tersebut melakukan lockdown lokal.&amp;nbsp;
&quot;Iya di pondok pasti, kita lockdown dulu. Lockdown lokal pondok, sampai semuanya santri dinyatakan negatif,&quot; kata Walikota Pekalongan, Ahmad Afzan Arslan Djunaid saat meninjau pelaksanaan tracing dan testing di Ponpes Syafi'i Akrom, Selasa (15/6/2021).
Baca juga:&amp;nbsp;Kasus Melonjak, Pemkab Gunungkidul Siapkan Tambahan Tempat Tidur RS Covid-19
Tes swab antigen ini digelar usai Ponpes Syafi'i Akrom menggelar Haflah Akhirussanah, Senin (14/6) malam. Acara yang dihadiri ratusan santri itu digelar tanpa menerapkan protokol kesehatan dan berakhir dengan dibubarkan petugas.
Tim Satgas Covid-19 Kota Pekalongan kemudian melakukan tes swab antigen pada 106 santri dari total 750 santri/santriwati. Hasil sementara ditemukan ada 27 santri yang dinyatakan reaktif Covid-19.
Petugas kembali melakukan tes swab antigen terhadap 400 santri Selasa siang. Hasilnya ditemukan ada 38 santri&amp;nbsp; Ponpes Syafi'i Akrom yang reaktif Corona.
&quot;Yang reaktif dilakukan isolasi mandiri, terus kita suplay obat/suplemen. Isolasi di sini, di pondok. Alhamdulillah masih ada tempat,&quot; terang Ahmad.
Baca juga:&amp;nbsp;Penelitian Terus Dilakukan untuk Petakan Penyebaran Varian Delta
Ditemui terpisah, Pengasuh Ponpes Syafi'i Akrom, Abdul Kholid, membenarkan acara Haflah Akhirussanah, Senin (14/6) malam dibubarkan petugas. Pihaknya pun memaklumi alasan pembubaran acara tersebut.
&quot;Kita juga menghormati lah, apa yang dilakukan tim gugus tugas Covid-19, karena memang melakukan tugas negara. Tetapi di sini kita perlu terangkan dan jelaskan. Bahwa acara Haflah Akhirussanah ini bukan pengajian akbar. Yang akbar it</content:encoded></item></channel></rss>
