<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Durian Jenis Baru Ala Soekarno: Kontra Revolusi</title><description>Guntur Soekarno mengisahkan betapa bapaknya pernah mengajarkan teori memilih durian.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/06/17/337/2426449/durian-jenis-baru-ala-soekarno-kontra-revolusi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/06/17/337/2426449/durian-jenis-baru-ala-soekarno-kontra-revolusi"/><item><title>Durian Jenis Baru Ala Soekarno: Kontra Revolusi</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/06/17/337/2426449/durian-jenis-baru-ala-soekarno-kontra-revolusi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/06/17/337/2426449/durian-jenis-baru-ala-soekarno-kontra-revolusi</guid><pubDate>Kamis 17 Juni 2021 07:04 WIB</pubDate><dc:creator>Tim Okezone</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/06/17/337/2426449/durian-jenis-baru-ala-soekarno-kontra-revolusi-iXnLMXqhA9.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Soekarno (Foto: Istimewa)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/06/17/337/2426449/durian-jenis-baru-ala-soekarno-kontra-revolusi-iXnLMXqhA9.jpeg</image><title>Soekarno (Foto: Istimewa)</title></images><description>JAKARTA - Meja makan merupakan arena paling akrab untuk keluarga besar Soekarno, tokoh Proklamator Kemerdekaan Indonesia, sekaligus Presiden Pertama RI.
Seusai makan, keluarga presiden ini biasanya melahap bebuahan segar dan manis. Terutama di musim rambutan dan durian. Bung Karno memang berhobi berat makan durian, tapi tak suka makan petai dan jengkol, karena kalau &quot;ki'ih&quot; (kencing) akan berbau.
Untuk buah berduri ini, Guntur Soekarno mengisahkan betapa bapaknya pernah mengajarkan teori memilih durian. Dalam buku &quot;Bung Karno: Bapakku-Kawanku-Guruku&quot;, Guntur bercerita mengenai sisi lain dari Bung Karno. Demikian dilansir dari Kepustakaan Presiden, Perpusnas.
&quot;Jadi Bapak ulangi! Satu! ... periksa tangkainya. Dua! ... lihat duri-durinya.&quot;
&quot;Tiga! ... cium baunya dari sebelah pantat. Kalau ketiga-tiganya baik itu tandanya durennya jempolan! Nanti kau bisa buktikan setelah duren-durennya ini Bapak pilih terlebih dahulu ...&quot;
&quot;Yaaa Pak! Kok durennya bosooookk! Duiiillaaahh! Gimana sih Bapak milihnya?&quot;
Baca Juga :&amp;nbsp;Kisah Bung Karno Bolak-balik ke Semak-Semak Istana Merdeka, Alasannya Bikin Terpingkal
&quot;Ndak tahulah! Sekali ini Bapak meleset pilih duren! Uh ... ini duren mungkin jenis baru ...&quot;
&quot;Emangnya jenis apa Pak?&quot;
&quot;Jenis duren ... kontra revolusi!&quot;</description><content:encoded>JAKARTA - Meja makan merupakan arena paling akrab untuk keluarga besar Soekarno, tokoh Proklamator Kemerdekaan Indonesia, sekaligus Presiden Pertama RI.
Seusai makan, keluarga presiden ini biasanya melahap bebuahan segar dan manis. Terutama di musim rambutan dan durian. Bung Karno memang berhobi berat makan durian, tapi tak suka makan petai dan jengkol, karena kalau &quot;ki'ih&quot; (kencing) akan berbau.
Untuk buah berduri ini, Guntur Soekarno mengisahkan betapa bapaknya pernah mengajarkan teori memilih durian. Dalam buku &quot;Bung Karno: Bapakku-Kawanku-Guruku&quot;, Guntur bercerita mengenai sisi lain dari Bung Karno. Demikian dilansir dari Kepustakaan Presiden, Perpusnas.
&quot;Jadi Bapak ulangi! Satu! ... periksa tangkainya. Dua! ... lihat duri-durinya.&quot;
&quot;Tiga! ... cium baunya dari sebelah pantat. Kalau ketiga-tiganya baik itu tandanya durennya jempolan! Nanti kau bisa buktikan setelah duren-durennya ini Bapak pilih terlebih dahulu ...&quot;
&quot;Yaaa Pak! Kok durennya bosooookk! Duiiillaaahh! Gimana sih Bapak milihnya?&quot;
Baca Juga :&amp;nbsp;Kisah Bung Karno Bolak-balik ke Semak-Semak Istana Merdeka, Alasannya Bikin Terpingkal
&quot;Ndak tahulah! Sekali ini Bapak meleset pilih duren! Uh ... ini duren mungkin jenis baru ...&quot;
&quot;Emangnya jenis apa Pak?&quot;
&quot;Jenis duren ... kontra revolusi!&quot;</content:encoded></item></channel></rss>
