<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>60% Ibu Hamil di RSKIA Bandung Positif, Menko PMK: Covid-19 Sudah Tak Pandang Bulu!</title><description>Data RSKIA Kota Bandung, selama tahun 2021, terdapat sekitar 400 ibu hamil yang suspek dan 260 positif Covid-19.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/06/17/337/2426465/60-ibu-hamil-di-rskia-bandung-positif-menko-pmk-covid-19-sudah-tak-pandang-bulu</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/06/17/337/2426465/60-ibu-hamil-di-rskia-bandung-positif-menko-pmk-covid-19-sudah-tak-pandang-bulu"/><item><title>60% Ibu Hamil di RSKIA Bandung Positif, Menko PMK: Covid-19 Sudah Tak Pandang Bulu!</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/06/17/337/2426465/60-ibu-hamil-di-rskia-bandung-positif-menko-pmk-covid-19-sudah-tak-pandang-bulu</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/06/17/337/2426465/60-ibu-hamil-di-rskia-bandung-positif-menko-pmk-covid-19-sudah-tak-pandang-bulu</guid><pubDate>Kamis 17 Juni 2021 07:33 WIB</pubDate><dc:creator>Fahreza Rizky</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/06/17/337/2426465/60-ibu-hamil-di-rskia-bandung-positif-menko-pmk-covid-19-sudah-tak-pandang-bulu-x5g8PeoSf7.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Menko PMK Muhadjir Effendy. (Foto: Dok Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/06/17/337/2426465/60-ibu-hamil-di-rskia-bandung-positif-menko-pmk-covid-19-sudah-tak-pandang-bulu-x5g8PeoSf7.jpeg</image><title>Menko PMK Muhadjir Effendy. (Foto: Dok Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy mengatakan, hampir 60% ibu hamil di Rumah Sakit Khusus Ibu dan Anak (RSKIA) Kota Bandung, Jawa Barat, terkonfirmasi positif Covid-19.
Data RSKIA Kota Bandung, selama tahun 2021, terdapat sekitar 400 ibu hamil yang suspek dan 260 positif Covid-19. RSKIA adalah salah satu RS rujukan Covid-19 berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Jabar No. 445/ Kep.186-Dinkes/ 2020.
Muhadjir menyampaikan, melihat kasus yang terjadi di Kota Bandung, pada prinsipnya Covid-19 mamp menyerang siapapun, termasuk ibu hamil dan bayi yang masih dalam kandungan.
Baca juga:&amp;nbsp;Covid-19 Melonjak, Pemerintah Sebut Keterisian Rumah Sakit Mengkhawatirkan
&quot;Di RSKIA ini ibu hamil yang terkena Covid-19 hampir 60%. Ini menunjukkan Covid-19 sudah tidak pandang bulu, ibu hamil bahkan berisiko pada anak yang dikandungnya,&quot; ujar Menko PMK usai meninjau fasilitas dan pelayanan RSKIA Kota Bandung, Jabar, dikutip dari keterangan tertulisnya pada Kamis (17/6/2021).&amp;nbsp;
Merujuk hasil pantauannya langsung di lapangan bersama Gubernur Jabar Ridwan Kamil, Menko PMK mengaku sangat mengapresiasi fasilitas dan pelayanan RSKIA. Ibu hamil yang terindikasi Covid-19 dilakukan pemeriksaan dan setelah dinyatakan positif langsung ditangani intensif termasuk hingga saat melahirkan.
Baca juga:&amp;nbsp;Ini Daftar Sebaran Covid-19 Varian Delta di Berbagai Negara
&quot;Anak yang dilahirkan juga akan langsung ditangani dan diperiksa ulang untuk memastikan apakah dia suspect atau sudah positif (Covid-19) seperti yang terjadi pada ibunya,&quot; ungkap Menko PMK.Muhadjir pun berharap kondisi RSKIA yang saat ini sudah mencapai 80% lebih dari kapasitas tempat tidur (bed) untuk pasien Covid-19 bisa mendapatkan tambahan dari pemerintah pusat terutama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Menanggapi itu, Gubernur Jabar Ridwan Kamil menyatakan bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar saat ini sedang menyiapkan sekitar 3 ribu bed untuk seluruh provinsi dengan hasil perhitungan 30%. Walaupun, menurutnya, ada RS-RS yang ada di atas 30%.
&quot;RSKIA ini dari 370 kamar yang berfungsi, 150 untuk Covid-19 atau sekitar 40% lebih,&quot; tutur Kang Emil.&amp;nbsp;
Ia pun mengimbau kepada masyarakat, khususnya wisatawan untuk tidak melakukan perjalanan ke Bandung Raya. Selain karena sudah ada penetapan status Siaga 1 untuk Bandung Raya, kapasitas RS juga sudah di atas 80%.&amp;nbsp;
&quot;Kalau ada keteledoran&amp;nbsp;dan ketidakpatuhan prokes tentu akan membuat situasi semakin tidak terkendali. (Status siaga 1) ini akan kita ukur hasilnya per-7 hari untuk melihat apakah nantinya akan ada pelonggaran atau tidak, termasuk juga agar ditaati WfH sebagai bagian pengendalian dari situasi kedaruratan ini,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy mengatakan, hampir 60% ibu hamil di Rumah Sakit Khusus Ibu dan Anak (RSKIA) Kota Bandung, Jawa Barat, terkonfirmasi positif Covid-19.
Data RSKIA Kota Bandung, selama tahun 2021, terdapat sekitar 400 ibu hamil yang suspek dan 260 positif Covid-19. RSKIA adalah salah satu RS rujukan Covid-19 berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Jabar No. 445/ Kep.186-Dinkes/ 2020.
Muhadjir menyampaikan, melihat kasus yang terjadi di Kota Bandung, pada prinsipnya Covid-19 mamp menyerang siapapun, termasuk ibu hamil dan bayi yang masih dalam kandungan.
Baca juga:&amp;nbsp;Covid-19 Melonjak, Pemerintah Sebut Keterisian Rumah Sakit Mengkhawatirkan
&quot;Di RSKIA ini ibu hamil yang terkena Covid-19 hampir 60%. Ini menunjukkan Covid-19 sudah tidak pandang bulu, ibu hamil bahkan berisiko pada anak yang dikandungnya,&quot; ujar Menko PMK usai meninjau fasilitas dan pelayanan RSKIA Kota Bandung, Jabar, dikutip dari keterangan tertulisnya pada Kamis (17/6/2021).&amp;nbsp;
Merujuk hasil pantauannya langsung di lapangan bersama Gubernur Jabar Ridwan Kamil, Menko PMK mengaku sangat mengapresiasi fasilitas dan pelayanan RSKIA. Ibu hamil yang terindikasi Covid-19 dilakukan pemeriksaan dan setelah dinyatakan positif langsung ditangani intensif termasuk hingga saat melahirkan.
Baca juga:&amp;nbsp;Ini Daftar Sebaran Covid-19 Varian Delta di Berbagai Negara
&quot;Anak yang dilahirkan juga akan langsung ditangani dan diperiksa ulang untuk memastikan apakah dia suspect atau sudah positif (Covid-19) seperti yang terjadi pada ibunya,&quot; ungkap Menko PMK.Muhadjir pun berharap kondisi RSKIA yang saat ini sudah mencapai 80% lebih dari kapasitas tempat tidur (bed) untuk pasien Covid-19 bisa mendapatkan tambahan dari pemerintah pusat terutama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Menanggapi itu, Gubernur Jabar Ridwan Kamil menyatakan bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar saat ini sedang menyiapkan sekitar 3 ribu bed untuk seluruh provinsi dengan hasil perhitungan 30%. Walaupun, menurutnya, ada RS-RS yang ada di atas 30%.
&quot;RSKIA ini dari 370 kamar yang berfungsi, 150 untuk Covid-19 atau sekitar 40% lebih,&quot; tutur Kang Emil.&amp;nbsp;
Ia pun mengimbau kepada masyarakat, khususnya wisatawan untuk tidak melakukan perjalanan ke Bandung Raya. Selain karena sudah ada penetapan status Siaga 1 untuk Bandung Raya, kapasitas RS juga sudah di atas 80%.&amp;nbsp;
&quot;Kalau ada keteledoran&amp;nbsp;dan ketidakpatuhan prokes tentu akan membuat situasi semakin tidak terkendali. (Status siaga 1) ini akan kita ukur hasilnya per-7 hari untuk melihat apakah nantinya akan ada pelonggaran atau tidak, termasuk juga agar ditaati WfH sebagai bagian pengendalian dari situasi kedaruratan ini,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
