<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Moeldoko: Tak Ada Agama yang Membenarkan Kekerasan</title><description>Moeldoko mengatakan bahwa masyarakat di Poso sudah menyadari bahwa konflik di sana bukan merupakan persoalan agama.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/06/17/337/2426479/moeldoko-tak-ada-agama-yang-membenarkan-kekerasan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/06/17/337/2426479/moeldoko-tak-ada-agama-yang-membenarkan-kekerasan"/><item><title>Moeldoko: Tak Ada Agama yang Membenarkan Kekerasan</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/06/17/337/2426479/moeldoko-tak-ada-agama-yang-membenarkan-kekerasan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/06/17/337/2426479/moeldoko-tak-ada-agama-yang-membenarkan-kekerasan</guid><pubDate>Kamis 17 Juni 2021 08:14 WIB</pubDate><dc:creator>Fahreza Rizky</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/06/17/337/2426479/moeldoko-tak-ada-agama-yang-membenarkan-kekerasan-ErKytF8jGA.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Kepala Staf Kepresidenan RI Moeldoko. (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/06/17/337/2426479/moeldoko-tak-ada-agama-yang-membenarkan-kekerasan-ErKytF8jGA.jpeg</image><title>Kepala Staf Kepresidenan RI Moeldoko. (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko mengatakan kasus kekerasan di Poso, Sulawesi Tengah yang terjadi beberapa bulan lalu, sama sekali bukan persoalan agama. Karena itu ia meminta masyarakat tidak terprovokasi.
Hal tersebut dikatakan Moeldoko saat menerima Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Sulawesi Tengah di Gedung Bina Graha, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (16/6/2021).
BACA JUGA: Warga Kirim Surat Terbuka kepada Presiden Jokowi, Minta Penuntasan Teroris di Poso
Menurut Moeldoko, situasi keamanan di Poso terus membaik. Masyarakat sudah menyadari bahwa konflik tersebut bukanlah persoalan agama, namun hanya kelompok kriminal yang mencoba mencari perhatian.
&amp;ldquo;Masyarakat jangan mudah terprovokasi. Apa yang terjadi di Poso bukan persoalan agama,&amp;rdquo; kata Moeldoko dikutip dari keterangan tertulisnya, Kamis (17/6/2021).
Mantan Panglima TNI itu meminta FKUB terus memberikan perhatian untuk memperkuat soliditas antartokoh beragama sehingga forum ini menjadi efektif. Sosialisasi ke masyarakat agar tidak mudah terprovokasi, juga harus terus dilakukan.
BACA JUGA: Mahfud MD: Kelompok MIT di Poso Sudah Semakin Terdesak
&amp;ldquo;Karena tidak ada satu agama pun yang membenarkan pembunuhan maupun kekerasan,&amp;rdquo; jelas Moeldoko.
Kedatangan FKUB menemui Moeldoko ini terkait situasi keamanan di Poso beberapa bulan lalu. Saat itu, sempat menjadi perhatian karena adanya beberapa peristiwa kekerasan dan pembunuhan warga oleh kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT).
Selain peristiwa di Lore Timur, pada 2020 lalu juga ada peristiwa serupa yang menimpa warga Desa Lembangtongoa, Kabupaten Sigi. Peristiwa-peristiwa itu pun kini sudah ditangani pihak TNI dan Polri yang akan mengusut dan memburu para pelaku kriminal tersebut.
Ketua FKUB Sulawesi Tengah, KH Zainal Abidin, menyampaikan saat ini  kondisi di Poso sudah aman dan terkendali. Masyarakat sudah menyadari  bahwa konflik tersebut bukanlah persoalan agama, namun hanya kelompok  kriminal yang mencoba mencari perhatian.
Kekerasan yang dilakukan kelompok MIT, kata Zainal, sebenarnya  intensitasnya sudah sangat kecil. &amp;ldquo;Namun kelompok ini melakukan dengan  cara sadis dan kejam mencoba menarik perhatian dunia,&amp;rdquo; jelas Zainal.
FKUB pun tidak tinggal diam. Bersama para pimpinan agama di Sulawesi  Tengah, FKUB terus terlibat meredakan situasi di sana. Danrem dan  Kapolda pun memberikan perhatian besar bahkan dengan berkantor di Poso.
</description><content:encoded>JAKARTA - Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko mengatakan kasus kekerasan di Poso, Sulawesi Tengah yang terjadi beberapa bulan lalu, sama sekali bukan persoalan agama. Karena itu ia meminta masyarakat tidak terprovokasi.
Hal tersebut dikatakan Moeldoko saat menerima Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Sulawesi Tengah di Gedung Bina Graha, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (16/6/2021).
BACA JUGA: Warga Kirim Surat Terbuka kepada Presiden Jokowi, Minta Penuntasan Teroris di Poso
Menurut Moeldoko, situasi keamanan di Poso terus membaik. Masyarakat sudah menyadari bahwa konflik tersebut bukanlah persoalan agama, namun hanya kelompok kriminal yang mencoba mencari perhatian.
&amp;ldquo;Masyarakat jangan mudah terprovokasi. Apa yang terjadi di Poso bukan persoalan agama,&amp;rdquo; kata Moeldoko dikutip dari keterangan tertulisnya, Kamis (17/6/2021).
Mantan Panglima TNI itu meminta FKUB terus memberikan perhatian untuk memperkuat soliditas antartokoh beragama sehingga forum ini menjadi efektif. Sosialisasi ke masyarakat agar tidak mudah terprovokasi, juga harus terus dilakukan.
BACA JUGA: Mahfud MD: Kelompok MIT di Poso Sudah Semakin Terdesak
&amp;ldquo;Karena tidak ada satu agama pun yang membenarkan pembunuhan maupun kekerasan,&amp;rdquo; jelas Moeldoko.
Kedatangan FKUB menemui Moeldoko ini terkait situasi keamanan di Poso beberapa bulan lalu. Saat itu, sempat menjadi perhatian karena adanya beberapa peristiwa kekerasan dan pembunuhan warga oleh kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT).
Selain peristiwa di Lore Timur, pada 2020 lalu juga ada peristiwa serupa yang menimpa warga Desa Lembangtongoa, Kabupaten Sigi. Peristiwa-peristiwa itu pun kini sudah ditangani pihak TNI dan Polri yang akan mengusut dan memburu para pelaku kriminal tersebut.
Ketua FKUB Sulawesi Tengah, KH Zainal Abidin, menyampaikan saat ini  kondisi di Poso sudah aman dan terkendali. Masyarakat sudah menyadari  bahwa konflik tersebut bukanlah persoalan agama, namun hanya kelompok  kriminal yang mencoba mencari perhatian.
Kekerasan yang dilakukan kelompok MIT, kata Zainal, sebenarnya  intensitasnya sudah sangat kecil. &amp;ldquo;Namun kelompok ini melakukan dengan  cara sadis dan kejam mencoba menarik perhatian dunia,&amp;rdquo; jelas Zainal.
FKUB pun tidak tinggal diam. Bersama para pimpinan agama di Sulawesi  Tengah, FKUB terus terlibat meredakan situasi di sana. Danrem dan  Kapolda pun memberikan perhatian besar bahkan dengan berkantor di Poso.
</content:encoded></item></channel></rss>
