<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kudus Kekurangan Nakes, Pasien Covid-19 Gejala Sedang dan Berat Dirujuk ke Semarang</title><description>Siti Nadia Tarmizi mengungkapkan saat ini Kudus, Jawa Tengah sedang mengalami kekurangan tenaga medis (Nakes).
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/06/17/337/2426822/kudus-kekurangan-nakes-pasien-covid-19-gejala-sedang-dan-berat-dirujuk-ke-semarang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/06/17/337/2426822/kudus-kekurangan-nakes-pasien-covid-19-gejala-sedang-dan-berat-dirujuk-ke-semarang"/><item><title>Kudus Kekurangan Nakes, Pasien Covid-19 Gejala Sedang dan Berat Dirujuk ke Semarang</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/06/17/337/2426822/kudus-kekurangan-nakes-pasien-covid-19-gejala-sedang-dan-berat-dirujuk-ke-semarang</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/06/17/337/2426822/kudus-kekurangan-nakes-pasien-covid-19-gejala-sedang-dan-berat-dirujuk-ke-semarang</guid><pubDate>Kamis 17 Juni 2021 17:28 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/06/17/337/2426822/kudus-kekurangan-nakes-pasien-covid-19-gejala-sedang-dan-berat-dirujuk-ke-semarang-8vfWmRxF2R.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/06/17/337/2426822/kudus-kekurangan-nakes-pasien-covid-19-gejala-sedang-dan-berat-dirujuk-ke-semarang-8vfWmRxF2R.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Juru Bicara Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Siti Nadia Tarmizi mengungkapkan saat ini Kudus, Jawa Tengah sedang mengalami kekurangan tenaga medis (Nakes) karena lonjakan kasus Covid-19.

&amp;ldquo;Kalau kita melihat di Kudus sebenarnya sudah ada kekurangan tenaga medis ya. Dan saya rasa sudah ada relawan-relawan yang membantu,&amp;rdquo; ungkap Nadia dalam dialog di MNC Trijaya FM, Kamis (17/6/2021).

Sementara itu, kata Nadia, kini pasien Covid-19 yang mengalami gejala sedang dan berat dirujuk ke Kota Semarang. Hal ini, untuk mengurangi beban tenaga kesehatan yang juga banyak terpapar Covid-19.

&amp;ldquo;Dan terkait pelayanan kesehatan kan sebenarnya sudah dibuat jejaring ya artinya untuk kasus yang sedang dan berat rujuk ke kota Semarang. Jadi tidak ditangani lagi karena beban tadi banyak tenaga kesehatan yang positif sehingga tentunya layanan terganggu,&amp;rdquo; ungkap Nadia.

Nadia mengatakan bahwa paling banyak kasus positif Covid-19 di Kudus karena varian B1617 atau varian Delta. Bahkan, penularan dari varian baru ini lebih cepat dari sebelumnya.

&amp;ldquo;Mengapa kemudian kita menemukan banyak B1617 Kudus ini, karena kita  melihat semula laju penularan yang agak berbeda ya. Artinya kita melihat  di sana cepat sekali orang tertular,&amp;rdquo; ungkap Nadia.

Nadia mengungkapkan awalnya ada 360 tenaga kesehatan yang tertular  Covid-19 namun kondisinya baik-baik saja, tanpa gejala. &amp;ldquo;Dan awalnya itu  di mana sebanyak 360 Nakes tertular walaupun mereka kondisinya  baik-baik ya, tidak ada yang punya gejala yang berat walaupun kita tahu  mereka melakukan isolasi bahkan yang berusia diatas 70, kalau tidak  salah itu kondisinya juga sehat ya dan tidak perlu perawatan,&amp;rdquo; kata  Nadia.

Sehingga, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menginstruksikan  untuk dilakukan pengetesan melalui whole genome sequencing. &amp;ldquo;Jadi  artinya melihat ada pola yang berbeda yang terjadi di Kudus yang  kemudian akhirnya pak Menteri memutuskan untuk mengambil sampel yang  positif lebih banyak di Kudus untuk kemudian dipastikan apakah ada  faktor varian baru di dalam proses yang terjadi di Kudus sama seperti  yang di Bangkalan,&amp;rdquo; paparnya.

</description><content:encoded>JAKARTA - Juru Bicara Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Siti Nadia Tarmizi mengungkapkan saat ini Kudus, Jawa Tengah sedang mengalami kekurangan tenaga medis (Nakes) karena lonjakan kasus Covid-19.

&amp;ldquo;Kalau kita melihat di Kudus sebenarnya sudah ada kekurangan tenaga medis ya. Dan saya rasa sudah ada relawan-relawan yang membantu,&amp;rdquo; ungkap Nadia dalam dialog di MNC Trijaya FM, Kamis (17/6/2021).

Sementara itu, kata Nadia, kini pasien Covid-19 yang mengalami gejala sedang dan berat dirujuk ke Kota Semarang. Hal ini, untuk mengurangi beban tenaga kesehatan yang juga banyak terpapar Covid-19.

&amp;ldquo;Dan terkait pelayanan kesehatan kan sebenarnya sudah dibuat jejaring ya artinya untuk kasus yang sedang dan berat rujuk ke kota Semarang. Jadi tidak ditangani lagi karena beban tadi banyak tenaga kesehatan yang positif sehingga tentunya layanan terganggu,&amp;rdquo; ungkap Nadia.

Nadia mengatakan bahwa paling banyak kasus positif Covid-19 di Kudus karena varian B1617 atau varian Delta. Bahkan, penularan dari varian baru ini lebih cepat dari sebelumnya.

&amp;ldquo;Mengapa kemudian kita menemukan banyak B1617 Kudus ini, karena kita  melihat semula laju penularan yang agak berbeda ya. Artinya kita melihat  di sana cepat sekali orang tertular,&amp;rdquo; ungkap Nadia.

Nadia mengungkapkan awalnya ada 360 tenaga kesehatan yang tertular  Covid-19 namun kondisinya baik-baik saja, tanpa gejala. &amp;ldquo;Dan awalnya itu  di mana sebanyak 360 Nakes tertular walaupun mereka kondisinya  baik-baik ya, tidak ada yang punya gejala yang berat walaupun kita tahu  mereka melakukan isolasi bahkan yang berusia diatas 70, kalau tidak  salah itu kondisinya juga sehat ya dan tidak perlu perawatan,&amp;rdquo; kata  Nadia.

Sehingga, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menginstruksikan  untuk dilakukan pengetesan melalui whole genome sequencing. &amp;ldquo;Jadi  artinya melihat ada pola yang berbeda yang terjadi di Kudus yang  kemudian akhirnya pak Menteri memutuskan untuk mengambil sampel yang  positif lebih banyak di Kudus untuk kemudian dipastikan apakah ada  faktor varian baru di dalam proses yang terjadi di Kudus sama seperti  yang di Bangkalan,&amp;rdquo; paparnya.

</content:encoded></item></channel></rss>
