<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Gunung Merapi Semburkan Wedus Gembel Sejauh 2 Km Pagi Ini</title><description>Awan ddngan suhu sangat tinggi ini tercatat di seismogram dengan amplitudo 16 mm dan durasi 191 detik.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/06/17/510/2426534/gunung-merapi-semburkan-wedus-gembel-sejauh-2-km-pagi-ini</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/06/17/510/2426534/gunung-merapi-semburkan-wedus-gembel-sejauh-2-km-pagi-ini"/><item><title>Gunung Merapi Semburkan Wedus Gembel Sejauh 2 Km Pagi Ini</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/06/17/510/2426534/gunung-merapi-semburkan-wedus-gembel-sejauh-2-km-pagi-ini</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/06/17/510/2426534/gunung-merapi-semburkan-wedus-gembel-sejauh-2-km-pagi-ini</guid><pubDate>Kamis 17 Juni 2021 10:26 WIB</pubDate><dc:creator>Suharjono</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/06/17/510/2426534/gunung-merapi-semburkan-wedus-gembel-sejauh-2-km-pagi-ini-jT9pbyxx1n.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gunung Merapi (Foto: Antara)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/06/17/510/2426534/gunung-merapi-semburkan-wedus-gembel-sejauh-2-km-pagi-ini-jT9pbyxx1n.jpg</image><title>Gunung Merapi (Foto: Antara)</title></images><description>YOGYAKARTA -  Gunung Merapi terus saja menunjukkan aktivitas vulkanik yang tergolong tinggi. Kamis (17/6/2021) pagi, gunung yang berada di perbatasan antara DIY dan Jawa Tengah ini kembali menyemburkan awan panas atau wedus gembel sejauh 2km.

Kepala Balai Penyelidikan dan pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG ) Hanik Humaida mengatakan, awan panas guguran pagi ini terjadi pada  pukul 7.10 WIB.  Awan ddngan suhu sangat tinggi ini  tercatat di seismogram dengan amplitudo 16 mm dan durasi 191 detik.

&quot;Jarak luncur 2000 meter atau 3 km ke arah barat daya,&quot; terangnya di Yogyakarta.
Baca Juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;Riwayat Erupsi Merapi Dua Dekade Terakhir
Dijelaskannya, hari sebelumnya Merapi 22 ksli lava pijar. Jarak luncur maksimal lava ini sejauh 1800 meter menuju barat daya. &quot;Intensitas memang tinggi.Namun status masih siaga atau level III, &quot; ulasnya.

Hanik berharap masyarakat menaati rekomendasi yang dikeluarkan BPPTKG terkiat jarak aman aktivitas warga.&quot; Kami harapkan ditaati. Jarak aman pada radius 5 km dari puncak,&quot; bebernya.

Selain itu, pihaknya juga mengimbau masyarakat yang beraktivitas di alur sungai yang berhulu di lereng Merapi untuk mewaspadai kemungkinan lahar hujan atau dikenal dengan lahar dingin.

&quot;Jika intensitas hujan di puncak tinggi, maka besar kemungkinan terjadinya  lahar hujan yang membahayakan aktivitas penambangan pasir di lereng Merapi,&quot; pungkasnya.
Baca Juga:&amp;nbsp;LAPAN Ragu Ada Meteor Jatuh di Puncak Gunung Merapi
</description><content:encoded>YOGYAKARTA -  Gunung Merapi terus saja menunjukkan aktivitas vulkanik yang tergolong tinggi. Kamis (17/6/2021) pagi, gunung yang berada di perbatasan antara DIY dan Jawa Tengah ini kembali menyemburkan awan panas atau wedus gembel sejauh 2km.

Kepala Balai Penyelidikan dan pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG ) Hanik Humaida mengatakan, awan panas guguran pagi ini terjadi pada  pukul 7.10 WIB.  Awan ddngan suhu sangat tinggi ini  tercatat di seismogram dengan amplitudo 16 mm dan durasi 191 detik.

&quot;Jarak luncur 2000 meter atau 3 km ke arah barat daya,&quot; terangnya di Yogyakarta.
Baca Juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;Riwayat Erupsi Merapi Dua Dekade Terakhir
Dijelaskannya, hari sebelumnya Merapi 22 ksli lava pijar. Jarak luncur maksimal lava ini sejauh 1800 meter menuju barat daya. &quot;Intensitas memang tinggi.Namun status masih siaga atau level III, &quot; ulasnya.

Hanik berharap masyarakat menaati rekomendasi yang dikeluarkan BPPTKG terkiat jarak aman aktivitas warga.&quot; Kami harapkan ditaati. Jarak aman pada radius 5 km dari puncak,&quot; bebernya.

Selain itu, pihaknya juga mengimbau masyarakat yang beraktivitas di alur sungai yang berhulu di lereng Merapi untuk mewaspadai kemungkinan lahar hujan atau dikenal dengan lahar dingin.

&quot;Jika intensitas hujan di puncak tinggi, maka besar kemungkinan terjadinya  lahar hujan yang membahayakan aktivitas penambangan pasir di lereng Merapi,&quot; pungkasnya.
Baca Juga:&amp;nbsp;LAPAN Ragu Ada Meteor Jatuh di Puncak Gunung Merapi
</content:encoded></item></channel></rss>
