<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kasus Covid-19 Melonjak Tajam, Ini 5 Rekomendasi dari 5 Perhimpunan Dokter Spesialis</title><description>Kasus Covid&amp;#8208;19 di Indonesia meningkat sangat tajam.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/06/18/337/2427173/kasus-covid-19-melonjak-tajam-ini-5-rekomendasi-dari-5-perhimpunan-dokter-spesialis</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/06/18/337/2427173/kasus-covid-19-melonjak-tajam-ini-5-rekomendasi-dari-5-perhimpunan-dokter-spesialis"/><item><title>Kasus Covid-19 Melonjak Tajam, Ini 5 Rekomendasi dari 5 Perhimpunan Dokter Spesialis</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/06/18/337/2427173/kasus-covid-19-melonjak-tajam-ini-5-rekomendasi-dari-5-perhimpunan-dokter-spesialis</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/06/18/337/2427173/kasus-covid-19-melonjak-tajam-ini-5-rekomendasi-dari-5-perhimpunan-dokter-spesialis</guid><pubDate>Jum'at 18 Juni 2021 12:17 WIB</pubDate><dc:creator>Susi Susanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/06/18/337/2427173/kasus-covid-19-melonjak-tajam-ini-5-rekomendasi-dari-5-perhimpunan-dokter-spesialis-YjxR761CvD.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi Covid-19 (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/06/18/337/2427173/kasus-covid-19-melonjak-tajam-ini-5-rekomendasi-dari-5-perhimpunan-dokter-spesialis-YjxR761CvD.jpg</image><title>Ilustrasi Covid-19 (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Baru&amp;#8208;baru  ini  kasus  Covid&amp;#8208;19 di  Indonesia  meningkat  sangat  tajam. Berdasarkan  data kasus harian dari Satgas Covid&amp;#8208;19 pada 15 Mei 2021 angka penambahan kasus Covid&amp;#8208;19 yaitu  2385  kasus.
Kemudian  kasus  perlahan  meningkat  dan  semakin  meningkat  tajam, tercatat pada tanggal 15 Juni terdapat 8161 kasus, 16 Juni terdapat 9.944 kasus dan kasus  per 17  Juni 2021 sebanyak 12.624 kasus.  Jika dibandingkan dengan data 15 Mei,  terjadi  peningkatan kasus  pada  tanggal 17  Juni  sekitar  500%,  diikuti  dengan  peningkatan  kasus kematian berkaitan dengan COVID&amp;#8208;19.
Berdasarkan  dari  Dinkes  DKI  Jakarta bed  occupation  rate (BOR)  untuk  ruang  isolasi  dan ICU sudah hampir penuh. Data sampai tanggal 17 Juni 2021 tercatat sekitar 8000 tempat tidur  isolasi  yang  tersedia,  sudah  terisi  84%  dan  ruang  ICU  sudah  terisi  74%.
Sistem Kesehatan  Indonesia  dapat  colaps  jika  pihak  yang  berwenang  dan terlibat  tidak  segera melakukan upaya&amp;#8208;upaya maksimal untuk penanganan Covid&amp;#8208;19 ini.
(Baca juga: TNI-Polri Gelar Operasi Yustisi, Tak Pakai Masker Akan Ditindak!)
Berdasarkan  data  kasus  Covid&amp;#8208;19  harian,  sejak  diberlakukannya  Pemberlakuan Pembatasan  Kegiatan  Masyarakat  (PPKM)  pada  11  Januari  2021,  kasus  pada  bulan Februari  mulai  turun.  Pada  awal&amp;#8208;awal  Covid&amp;#8208;19  hanya  di  Jakarta,  pembatasan  kegiatan masyarakat  dapat  hanya  di  DKI  Jakarta.  Namun,  setelah  merebak,  maka pembatasan  harus  semua  wilayah,  terutama  se&amp;#8208;Jawa.

Pada  awalnya  pembatasan  dilakukan  oleh pemerintah  daerah  setempat,  seperti  PSBB,  sekarang  kewenangan  ditentukan  oleh pemerintah  pusat melalui  PPKM.  Pemberlakuan  PPKM di  berbagai wilayah  terutama  se&amp;#8208;jawa terlihat penurunan angka kasus pada bulan Februari. Namun, saat ini kasus Covid&amp;#8208;19 kembali menaik tajam pada bulan Juni dan merebak di berbagai wilayah di Indonesia.
(Baca juga: Pangdam Jaya Tiba-tiba Sambangi Polda Metro, Ada Apa?)

Atas dasar perkembangan ini, perhimpunan dokter&amp;#8208;dokter spesialis yang terdiri dari Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI), Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Perhimpunan Dokter Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif Indonesia (PERDATIN) dan Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskuler Indonesia (PERKI), mendorong dan merekomendasikan lima kangkah, yakni:

1. Agar pemerintah pusat memberlakukan PPKM secara menyeluruh dan serentak terutama di Pulau Jawa;

2. Agar pemerintah atau pihak yang berwenang memastikan implementasi serta penerapan PPKM yang maksimal;

3. Agar pemerintah atau pihak yang berwenang melakukan percepatan dan memastikan vaksinasi tercapai sesuai standar;

4. Agar semua pihak lebih waspada terhadap varian baru COVID&amp;#8208;19 yang lebih mudah menyebar, mungkin lebih memperberat gejala, mungkin lebih meningkatkan kematian dan mungkin menghilangkan efek vaksin. Lakukan Tracing dan Testing dengan lebih massif.

5. Agar masyarakat selalu dan tetap memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, tidak berpergian jika tidak mendesak, menjaga kesehatan dan menjalankan protokol kesehatan lainnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Baru&amp;#8208;baru  ini  kasus  Covid&amp;#8208;19 di  Indonesia  meningkat  sangat  tajam. Berdasarkan  data kasus harian dari Satgas Covid&amp;#8208;19 pada 15 Mei 2021 angka penambahan kasus Covid&amp;#8208;19 yaitu  2385  kasus.
Kemudian  kasus  perlahan  meningkat  dan  semakin  meningkat  tajam, tercatat pada tanggal 15 Juni terdapat 8161 kasus, 16 Juni terdapat 9.944 kasus dan kasus  per 17  Juni 2021 sebanyak 12.624 kasus.  Jika dibandingkan dengan data 15 Mei,  terjadi  peningkatan kasus  pada  tanggal 17  Juni  sekitar  500%,  diikuti  dengan  peningkatan  kasus kematian berkaitan dengan COVID&amp;#8208;19.
Berdasarkan  dari  Dinkes  DKI  Jakarta bed  occupation  rate (BOR)  untuk  ruang  isolasi  dan ICU sudah hampir penuh. Data sampai tanggal 17 Juni 2021 tercatat sekitar 8000 tempat tidur  isolasi  yang  tersedia,  sudah  terisi  84%  dan  ruang  ICU  sudah  terisi  74%.
Sistem Kesehatan  Indonesia  dapat  colaps  jika  pihak  yang  berwenang  dan terlibat  tidak  segera melakukan upaya&amp;#8208;upaya maksimal untuk penanganan Covid&amp;#8208;19 ini.
(Baca juga: TNI-Polri Gelar Operasi Yustisi, Tak Pakai Masker Akan Ditindak!)
Berdasarkan  data  kasus  Covid&amp;#8208;19  harian,  sejak  diberlakukannya  Pemberlakuan Pembatasan  Kegiatan  Masyarakat  (PPKM)  pada  11  Januari  2021,  kasus  pada  bulan Februari  mulai  turun.  Pada  awal&amp;#8208;awal  Covid&amp;#8208;19  hanya  di  Jakarta,  pembatasan  kegiatan masyarakat  dapat  hanya  di  DKI  Jakarta.  Namun,  setelah  merebak,  maka pembatasan  harus  semua  wilayah,  terutama  se&amp;#8208;Jawa.

Pada  awalnya  pembatasan  dilakukan  oleh pemerintah  daerah  setempat,  seperti  PSBB,  sekarang  kewenangan  ditentukan  oleh pemerintah  pusat melalui  PPKM.  Pemberlakuan  PPKM di  berbagai wilayah  terutama  se&amp;#8208;jawa terlihat penurunan angka kasus pada bulan Februari. Namun, saat ini kasus Covid&amp;#8208;19 kembali menaik tajam pada bulan Juni dan merebak di berbagai wilayah di Indonesia.
(Baca juga: Pangdam Jaya Tiba-tiba Sambangi Polda Metro, Ada Apa?)

Atas dasar perkembangan ini, perhimpunan dokter&amp;#8208;dokter spesialis yang terdiri dari Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI), Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Perhimpunan Dokter Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif Indonesia (PERDATIN) dan Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskuler Indonesia (PERKI), mendorong dan merekomendasikan lima kangkah, yakni:

1. Agar pemerintah pusat memberlakukan PPKM secara menyeluruh dan serentak terutama di Pulau Jawa;

2. Agar pemerintah atau pihak yang berwenang memastikan implementasi serta penerapan PPKM yang maksimal;

3. Agar pemerintah atau pihak yang berwenang melakukan percepatan dan memastikan vaksinasi tercapai sesuai standar;

4. Agar semua pihak lebih waspada terhadap varian baru COVID&amp;#8208;19 yang lebih mudah menyebar, mungkin lebih memperberat gejala, mungkin lebih meningkatkan kematian dan mungkin menghilangkan efek vaksin. Lakukan Tracing dan Testing dengan lebih massif.

5. Agar masyarakat selalu dan tetap memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, tidak berpergian jika tidak mendesak, menjaga kesehatan dan menjalankan protokol kesehatan lainnya.</content:encoded></item></channel></rss>
