<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kasus Covid-19 Melonjak, DPRD DKI: Penyebaran Akan Terhenti Kalau Kita Disiplin</title><description>Dari 34 provinsi, posisi pertama dipegang DKI Jakarta yang mengalami penambahan kasus Covid-19 sebanyak 4.737</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/06/18/338/2427445/kasus-covid-19-melonjak-dprd-dki-penyebaran-akan-terhenti-kalau-kita-disiplin</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/06/18/338/2427445/kasus-covid-19-melonjak-dprd-dki-penyebaran-akan-terhenti-kalau-kita-disiplin"/><item><title>Kasus Covid-19 Melonjak, DPRD DKI: Penyebaran Akan Terhenti Kalau Kita Disiplin</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/06/18/338/2427445/kasus-covid-19-melonjak-dprd-dki-penyebaran-akan-terhenti-kalau-kita-disiplin</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/06/18/338/2427445/kasus-covid-19-melonjak-dprd-dki-penyebaran-akan-terhenti-kalau-kita-disiplin</guid><pubDate>Jum'at 18 Juni 2021 19:43 WIB</pubDate><dc:creator>Khafid Mardiyansyah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/06/18/338/2427445/kasus-covid-19-melonjak-dprd-dki-penyebaran-akan-terhenti-kalau-kita-disiplin-6OD2wFk1p3.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Dokumentasi Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/06/18/338/2427445/kasus-covid-19-melonjak-dprd-dki-penyebaran-akan-terhenti-kalau-kita-disiplin-6OD2wFk1p3.jpg</image><title>Ilustrasi (Dokumentasi Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Dari 34 provinsi, posisi pertama dipegang DKI Jakarta yang mengalami penambahan kasus Covid-19 sebanyak 4.737, pada Jumat (18/6). Angka kasus positif beberapa waktu terakhir berada pada kisaran 1.000-2.000 kasus dalam sehari.

Menanggapi hal itu, Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDI Perjuangan, Hardiyanto Kenneth saat ini kondisi Jakarta benar-benar darurat Covid-19, lantaran angka positif Covid-19 kembali melonjak setelah sebelumnya sempat mereda.

&quot;Saat ini Jakarta benar-benar darurat Covid-19, angkanya melonjak tinggi dan saat ini sudah di angka 4.144 orang. Ini yang saya khawatirkan jika terjadi lonjakan Covid-19 di Ibukota, beginilah hasilnya jika penanganannya tidak tepat dan tidak serius,&quot; kata Kenneth dalam keterangannya, Jumat (18/6/2021).

Lalu, sambung pria yang disapa Kent, Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro yang diambil Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan dari 1 Juni sampai 14 Juni 2021 tidak menunjukkan pengetatan malah cenderung longgar.

Kata Kent, kapasitas Rumah Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet Kemayoran, sudah ditambah 1.400 tempat tidur sehingga menjadi 7.394 tempat tidur. Namun, kini tingkat keterisiannya sudah mencapai 78,6%.



Berdasarkan data Satgas RSD Wisma Atlet, Jumat pada pukul 08.00 WIB. Jumlah pasien rawat inap di Wisma Atlet sebanyak 5.812 orang. Bertambah 82 orang dibanding hari sebelumnya. Mereka dirawat di Tower 4,5,6, dan 7 Wisma Atlet Kemayoran.

Dengan total pasien 5.812, berarti kini hanya tersisa 1.582 tempat tidur. Sebab, total kapasitasnya adalah 7.394 tempat tidur. Dengan demikian, tingkat keterisian Wisma Atlet Kemayoran kini sudah mencapai 78,6%.

&quot;Dan pada akhirnya keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) di rumah sakit di Provinsi DKI Jakarta akan kembali penuh,&quot; ketus anggota Komisi D DPRD Jakarta itu.

Lalu, kata Kent, rencana Pemprov DKI Jakarta akan menyiapkan Rumah  Susun (Rusun) Nagrak, Cilincing, Jakarta Utara, untuk menampung pasien  Covid-19. Hal tersebut, harus benar-benar dipersiapkan dengan matang dan  fokus agar penanganan Covid-19 di Rusun Nagrak bisa terjamin.

&quot;Harus benar-benar dipersiapkan secara matang jika ingin menggunakan  Rusun Nagrak untuk menampung pasien Covid-19. Harus dijaga kebersihan  serta alat-alat penunjang kesehatan serta tenaga kesehatan yang  memumpuni, serta lingkungan di rusun harus benar-benar mendukung,&quot; tutur  Kent.

Kent pun setuju dengan pernyataan Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Fadil  Imran yang mengatakan, saat ini kondisi Jakarta sedang dalam kondisi  yang tidak baik-baik saja. Lantaran, melonjaknya angka Covid-19 di  ibukota.

&quot;Wabah Covid-19 ini kita tidak tahu puncak dan kapan akan berakhir.  Karena wabah ini bersifat propagatif yang akan selalu ada, jika kita  tidak mematuhi protokol kesehatan. Untuk cara menghentikan puncak  Covid-19 ini tergantung pada upaya pencegahan virus, serta penanganan  yang baik. Jika kita abai terhadap prokes dan salah dalam penanganannya,  saya yakin badai Covid-19 yang lebih besar akan datang menerjang  ibukota,&quot; tutur Kent.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana (Baguna) PDI Perjuangan DKI  Jakarta itu menambahkan, Pemprov DKI Jakarta harus benar-benar irit  dalam mengeluarkan anggaran. Hal-hal yang tidak urgent diharapkan tidak  perlu menjadi skala prioritas, dahulukan kepentingan penanggulangan  Covid-19 seperti uang insentif untuk tenaga kesehatan dan obat-obatan.

&quot;Pak Anies harus benar-benar fokus dalam mengelola anggaran,  kesampingkan dahulu anggaran untuk program yang tidak urgent, dan  dialihkan untuk insentif nakes dan obat obatan penanganan Covid-19 di  Jakarta,&quot; tutur Kent.

Kent meminta kepada Pemprov DKI Jakarta gerak cepat untuk membuat  rencana pencegahan virus ini. Harus mapping dengan baik dan terukur,  Jikalau tidak, dikhawatirkan nantinya akan kembali seperti pada masa  awal pandemi lagi dan semua pengorbanan yang dilakukan dari Tahun lalu,  semuanya akan menjadi sia-sia. Harus melakukan sosialisasi dan edukasi  yang massif dan serius. Yang harus menjadi catatan, berdasarkan data  dari Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta telah ditemukan kasus covid-19  varian baru di Ibu Kota, ada 33 kasus baru dari varian Alpha, Beta, dan  Delta.

&quot;Ada 33 kasus baru dari varian Covid-19 Alpha, Beta, dan Delta, yang  lebih cepat penyebarannya. Pemprov DKI Jakarta harus serius dan cepat  lakukan kebijakan, seperti pembatasan kegiatan dan 3T, agar bisa menahan  penyebaran Covid-19 di Jakarta,&quot; sambungnya.

Kent pun kembali mengimbau kepada warga Jakarta khususnya, jika  hendak beraktivitas di luar rumah agar benar-benar memperhatikan  protokol kesehatan, mengantisipasi Covid-19, seperti jaga jarak, memakai  masker, dan menyiapkan hand sanitizer

&quot;Saya mengimbau kepada warga DKI Jakarta wajib melakukan protokol  kesehatan Covid-19 dimanapun berada. Penyebaran virus akan terhenti jika  dari diri kita yang benar-benar disiplin terhadap diri sendiri. Jangan  bosan dan malas dalam melakukan standar protokol kesehatan. Pakai  masker, jaga jarak, dan mencuci tangan dengan sabun atau membawa hand  sanitizer, kita wajib bertanggung jawab terhadap diri kita sendiri dan  orang lain,&quot; pungkasnya.

Sebelumnya, kasus positif Covid-19 di Tanah Air kembali bertambah  sebanyak 12.990 kasus Jumat 18 Juni 2021. Sehingga akumulasi positif  Covid-19 lebih dari 1,9 juta kasus atau sebanyak 1.963.266 kasus.

Jumlah ini merupakan hasil tracing melalui pemeriksaan sebanyak  132.215 spesimen yang dilakukan dengan metode real time polymerase chain  reaction (PCR) dan tes cepat molekuler (TCM).

Selain itu, juga dilaporkan kasus yang sembuh dari Covid-19 pada hari  ini tercatat bertambah 7.907 orang. Sehingga total sebanyak 1.779.127  orang sembuh. Sementara jumlah yang meninggal kembali bertambah 290  orang. Sehingga meninggal menjadi 54.043 orang.

Jumlah suspek Covid-19 kini sebanyak 111.635 orang. Dan kasus aktif  sebanyak 130.096 orang. Saat ini kasus Covid-19 tersebar di 510  Kabupaten/Kota di 34 Provinsi.</description><content:encoded>JAKARTA - Dari 34 provinsi, posisi pertama dipegang DKI Jakarta yang mengalami penambahan kasus Covid-19 sebanyak 4.737, pada Jumat (18/6). Angka kasus positif beberapa waktu terakhir berada pada kisaran 1.000-2.000 kasus dalam sehari.

Menanggapi hal itu, Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDI Perjuangan, Hardiyanto Kenneth saat ini kondisi Jakarta benar-benar darurat Covid-19, lantaran angka positif Covid-19 kembali melonjak setelah sebelumnya sempat mereda.

&quot;Saat ini Jakarta benar-benar darurat Covid-19, angkanya melonjak tinggi dan saat ini sudah di angka 4.144 orang. Ini yang saya khawatirkan jika terjadi lonjakan Covid-19 di Ibukota, beginilah hasilnya jika penanganannya tidak tepat dan tidak serius,&quot; kata Kenneth dalam keterangannya, Jumat (18/6/2021).

Lalu, sambung pria yang disapa Kent, Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro yang diambil Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan dari 1 Juni sampai 14 Juni 2021 tidak menunjukkan pengetatan malah cenderung longgar.

Kata Kent, kapasitas Rumah Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet Kemayoran, sudah ditambah 1.400 tempat tidur sehingga menjadi 7.394 tempat tidur. Namun, kini tingkat keterisiannya sudah mencapai 78,6%.



Berdasarkan data Satgas RSD Wisma Atlet, Jumat pada pukul 08.00 WIB. Jumlah pasien rawat inap di Wisma Atlet sebanyak 5.812 orang. Bertambah 82 orang dibanding hari sebelumnya. Mereka dirawat di Tower 4,5,6, dan 7 Wisma Atlet Kemayoran.

Dengan total pasien 5.812, berarti kini hanya tersisa 1.582 tempat tidur. Sebab, total kapasitasnya adalah 7.394 tempat tidur. Dengan demikian, tingkat keterisian Wisma Atlet Kemayoran kini sudah mencapai 78,6%.

&quot;Dan pada akhirnya keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) di rumah sakit di Provinsi DKI Jakarta akan kembali penuh,&quot; ketus anggota Komisi D DPRD Jakarta itu.

Lalu, kata Kent, rencana Pemprov DKI Jakarta akan menyiapkan Rumah  Susun (Rusun) Nagrak, Cilincing, Jakarta Utara, untuk menampung pasien  Covid-19. Hal tersebut, harus benar-benar dipersiapkan dengan matang dan  fokus agar penanganan Covid-19 di Rusun Nagrak bisa terjamin.

&quot;Harus benar-benar dipersiapkan secara matang jika ingin menggunakan  Rusun Nagrak untuk menampung pasien Covid-19. Harus dijaga kebersihan  serta alat-alat penunjang kesehatan serta tenaga kesehatan yang  memumpuni, serta lingkungan di rusun harus benar-benar mendukung,&quot; tutur  Kent.

Kent pun setuju dengan pernyataan Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Fadil  Imran yang mengatakan, saat ini kondisi Jakarta sedang dalam kondisi  yang tidak baik-baik saja. Lantaran, melonjaknya angka Covid-19 di  ibukota.

&quot;Wabah Covid-19 ini kita tidak tahu puncak dan kapan akan berakhir.  Karena wabah ini bersifat propagatif yang akan selalu ada, jika kita  tidak mematuhi protokol kesehatan. Untuk cara menghentikan puncak  Covid-19 ini tergantung pada upaya pencegahan virus, serta penanganan  yang baik. Jika kita abai terhadap prokes dan salah dalam penanganannya,  saya yakin badai Covid-19 yang lebih besar akan datang menerjang  ibukota,&quot; tutur Kent.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana (Baguna) PDI Perjuangan DKI  Jakarta itu menambahkan, Pemprov DKI Jakarta harus benar-benar irit  dalam mengeluarkan anggaran. Hal-hal yang tidak urgent diharapkan tidak  perlu menjadi skala prioritas, dahulukan kepentingan penanggulangan  Covid-19 seperti uang insentif untuk tenaga kesehatan dan obat-obatan.

&quot;Pak Anies harus benar-benar fokus dalam mengelola anggaran,  kesampingkan dahulu anggaran untuk program yang tidak urgent, dan  dialihkan untuk insentif nakes dan obat obatan penanganan Covid-19 di  Jakarta,&quot; tutur Kent.

Kent meminta kepada Pemprov DKI Jakarta gerak cepat untuk membuat  rencana pencegahan virus ini. Harus mapping dengan baik dan terukur,  Jikalau tidak, dikhawatirkan nantinya akan kembali seperti pada masa  awal pandemi lagi dan semua pengorbanan yang dilakukan dari Tahun lalu,  semuanya akan menjadi sia-sia. Harus melakukan sosialisasi dan edukasi  yang massif dan serius. Yang harus menjadi catatan, berdasarkan data  dari Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta telah ditemukan kasus covid-19  varian baru di Ibu Kota, ada 33 kasus baru dari varian Alpha, Beta, dan  Delta.

&quot;Ada 33 kasus baru dari varian Covid-19 Alpha, Beta, dan Delta, yang  lebih cepat penyebarannya. Pemprov DKI Jakarta harus serius dan cepat  lakukan kebijakan, seperti pembatasan kegiatan dan 3T, agar bisa menahan  penyebaran Covid-19 di Jakarta,&quot; sambungnya.

Kent pun kembali mengimbau kepada warga Jakarta khususnya, jika  hendak beraktivitas di luar rumah agar benar-benar memperhatikan  protokol kesehatan, mengantisipasi Covid-19, seperti jaga jarak, memakai  masker, dan menyiapkan hand sanitizer

&quot;Saya mengimbau kepada warga DKI Jakarta wajib melakukan protokol  kesehatan Covid-19 dimanapun berada. Penyebaran virus akan terhenti jika  dari diri kita yang benar-benar disiplin terhadap diri sendiri. Jangan  bosan dan malas dalam melakukan standar protokol kesehatan. Pakai  masker, jaga jarak, dan mencuci tangan dengan sabun atau membawa hand  sanitizer, kita wajib bertanggung jawab terhadap diri kita sendiri dan  orang lain,&quot; pungkasnya.

Sebelumnya, kasus positif Covid-19 di Tanah Air kembali bertambah  sebanyak 12.990 kasus Jumat 18 Juni 2021. Sehingga akumulasi positif  Covid-19 lebih dari 1,9 juta kasus atau sebanyak 1.963.266 kasus.

Jumlah ini merupakan hasil tracing melalui pemeriksaan sebanyak  132.215 spesimen yang dilakukan dengan metode real time polymerase chain  reaction (PCR) dan tes cepat molekuler (TCM).

Selain itu, juga dilaporkan kasus yang sembuh dari Covid-19 pada hari  ini tercatat bertambah 7.907 orang. Sehingga total sebanyak 1.779.127  orang sembuh. Sementara jumlah yang meninggal kembali bertambah 290  orang. Sehingga meninggal menjadi 54.043 orang.

Jumlah suspek Covid-19 kini sebanyak 111.635 orang. Dan kasus aktif  sebanyak 130.096 orang. Saat ini kasus Covid-19 tersebar di 510  Kabupaten/Kota di 34 Provinsi.</content:encoded></item></channel></rss>
