<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Humor Gus Dur: Pemimpin dan Tukang Cukur Bicara Suksesi</title><description>Ada seorang pemimpin yang setiap tiga bulan sekali pergi ke tukang cukur langganannya.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/06/20/337/2427946/humor-gus-dur-pemimpin-dan-tukang-cukur-bicara-suksesi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/06/20/337/2427946/humor-gus-dur-pemimpin-dan-tukang-cukur-bicara-suksesi"/><item><title>Humor Gus Dur: Pemimpin dan Tukang Cukur Bicara Suksesi</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/06/20/337/2427946/humor-gus-dur-pemimpin-dan-tukang-cukur-bicara-suksesi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/06/20/337/2427946/humor-gus-dur-pemimpin-dan-tukang-cukur-bicara-suksesi</guid><pubDate>Minggu 20 Juni 2021 07:28 WIB</pubDate><dc:creator>Doddy Handoko </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/06/20/337/2427946/humor-gus-dur-pemimpin-dan-tukang-cukur-bicara-suksesi-CrWA8ZL2Ut.jpg" expression="full" type="image/jpeg">dok: NU</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/06/20/337/2427946/humor-gus-dur-pemimpin-dan-tukang-cukur-bicara-suksesi-CrWA8ZL2Ut.jpg</image><title>dok: NU</title></images><description>JAKARTA - Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur dikenal memiliki selera humor yang tinggi.  Humor-humor Gus Dur Cerdas namun bisa membuat yang membaca tertawa terpingkal-pingkal.  Berikut cuplikan humor atau anekdot Gus Dur yang diambil dari NUonline.
(Baca juga: 3 Keunggulan Pasukan Komando Baret Merah Ini Bikin Ciut Nyali Musuh)
Dalam sebuah ceramah di Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta, September 1992, Gus Dur&amp;nbsp;mengisahkan ada seorang pemimpin yang setiap tiga bulan sekali pergi ke tukang cukur langganannya.
(Baca juga: Gajah Mada-408, Kapal Perang AL yang Gagah Berani Bertempur dengan Kapal Canggih Belanda)
Setiap pemimpin itu cukur rambut, si tukang cukur selalu bertanya tentang suksesi. &amp;ldquo;Bagaimana pak suksesi, sudah ada penggantinya?&amp;rdquo; tanya tukang cukur.
&amp;rdquo;Belum,&amp;rdquo; jawab pemimpin itu lalu bicara soal lain.
Tiga bulan kemudian pemimpin itu cukur lagi.
&amp;ldquo;Bagaimana suksesi, sudah ada penggantinya pak?&amp;rdquo; tanya tukang cukur.
&quot;Belum,&amp;rdquo; jawab pemimpin itu dan berlanjut bicara topik lain.
Tiga bulan berikutnya terjadi dialog antara pemimpin dan tukang cukur.
Bagaimana suksesi, sudah ada penggantinya belum?&amp;rdquo; tanya tukang cukur.
&amp;ldquo;Kamu ini bagaimana sih selalu tanya soal pengganti saya. Kamu tidak suka dengan saya tetap menjadi pemimpin ya?&amp;rdquo; jawab sang pemimpin dengan nada tinggi.Dengan tenang tukang cukur itu menjawab,
&amp;ldquo;Bukan begitu pak, kalau saya tanya bapak sudah ada penggantinya atau belum, bulu kuduk bapak berdiri. Jadi saya gampang motongnya.

</description><content:encoded>JAKARTA - Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur dikenal memiliki selera humor yang tinggi.  Humor-humor Gus Dur Cerdas namun bisa membuat yang membaca tertawa terpingkal-pingkal.  Berikut cuplikan humor atau anekdot Gus Dur yang diambil dari NUonline.
(Baca juga: 3 Keunggulan Pasukan Komando Baret Merah Ini Bikin Ciut Nyali Musuh)
Dalam sebuah ceramah di Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta, September 1992, Gus Dur&amp;nbsp;mengisahkan ada seorang pemimpin yang setiap tiga bulan sekali pergi ke tukang cukur langganannya.
(Baca juga: Gajah Mada-408, Kapal Perang AL yang Gagah Berani Bertempur dengan Kapal Canggih Belanda)
Setiap pemimpin itu cukur rambut, si tukang cukur selalu bertanya tentang suksesi. &amp;ldquo;Bagaimana pak suksesi, sudah ada penggantinya?&amp;rdquo; tanya tukang cukur.
&amp;rdquo;Belum,&amp;rdquo; jawab pemimpin itu lalu bicara soal lain.
Tiga bulan kemudian pemimpin itu cukur lagi.
&amp;ldquo;Bagaimana suksesi, sudah ada penggantinya pak?&amp;rdquo; tanya tukang cukur.
&quot;Belum,&amp;rdquo; jawab pemimpin itu dan berlanjut bicara topik lain.
Tiga bulan berikutnya terjadi dialog antara pemimpin dan tukang cukur.
Bagaimana suksesi, sudah ada penggantinya belum?&amp;rdquo; tanya tukang cukur.
&amp;ldquo;Kamu ini bagaimana sih selalu tanya soal pengganti saya. Kamu tidak suka dengan saya tetap menjadi pemimpin ya?&amp;rdquo; jawab sang pemimpin dengan nada tinggi.Dengan tenang tukang cukur itu menjawab,
&amp;ldquo;Bukan begitu pak, kalau saya tanya bapak sudah ada penggantinya atau belum, bulu kuduk bapak berdiri. Jadi saya gampang motongnya.

</content:encoded></item></channel></rss>
