<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sultan HB X: Yogyakarta Belum Lockdown Total, Masih Tunggu Arahan Pusat</title><description>Sri Sultan Hamengkubuwono X menegaskan belum akan memberlakukan lockdown total.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/06/21/510/2428650/sultan-hb-x-yogyakarta-belum-lockdown-total-masih-tunggu-arahan-pusat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/06/21/510/2428650/sultan-hb-x-yogyakarta-belum-lockdown-total-masih-tunggu-arahan-pusat"/><item><title>Sultan HB X: Yogyakarta Belum Lockdown Total, Masih Tunggu Arahan Pusat</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/06/21/510/2428650/sultan-hb-x-yogyakarta-belum-lockdown-total-masih-tunggu-arahan-pusat</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/06/21/510/2428650/sultan-hb-x-yogyakarta-belum-lockdown-total-masih-tunggu-arahan-pusat</guid><pubDate>Senin 21 Juni 2021 19:36 WIB</pubDate><dc:creator>Heru Trijoko</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/06/21/510/2428650/sultan-hb-x-yogyakarta-belum-lockdown-total-masih-tunggu-arahan-pusat-nZ0Y1MSZGz.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Sultan HB X. (Foto: Heru Trijoko)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/06/21/510/2428650/sultan-hb-x-yogyakarta-belum-lockdown-total-masih-tunggu-arahan-pusat-nZ0Y1MSZGz.jpg</image><title>Sultan HB X. (Foto: Heru Trijoko)</title></images><description>YOGYAKARTA - Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengkubuwono X menegaskan belum akan memberlakukan lockdown total dan masih menunggu arahan dari pemerintah pusat.&amp;nbsp;
Guna menekan lonjakan kasus Covid-19, saat ini/ Pemdad DIY masih menerapkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berbasis Mikro, khususnya di wilayah yang masuk zona merah.&amp;nbsp;
Terjadinya lonjakan kasus Covid-19 di DIY dalam beberapa hari terakhir Sultan HB X sempat mewacanakan  lockdown total. Hal itu guna menekan laju kasus positif corona di wilayahnya yang terus mengalami peningkatan. Sementara kapasitas tempat tidur bagi penderita Covid-19 di fasilitas kesehatan rumah sakit maupun shelter isolasimakin menipis.
Baca juga:&amp;nbsp;Klaster Lapas Narkotika Yogyakarta, 275 Orang Positif Covid-19
Namun demikian, Sri Sultan mengatakan, hingga saat ini pihaknya masih belum memberlakukan lockdown total, mengingat banyak konsekuensinya. Sebab, jika lockdown total diberlakukan, maka kebutuhan hidup akan ditanggung pemerintah seperti yang dilakukan di Malaysia dan Singapura.
Sri Sultan mengaku masih akan melakukan koordinasi dan juga menunggu arahan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait kebijakan baru untuk menekan lonjakan kasus Covid-19 di Indonesia.
Baca juga:&amp;nbsp;Kasus Covid-19 Terus Melonjak, Sultan Yogyakarta Isyaratkan Lockdown Total
&amp;ldquo;Saya kan menyatakan ada kalimat kalau di-lockdown pemerintah enggak mampu karena harus ganti hidupnya rakyat se-Indonesia. Jadi pernyataan saya begitu bukan berarti harus lockdown, karena lockdown ada konsekuensi,&amp;rdquo; ujar Sri Sultan, Senin (21/6/2021).</description><content:encoded>YOGYAKARTA - Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengkubuwono X menegaskan belum akan memberlakukan lockdown total dan masih menunggu arahan dari pemerintah pusat.&amp;nbsp;
Guna menekan lonjakan kasus Covid-19, saat ini/ Pemdad DIY masih menerapkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berbasis Mikro, khususnya di wilayah yang masuk zona merah.&amp;nbsp;
Terjadinya lonjakan kasus Covid-19 di DIY dalam beberapa hari terakhir Sultan HB X sempat mewacanakan  lockdown total. Hal itu guna menekan laju kasus positif corona di wilayahnya yang terus mengalami peningkatan. Sementara kapasitas tempat tidur bagi penderita Covid-19 di fasilitas kesehatan rumah sakit maupun shelter isolasimakin menipis.
Baca juga:&amp;nbsp;Klaster Lapas Narkotika Yogyakarta, 275 Orang Positif Covid-19
Namun demikian, Sri Sultan mengatakan, hingga saat ini pihaknya masih belum memberlakukan lockdown total, mengingat banyak konsekuensinya. Sebab, jika lockdown total diberlakukan, maka kebutuhan hidup akan ditanggung pemerintah seperti yang dilakukan di Malaysia dan Singapura.
Sri Sultan mengaku masih akan melakukan koordinasi dan juga menunggu arahan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait kebijakan baru untuk menekan lonjakan kasus Covid-19 di Indonesia.
Baca juga:&amp;nbsp;Kasus Covid-19 Terus Melonjak, Sultan Yogyakarta Isyaratkan Lockdown Total
&amp;ldquo;Saya kan menyatakan ada kalimat kalau di-lockdown pemerintah enggak mampu karena harus ganti hidupnya rakyat se-Indonesia. Jadi pernyataan saya begitu bukan berarti harus lockdown, karena lockdown ada konsekuensi,&amp;rdquo; ujar Sri Sultan, Senin (21/6/2021).</content:encoded></item></channel></rss>
