<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bank Dunia, Uni Afrika Bekerja Sama Perluas Akses ke Vaksin COVID-19</title><description>Uni Afrika dan Bank Dunia berupaya mempercepar vaksinasi Covid-19 bagi 400 juta penduduk Afrika.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/06/22/18/2429118/bank-dunia-uni-afrika-bekerja-sama-perluas-akses-ke-vaksin-covid-19</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/06/22/18/2429118/bank-dunia-uni-afrika-bekerja-sama-perluas-akses-ke-vaksin-covid-19"/><item><title>Bank Dunia, Uni Afrika Bekerja Sama Perluas Akses ke Vaksin COVID-19</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/06/22/18/2429118/bank-dunia-uni-afrika-bekerja-sama-perluas-akses-ke-vaksin-covid-19</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/06/22/18/2429118/bank-dunia-uni-afrika-bekerja-sama-perluas-akses-ke-vaksin-covid-19</guid><pubDate>Selasa 22 Juni 2021 15:31 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/06/22/18/2429118/bank-dunia-uni-afrika-bekerja-sama-perluas-akses-ke-vaksin-covid-19-TyswOkXt9j.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Reuters.</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/06/22/18/2429118/bank-dunia-uni-afrika-bekerja-sama-perluas-akses-ke-vaksin-covid-19-TyswOkXt9j.jpg</image><title>Foto: Reuters.</title></images><description>WASHINGTON - Bank Dunia dan Uni Afrika pada Senin (21/6/2021) mengatakan akan bekerja sama untuk mempercepat vaksinasi COVID-19 hingga untuk 400 juta orang di seluruh Afrika serta memperkuat upaya untuk memvaksin 60 persen populasi benua itu pada 2022.
Dalam suatu pernyataan bersama, Bank Dunia dan Uni Afrika mengatakan bahwa kesepakatan mereka akan menyediakan sumber daya yang dibutuhkan untuk inisiatif Tim Tugas Akuisisi Vaksin Afrika (AVATT), yang memungkinkan negara-negara Afrika untuk membeli dan menyebarkan lebih banyak vaksin.
BACA JUGA: Terima 1,5 Juta Dosis Suntikan AstraZeneca, Indonesia Serukan Kesetaraan Akses Vaksin
Inisiatif itu akan melengkapi upaya yang telah dilakukan melalui program berbagi vaksin COVAX, yang dijalankan bersama oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Seorang pejabat WHO pada Senin  mengatakan lebih dari setengah negara miskin yang menerima vaksin virus corona melalui COVAX tidak memiliki cukup pasokan untuk melanjutkan upaya vaksinasi mereka.
Untuk itu, inisiatif baru Bank Dunia tersebut muncul di tengah kekurangan pasokan vaksin seiring dengan peningkatan kasus infeksi dan kematian akibat COVID-19 ketika gelombang ketiga infeksi virus corona melanda Afrika.
BACA JUGA: WHO: Vaksin Covid-19 Hampir Habis di Negara-Negara Miskin
Kekurangan pasokan vaksin itu sebagian disebabkan oleh penundaan manufaktur dan gangguan pasokan di India.
&quot;Bank Dunia sangat senang mendukung negara-negara Afrika melalui kemitraan dengan Uni Afrika ini untuk segera menyediakan ratusan juta dosis vaksin,&quot; kata Presiden Bank Dunia David Malpass dalam sebuah pernyataan.
&quot;Negara-negara sangat membutuhkan lebih banyak jalur untuk memperoleh vaksin yang sesuai dengan kebutuhan mereka dan memiliki jadwal pengiriman lebih awal,&quot; ujar Malpass.
Utusan khusus Uni Afrika Strive Masiyiwa mengatakan kerja sama antara  Bank Dunia dan lembaga-lembaga Afrika, seperti Bank Ekspor Impor Afrika  dan Pusat Pengendalian Penyakit Afrika, akan memberikan kapasitas untuk  memvaksin setidaknya 400 juta orang, atau 30 persen dari total populasi  Afrika.
Sejauh ini belum ada perincian mengenai biaya untuk inisiatif yang  dibuat oleh Bank Dunia bersama Uni Afrika itu, tetapi pendanaan untuk  inisiatif itu akan berasal dari USD12 miliar yang disediakan Bank Dunia  untuk pembiayaan dan distribusi vaksin.
Bank Dunia juga mengatakan bahwa pihaknya pada akhir Juni akan  mendukung upaya vaksinasi di 50 negara, yang dua pertiganya berada di  benua Afrika.
</description><content:encoded>WASHINGTON - Bank Dunia dan Uni Afrika pada Senin (21/6/2021) mengatakan akan bekerja sama untuk mempercepat vaksinasi COVID-19 hingga untuk 400 juta orang di seluruh Afrika serta memperkuat upaya untuk memvaksin 60 persen populasi benua itu pada 2022.
Dalam suatu pernyataan bersama, Bank Dunia dan Uni Afrika mengatakan bahwa kesepakatan mereka akan menyediakan sumber daya yang dibutuhkan untuk inisiatif Tim Tugas Akuisisi Vaksin Afrika (AVATT), yang memungkinkan negara-negara Afrika untuk membeli dan menyebarkan lebih banyak vaksin.
BACA JUGA: Terima 1,5 Juta Dosis Suntikan AstraZeneca, Indonesia Serukan Kesetaraan Akses Vaksin
Inisiatif itu akan melengkapi upaya yang telah dilakukan melalui program berbagi vaksin COVAX, yang dijalankan bersama oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Seorang pejabat WHO pada Senin  mengatakan lebih dari setengah negara miskin yang menerima vaksin virus corona melalui COVAX tidak memiliki cukup pasokan untuk melanjutkan upaya vaksinasi mereka.
Untuk itu, inisiatif baru Bank Dunia tersebut muncul di tengah kekurangan pasokan vaksin seiring dengan peningkatan kasus infeksi dan kematian akibat COVID-19 ketika gelombang ketiga infeksi virus corona melanda Afrika.
BACA JUGA: WHO: Vaksin Covid-19 Hampir Habis di Negara-Negara Miskin
Kekurangan pasokan vaksin itu sebagian disebabkan oleh penundaan manufaktur dan gangguan pasokan di India.
&quot;Bank Dunia sangat senang mendukung negara-negara Afrika melalui kemitraan dengan Uni Afrika ini untuk segera menyediakan ratusan juta dosis vaksin,&quot; kata Presiden Bank Dunia David Malpass dalam sebuah pernyataan.
&quot;Negara-negara sangat membutuhkan lebih banyak jalur untuk memperoleh vaksin yang sesuai dengan kebutuhan mereka dan memiliki jadwal pengiriman lebih awal,&quot; ujar Malpass.
Utusan khusus Uni Afrika Strive Masiyiwa mengatakan kerja sama antara  Bank Dunia dan lembaga-lembaga Afrika, seperti Bank Ekspor Impor Afrika  dan Pusat Pengendalian Penyakit Afrika, akan memberikan kapasitas untuk  memvaksin setidaknya 400 juta orang, atau 30 persen dari total populasi  Afrika.
Sejauh ini belum ada perincian mengenai biaya untuk inisiatif yang  dibuat oleh Bank Dunia bersama Uni Afrika itu, tetapi pendanaan untuk  inisiatif itu akan berasal dari USD12 miliar yang disediakan Bank Dunia  untuk pembiayaan dan distribusi vaksin.
Bank Dunia juga mengatakan bahwa pihaknya pada akhir Juni akan  mendukung upaya vaksinasi di 50 negara, yang dua pertiganya berada di  benua Afrika.
</content:encoded></item></channel></rss>
