<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Depok Trending, Netizen Heran Warga Lebih Percaya Babi Ngepet dari Covid-19</title><description>Lebih dari 6.899 warganet membahasnya hingga mencapai trending topic.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/06/22/338/2429109/depok-trending-netizen-heran-warga-lebih-percaya-babi-ngepet-dari-covid-19</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/06/22/338/2429109/depok-trending-netizen-heran-warga-lebih-percaya-babi-ngepet-dari-covid-19"/><item><title>Depok Trending, Netizen Heran Warga Lebih Percaya Babi Ngepet dari Covid-19</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/06/22/338/2429109/depok-trending-netizen-heran-warga-lebih-percaya-babi-ngepet-dari-covid-19</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/06/22/338/2429109/depok-trending-netizen-heran-warga-lebih-percaya-babi-ngepet-dari-covid-19</guid><pubDate>Selasa 22 Juni 2021 15:20 WIB</pubDate><dc:creator>Bima Setiyadi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/06/22/338/2429109/depok-trending-netizen-heran-warga-lebih-percaya-babi-ngepet-dari-covid-19-cGiwngp054.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/06/22/338/2429109/depok-trending-netizen-heran-warga-lebih-percaya-babi-ngepet-dari-covid-19-cGiwngp054.jpeg</image><title>Ilustrasi. (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Lonjakan kasus positif Covid-19 di Jakarta dan sekitar rupanya belum sepenuhnya menyadarkan masyarakat akan bahaya virus ini. Salah satu misalnya di kawasan Depok yang merupakan daerah penyangga Ibu Kota.
Dalam pemberitaan media nasional, Selasa (22/6/2021), ada seorang warga yang terkonfirmasi positif corona di Kelurahan Sukamaju, Kecamatan Cilodong, Kota Depok, Jawa Barat, tidak melakukan isolasi mandiri (Isoman).&amp;nbsp;
Warga tersebut justru menyelenggarakan hajatan pernikahan di lingkungan permukimannya. Akibatnya, puluhan warga di lingkungan RW setempat telah terinfeksi positif virus corona.
Baca juga:&amp;nbsp;Jadi Lokasi Isoman Pasien Covid-19, Panglima TNI dan Kapolri Tinjau Kesiapan Rusun Nagrak
Pemberitaan tersebut menjadi bahasan warganet melalui tulisan &quot;Depok&quot;di media sosial Twitter. Lebih dari 6.899 warganet membahasnya hingga mencapai trending topic.
Akun @ibnfachri heran dengan warga Depok yang tidak percaya Covid-19. Padahal, laporan kasus pertama pasien Covid-19 berawal dari Depok.
&quot;Orang Depok itu pada kenapa dah? Covid pertama di indonesia juga awalnya dari orang Depok kan kalo ga salah,&quot; tulisnya seperti dikutip Selasa (22/6/2021).
Baca juga:&amp;nbsp;Parah! Pasien Covid-19 Ini Malah Gelar Pesta Pernikahan, Puluhan Warga Depok Terpapar
Akun lainnya, @ajiipurnomo menyatakan hal serupa. Bahkan dia membandingkanya dengan babi ngepet yang belum lama ini viral di Depok.
&quot;Depok kenapa ya, kemarin babi ngepet percaya. Giliran covid malah ga percaya,&quot; tulusnya.Dokter spesialis paru-paru, Dr. Eva Chaniago turut menanggapi kasus Covid-19 di Depok. Namun, dia hanya menginformasikan bahwa antrean di Instalasi Gawat Darurat di salah satu rumah sakit Depok sampai lebih dari tiga hari.&amp;nbsp;
&quot;Teman-teman dari depok, yangg menunggu ruang rawat sampai lebih 3 hari antri di IGD. Padahal bukan rumah sakit rujukan Covid besar. Mereka coba minta bantuan saya.&amp;nbsp;
Sama saja, pasien kami juga banyak antri di IGD. Ini mungkin yg buat Depok tarik rem dulu,&quot; tulis akun twitternya @__Sridiana_3va&amp;nbsp;
</description><content:encoded>JAKARTA - Lonjakan kasus positif Covid-19 di Jakarta dan sekitar rupanya belum sepenuhnya menyadarkan masyarakat akan bahaya virus ini. Salah satu misalnya di kawasan Depok yang merupakan daerah penyangga Ibu Kota.
Dalam pemberitaan media nasional, Selasa (22/6/2021), ada seorang warga yang terkonfirmasi positif corona di Kelurahan Sukamaju, Kecamatan Cilodong, Kota Depok, Jawa Barat, tidak melakukan isolasi mandiri (Isoman).&amp;nbsp;
Warga tersebut justru menyelenggarakan hajatan pernikahan di lingkungan permukimannya. Akibatnya, puluhan warga di lingkungan RW setempat telah terinfeksi positif virus corona.
Baca juga:&amp;nbsp;Jadi Lokasi Isoman Pasien Covid-19, Panglima TNI dan Kapolri Tinjau Kesiapan Rusun Nagrak
Pemberitaan tersebut menjadi bahasan warganet melalui tulisan &quot;Depok&quot;di media sosial Twitter. Lebih dari 6.899 warganet membahasnya hingga mencapai trending topic.
Akun @ibnfachri heran dengan warga Depok yang tidak percaya Covid-19. Padahal, laporan kasus pertama pasien Covid-19 berawal dari Depok.
&quot;Orang Depok itu pada kenapa dah? Covid pertama di indonesia juga awalnya dari orang Depok kan kalo ga salah,&quot; tulisnya seperti dikutip Selasa (22/6/2021).
Baca juga:&amp;nbsp;Parah! Pasien Covid-19 Ini Malah Gelar Pesta Pernikahan, Puluhan Warga Depok Terpapar
Akun lainnya, @ajiipurnomo menyatakan hal serupa. Bahkan dia membandingkanya dengan babi ngepet yang belum lama ini viral di Depok.
&quot;Depok kenapa ya, kemarin babi ngepet percaya. Giliran covid malah ga percaya,&quot; tulusnya.Dokter spesialis paru-paru, Dr. Eva Chaniago turut menanggapi kasus Covid-19 di Depok. Namun, dia hanya menginformasikan bahwa antrean di Instalasi Gawat Darurat di salah satu rumah sakit Depok sampai lebih dari tiga hari.&amp;nbsp;
&quot;Teman-teman dari depok, yangg menunggu ruang rawat sampai lebih 3 hari antri di IGD. Padahal bukan rumah sakit rujukan Covid besar. Mereka coba minta bantuan saya.&amp;nbsp;
Sama saja, pasien kami juga banyak antri di IGD. Ini mungkin yg buat Depok tarik rem dulu,&quot; tulis akun twitternya @__Sridiana_3va&amp;nbsp;
</content:encoded></item></channel></rss>
