<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sekelompok Bocil Rusak Belasan Makam, Gibran: Kurang Ajar!</title><description>Ahli waris salah satu makam yang dirusak , Andreas mengaku, diberitahu juru kunci makam terkait adanya perusakan tersebut.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/06/22/512/2429093/sekelompok-bocil-rusak-belasan-makam-gibran-kurang-ajar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/06/22/512/2429093/sekelompok-bocil-rusak-belasan-makam-gibran-kurang-ajar"/><item><title>Sekelompok Bocil Rusak Belasan Makam, Gibran: Kurang Ajar!</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/06/22/512/2429093/sekelompok-bocil-rusak-belasan-makam-gibran-kurang-ajar</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/06/22/512/2429093/sekelompok-bocil-rusak-belasan-makam-gibran-kurang-ajar</guid><pubDate>Selasa 22 Juni 2021 15:03 WIB</pubDate><dc:creator>Septyantoro Aji Nugroho</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/06/22/512/2429093/sekelompok-bocil-rusak-belasan-makam-gibran-kurang-ajar-cynzWSCJ3L.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: MNC Portal</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/06/22/512/2429093/sekelompok-bocil-rusak-belasan-makam-gibran-kurang-ajar-cynzWSCJ3L.jpg</image><title>Foto: MNC Portal</title></images><description>SOLO &amp;ndash; Peristwa perusakan makam Cemoro Kembar di Kelurahan Mojo, Pasar Kliwon, Kota Solo, membuat emosi Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka&amp;nbsp;meledak.
(Baca juga: Parah! Pasien Covid-19 Ini Malah Gelar Pesta Pernikahan, Puluhan Warga Depok Terpapar)
Gibran meninjau langsung kondisi makam Cemoro Kembar yang dirusak sekolompok bocah tersebut. Ada 12 makam yang dirusak . Pelakunya anak-anak murid sebuah lembaga pendidikan, yang usianya 3-12 tahun.
(Baca juga: Catat! Ini Instruksi Terbaru Menteri Tito Karnavian soal PPKM Mikro)
Menurut Gibran, hal  ini sudah keterlaluan, apalagi melibatkan anak-anak. Dia juga mengancam menutup lembaga pendidikan tersebut, karena sudah melanggar aturan dan melibatkan anak-anak yang harusnya dibina. &quot;Ini sudah keterlaluan, harus diproses hukum,&quot; tegasnya.
Ahli waris salah satu makam yang dirusak , Andreas mengaku, diberitahu juru kunci makam terkait adanya perusakan tersebut. &quot;Banyak yang tahu kegiatan perusakan tersebut. Kami minta diperbaiki kembali,&quot; tuturnya.
Sementara, Kapolsek Pasar Kliwon, Iptu Achmad Ridwan menjelaskan, pihaknya sudah melakukan proses mediasi antara pihak yang dirugikan dengan pelaku atau orang tua pelaku.&quot;Dalam pertemuan yang juga dihadiri tokoh masyarakat, RT, dan RW setempat muncul kesepakatan kedua belah pihak, namun kami tetap melakukan pemeriksaan dan penyelidikan terkait kasus tersebut,&quot; tegasnya.

</description><content:encoded>SOLO &amp;ndash; Peristwa perusakan makam Cemoro Kembar di Kelurahan Mojo, Pasar Kliwon, Kota Solo, membuat emosi Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka&amp;nbsp;meledak.
(Baca juga: Parah! Pasien Covid-19 Ini Malah Gelar Pesta Pernikahan, Puluhan Warga Depok Terpapar)
Gibran meninjau langsung kondisi makam Cemoro Kembar yang dirusak sekolompok bocah tersebut. Ada 12 makam yang dirusak . Pelakunya anak-anak murid sebuah lembaga pendidikan, yang usianya 3-12 tahun.
(Baca juga: Catat! Ini Instruksi Terbaru Menteri Tito Karnavian soal PPKM Mikro)
Menurut Gibran, hal  ini sudah keterlaluan, apalagi melibatkan anak-anak. Dia juga mengancam menutup lembaga pendidikan tersebut, karena sudah melanggar aturan dan melibatkan anak-anak yang harusnya dibina. &quot;Ini sudah keterlaluan, harus diproses hukum,&quot; tegasnya.
Ahli waris salah satu makam yang dirusak , Andreas mengaku, diberitahu juru kunci makam terkait adanya perusakan tersebut. &quot;Banyak yang tahu kegiatan perusakan tersebut. Kami minta diperbaiki kembali,&quot; tuturnya.
Sementara, Kapolsek Pasar Kliwon, Iptu Achmad Ridwan menjelaskan, pihaknya sudah melakukan proses mediasi antara pihak yang dirugikan dengan pelaku atau orang tua pelaku.&quot;Dalam pertemuan yang juga dihadiri tokoh masyarakat, RT, dan RW setempat muncul kesepakatan kedua belah pihak, namun kami tetap melakukan pemeriksaan dan penyelidikan terkait kasus tersebut,&quot; tegasnya.

</content:encoded></item></channel></rss>
