<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Untuk Pasien Bergejala Ringan &amp; Sedang, Ridwan Kamil Dorong Desa Punya Ruang Isolasi</title><description>Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil mendorong desa dan kelurahan di Jabar memiliki ruang isolasi untuk pasien Covid-19</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/06/22/525/2429259/untuk-pasien-bergejala-ringan-sedang-ridwan-kamil-dorong-desa-punya-ruang-isolasi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/06/22/525/2429259/untuk-pasien-bergejala-ringan-sedang-ridwan-kamil-dorong-desa-punya-ruang-isolasi"/><item><title>Untuk Pasien Bergejala Ringan &amp; Sedang, Ridwan Kamil Dorong Desa Punya Ruang Isolasi</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/06/22/525/2429259/untuk-pasien-bergejala-ringan-sedang-ridwan-kamil-dorong-desa-punya-ruang-isolasi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/06/22/525/2429259/untuk-pasien-bergejala-ringan-sedang-ridwan-kamil-dorong-desa-punya-ruang-isolasi</guid><pubDate>Selasa 22 Juni 2021 19:21 WIB</pubDate><dc:creator>Tim Okezone</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/06/22/525/2429259/untuk-pasien-bergejala-ringan-sedang-ridwan-kamil-dorong-desa-punya-ruang-isolasi-RY5slm2Frm.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil (Foto: Ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/06/22/525/2429259/untuk-pasien-bergejala-ringan-sedang-ridwan-kamil-dorong-desa-punya-ruang-isolasi-RY5slm2Frm.jpg</image><title>Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil (Foto: Ist)</title></images><description>CIANJUR - Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil mendorong desa dan kelurahan di Jabar memiliki ruang isolasi untuk pasien Covid-19 bergejala ringan sampai sedang.

Kang Emil --sapaan Ridwan Kamil-- memastikan pasien Covid-19 yang menjalani isolasi di ruang isolasi desa dan kelurahan akan tetap mendapatkan perawatan dan pemantauan dari dokter maupun tenaga kesehatan. Fasilitas ruang isolasi pun dipastikan memadai.

&quot;Kalau ringan dan sedang dirawatnya di desa saja, yaitu di Puskesmas atau ruang isolasi yang sudah ada,&quot; kata Kang Emil usai meninjau RSUD Sayang Cianjur, Kabupaten Cianjur, Selasa (22/6/2021).

&quot;Seluruh desa sudah wajibkan punya ruang isolasi, nanti dipantau oleh puskesmas dan kepala desa. Kalau dia gejalanya ringan sedang, tidak usah ke rumah sakit,&quot; imbuhnya.

Sebelum meninjau RSUD Sayang Cianjur, Kang Emil lebih dulu meninjau ruang isolasi Desa Cimacan, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur. Ruang isolasi berupa rumah tersebut memiliki fasilitas yang cukup memadai.

&quot;Anggarannya dari dana desa sekitar 8 persen diperuntukkan bagi penyediaan ruang isolasi,&quot; ucapnya.

&quot;Tadi memastikan desa-desa di Jabar punya ruang isolasi sehingga tidak semua yang terkonfirmasi positif Covid-19 harus ke rumah sakit,&quot; tambahnya.

Menurut Kang Emil, keberadaan ruang isolasi di setiap desa dan kelurahan dapat menekan tingkat keterisian rumah sakit rujukan Covid-19. Mengingat masih ada pasien bergejala ringan dan sedang menjalani isolasi di rumah sakit, seperti di RSUD Sayang Cianjur.

&quot;Setelah kami bedah ternyata sebagian adalah pasien yang sebenarnya tidak perlu dirawat di rumah sakit, karena gejalanya ringan dan sedang,&quot; tuturnya.

Selain itu, Kang Emil pun mengapresiasi RSUD Sayang Cianjur yang telah mengonversikan 40 persen dari total kapasitas tempat tidur untuk merawat pasien Covid-19.

&quot;BOR saya titip dibawah angka 60 persen jadi kalau sudah menjelang 70 persen keterisiannya, maka ditambahi kapasitasnya menjadi 30-40 persen seperti di RSUD Sayang ini,&quot; katanya.

Kang Emil mengatakan, kombinasi penguatan ruang isolasi di desa dengan penambahan kamar di rumah sakit menjadi cara terbaik Jabar dalam mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19.

&quot;Kombinasi penguatan perawatan dengan ruang isolasi di desa dan  kelurahan akan menjadi unggulan Jabar dalam menyelesaikan kedaruratan  ini,&quot; ucapnya.

Konversi tempat tidur ke pasien Covid-19 tetap dampak risiko  penurunan layanan bagi pasien non-Covid-19, seperti kecepatan layanan  dan kesediaan nakes di saat bersamaan.

Untuk itu, Kang Emil mengimbau warga untuk mematuhi protokol  kesehatan 5M. Dengan semakin sedikit pasien Covid-19 masuk rumah sakit,  semakin leluasa kamar untuk semua pasien.

&quot;Jangan terlena, karena Covid-19 mengajarkan siapa yang terlena pasti akan tersergap oleh kelengahan itu,&quot; katanya.

&quot;Klaster keluarga, kunjungan, ziarah mssih mendominasi pasien yang sekarang dirawat di rumah sakit,&quot; imbuhnya.</description><content:encoded>CIANJUR - Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil mendorong desa dan kelurahan di Jabar memiliki ruang isolasi untuk pasien Covid-19 bergejala ringan sampai sedang.

Kang Emil --sapaan Ridwan Kamil-- memastikan pasien Covid-19 yang menjalani isolasi di ruang isolasi desa dan kelurahan akan tetap mendapatkan perawatan dan pemantauan dari dokter maupun tenaga kesehatan. Fasilitas ruang isolasi pun dipastikan memadai.

&quot;Kalau ringan dan sedang dirawatnya di desa saja, yaitu di Puskesmas atau ruang isolasi yang sudah ada,&quot; kata Kang Emil usai meninjau RSUD Sayang Cianjur, Kabupaten Cianjur, Selasa (22/6/2021).

&quot;Seluruh desa sudah wajibkan punya ruang isolasi, nanti dipantau oleh puskesmas dan kepala desa. Kalau dia gejalanya ringan sedang, tidak usah ke rumah sakit,&quot; imbuhnya.

Sebelum meninjau RSUD Sayang Cianjur, Kang Emil lebih dulu meninjau ruang isolasi Desa Cimacan, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur. Ruang isolasi berupa rumah tersebut memiliki fasilitas yang cukup memadai.

&quot;Anggarannya dari dana desa sekitar 8 persen diperuntukkan bagi penyediaan ruang isolasi,&quot; ucapnya.

&quot;Tadi memastikan desa-desa di Jabar punya ruang isolasi sehingga tidak semua yang terkonfirmasi positif Covid-19 harus ke rumah sakit,&quot; tambahnya.

Menurut Kang Emil, keberadaan ruang isolasi di setiap desa dan kelurahan dapat menekan tingkat keterisian rumah sakit rujukan Covid-19. Mengingat masih ada pasien bergejala ringan dan sedang menjalani isolasi di rumah sakit, seperti di RSUD Sayang Cianjur.

&quot;Setelah kami bedah ternyata sebagian adalah pasien yang sebenarnya tidak perlu dirawat di rumah sakit, karena gejalanya ringan dan sedang,&quot; tuturnya.

Selain itu, Kang Emil pun mengapresiasi RSUD Sayang Cianjur yang telah mengonversikan 40 persen dari total kapasitas tempat tidur untuk merawat pasien Covid-19.

&quot;BOR saya titip dibawah angka 60 persen jadi kalau sudah menjelang 70 persen keterisiannya, maka ditambahi kapasitasnya menjadi 30-40 persen seperti di RSUD Sayang ini,&quot; katanya.

Kang Emil mengatakan, kombinasi penguatan ruang isolasi di desa dengan penambahan kamar di rumah sakit menjadi cara terbaik Jabar dalam mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19.

&quot;Kombinasi penguatan perawatan dengan ruang isolasi di desa dan  kelurahan akan menjadi unggulan Jabar dalam menyelesaikan kedaruratan  ini,&quot; ucapnya.

Konversi tempat tidur ke pasien Covid-19 tetap dampak risiko  penurunan layanan bagi pasien non-Covid-19, seperti kecepatan layanan  dan kesediaan nakes di saat bersamaan.

Untuk itu, Kang Emil mengimbau warga untuk mematuhi protokol  kesehatan 5M. Dengan semakin sedikit pasien Covid-19 masuk rumah sakit,  semakin leluasa kamar untuk semua pasien.

&quot;Jangan terlena, karena Covid-19 mengajarkan siapa yang terlena pasti akan tersergap oleh kelengahan itu,&quot; katanya.

&quot;Klaster keluarga, kunjungan, ziarah mssih mendominasi pasien yang sekarang dirawat di rumah sakit,&quot; imbuhnya.</content:encoded></item></channel></rss>
