<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Desak GNB Cari Solusi Permanen untuk Palestina, Indonesia Sampaikan 3 Hal </title><description>Menlu RI mengatakan GNB masih berhutang kemerdekaan kepada rakyat Palestina.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/06/23/18/2429529/desak-gnb-cari-solusi-permanen-untuk-palestina-indonesia-sampaikan-3-hal</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/06/23/18/2429529/desak-gnb-cari-solusi-permanen-untuk-palestina-indonesia-sampaikan-3-hal"/><item><title>Desak GNB Cari Solusi Permanen untuk Palestina, Indonesia Sampaikan 3 Hal </title><link>https://news.okezone.com/read/2021/06/23/18/2429529/desak-gnb-cari-solusi-permanen-untuk-palestina-indonesia-sampaikan-3-hal</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/06/23/18/2429529/desak-gnb-cari-solusi-permanen-untuk-palestina-indonesia-sampaikan-3-hal</guid><pubDate>Rabu 23 Juni 2021 10:49 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/06/23/18/2429529/desak-gnb-cari-solusi-permanen-untuk-palestina-indonesia-sampaikan-3-hal-JTD4l6Tv7b.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Retno Marsudi. (Foto: Dok. Kemlu RI))</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/06/23/18/2429529/desak-gnb-cari-solusi-permanen-untuk-palestina-indonesia-sampaikan-3-hal-JTD4l6Tv7b.JPG</image><title>Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Retno Marsudi. (Foto: Dok. Kemlu RI))</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Gerakan Non Blok (GNB) menggelar Pertemuan Luar Biasa untuk membahas isu Palestina pada Selasa (22/6/2021). Pertemuan tersebut digelar atas inisiatif Indonesia yang prihatin dengan perkembangan konflik Palestina-Israel.
Dalam pertemuan itu, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan bahwa kekerasan yang dilakukan Israel telah menjadi hal rutin dan akan terus terjadi jika dunia tidak menemukan solusi dari akar masalahnya, yaitu pendudukan Zionis di Palestina. Untuk itu, Menlu RI menyampaikan tiga langkah yang perlu dilakukan oleh GNB:
BACA JUGA: Dubes Zuhair Al-Shun: Wajar Jika Dukungan Indonesia untuk Palestina Buat AS Khawatir
Pertama, GNB harus mendukung dilaksanakannya kembali negosiasi multilateral yang kredibel.
&amp;ldquo;Proses politik yang kredibel adalah satu-satunya cara untuk mencegah terjadinya kembali kekerasan-kekerasan Israel. Telah lama sekali tidak ada negosiasi damai yang substantif antara Israel dan Palestina,&amp;rdquo; kata Menlu Retno sebagaimana dikutip dari keterangan pers Kementerian Luar Negeri, Rabu (23/6/2021).
Dukungan GNB dirasa penting untuk mendorong negosiasi damai Palestina-Israel yang didasarkan pada solusi dua negara (two state solution) dan sejalan dengan parameter yang telah disepakati secara internasional.
Kedua, GNB perlu mendukung status Palestina sebagai negara.
BACA JUGA: Dubes Zuhair Al-Shun: Palestina Selalu Mendapat Dukungan Penuh dari Indonesia
Sebagai sebuah organisasi, GNB memiliki jumlah anggota yang besar, yang merupakan sebuah kekuatan signifikan. Oleh karena itu, Menlu RI meminta GNB untuk satu suara dalam mendukung status Palestina sebagai negara dan perjuangan warga Palestina mencapai kemerdekaan.
&amp;ldquo;Kita juga harus mendorong negara-negara GNB dan komunitas internasional lainnya yang belum mengakui Palestina sebagai negara untuk segera mengakui,&amp;rdquo; tambahnya.
Ketiga, GNB harus mencegah terulangnya kebrutalan Israel.

Pada Pertemuan Majelis Umum PBB Mei lalu, Indonesia telah mengusulkan  pembentukan kehadiran internasional (international presence) di  Yerusalem guna memonitor dan memastikan keselamatan rakyat Palestina di  wilayah pendudukan serta menjaga statusnya sebagai tempat suci tiga  agama. Indonesia berharap GNB juga mengajukan usulan yang sama.
&amp;ldquo;Negara anggota GNB yang menjadi anggota DK PBB harus menjadi yang terdepan dalam mendorong inisiatif ini,&amp;rdquo; kata Menlu.
Sebagai penutup, Menlu kembali menegaskan bahwa tujuan pendirian GNB  adalah untuk mengakhiri imperialisme dan kolonialisme. Oleh karena itu,  GNB masih berhutang kepada rakyat Palestina sebuah negara yang merdeka  dan setara dengan negara-negara lain.
&amp;ldquo;Perjuangan kita masih jauh dari selesai. Namun dengan bekerja sama,  saya yakin suatu hari Palestina akan merdeka,&amp;rdquo; pungkas Menlu.
Pertemuan Tingkat Menteri Luar Biasa Komite Palestina GNB  menghasilkan Deklarasi Politik yang antara lain berisi kecaman terhadap  pelanggaran gencatan senjata oleh Israel, penegasan bahwa agresi dan  aneksasi Israel terhadap Palestina merupakan pelanggaran hukum  internasional, dorongan kepada negara-negara untuk mengakui status  Palestina sebagai negara.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Gerakan Non Blok (GNB) menggelar Pertemuan Luar Biasa untuk membahas isu Palestina pada Selasa (22/6/2021). Pertemuan tersebut digelar atas inisiatif Indonesia yang prihatin dengan perkembangan konflik Palestina-Israel.
Dalam pertemuan itu, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan bahwa kekerasan yang dilakukan Israel telah menjadi hal rutin dan akan terus terjadi jika dunia tidak menemukan solusi dari akar masalahnya, yaitu pendudukan Zionis di Palestina. Untuk itu, Menlu RI menyampaikan tiga langkah yang perlu dilakukan oleh GNB:
BACA JUGA: Dubes Zuhair Al-Shun: Wajar Jika Dukungan Indonesia untuk Palestina Buat AS Khawatir
Pertama, GNB harus mendukung dilaksanakannya kembali negosiasi multilateral yang kredibel.
&amp;ldquo;Proses politik yang kredibel adalah satu-satunya cara untuk mencegah terjadinya kembali kekerasan-kekerasan Israel. Telah lama sekali tidak ada negosiasi damai yang substantif antara Israel dan Palestina,&amp;rdquo; kata Menlu Retno sebagaimana dikutip dari keterangan pers Kementerian Luar Negeri, Rabu (23/6/2021).
Dukungan GNB dirasa penting untuk mendorong negosiasi damai Palestina-Israel yang didasarkan pada solusi dua negara (two state solution) dan sejalan dengan parameter yang telah disepakati secara internasional.
Kedua, GNB perlu mendukung status Palestina sebagai negara.
BACA JUGA: Dubes Zuhair Al-Shun: Palestina Selalu Mendapat Dukungan Penuh dari Indonesia
Sebagai sebuah organisasi, GNB memiliki jumlah anggota yang besar, yang merupakan sebuah kekuatan signifikan. Oleh karena itu, Menlu RI meminta GNB untuk satu suara dalam mendukung status Palestina sebagai negara dan perjuangan warga Palestina mencapai kemerdekaan.
&amp;ldquo;Kita juga harus mendorong negara-negara GNB dan komunitas internasional lainnya yang belum mengakui Palestina sebagai negara untuk segera mengakui,&amp;rdquo; tambahnya.
Ketiga, GNB harus mencegah terulangnya kebrutalan Israel.

Pada Pertemuan Majelis Umum PBB Mei lalu, Indonesia telah mengusulkan  pembentukan kehadiran internasional (international presence) di  Yerusalem guna memonitor dan memastikan keselamatan rakyat Palestina di  wilayah pendudukan serta menjaga statusnya sebagai tempat suci tiga  agama. Indonesia berharap GNB juga mengajukan usulan yang sama.
&amp;ldquo;Negara anggota GNB yang menjadi anggota DK PBB harus menjadi yang terdepan dalam mendorong inisiatif ini,&amp;rdquo; kata Menlu.
Sebagai penutup, Menlu kembali menegaskan bahwa tujuan pendirian GNB  adalah untuk mengakhiri imperialisme dan kolonialisme. Oleh karena itu,  GNB masih berhutang kepada rakyat Palestina sebuah negara yang merdeka  dan setara dengan negara-negara lain.
&amp;ldquo;Perjuangan kita masih jauh dari selesai. Namun dengan bekerja sama,  saya yakin suatu hari Palestina akan merdeka,&amp;rdquo; pungkas Menlu.
Pertemuan Tingkat Menteri Luar Biasa Komite Palestina GNB  menghasilkan Deklarasi Politik yang antara lain berisi kecaman terhadap  pelanggaran gencatan senjata oleh Israel, penegasan bahwa agresi dan  aneksasi Israel terhadap Palestina merupakan pelanggaran hukum  internasional, dorongan kepada negara-negara untuk mengakui status  Palestina sebagai negara.</content:encoded></item></channel></rss>
