<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Rumah Sakit Afghanistan Terbakar Dihantam Roket, Militan Taliban Rebut Kota Pelabuhan  </title><description>Taliban menyatakan tidak melancarkan serangan ke rumah sakit di Provinsi Kunar itu.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/06/23/18/2429857/rumah-sakit-afghanistan-terbakar-dihantam-roket-militan-taliban-rebut-kota-pelabuhan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/06/23/18/2429857/rumah-sakit-afghanistan-terbakar-dihantam-roket-militan-taliban-rebut-kota-pelabuhan"/><item><title>Rumah Sakit Afghanistan Terbakar Dihantam Roket, Militan Taliban Rebut Kota Pelabuhan  </title><link>https://news.okezone.com/read/2021/06/23/18/2429857/rumah-sakit-afghanistan-terbakar-dihantam-roket-militan-taliban-rebut-kota-pelabuhan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/06/23/18/2429857/rumah-sakit-afghanistan-terbakar-dihantam-roket-militan-taliban-rebut-kota-pelabuhan</guid><pubDate>Rabu 23 Juni 2021 17:37 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/06/23/18/2429857/rumah-sakit-afghanistan-terbakar-dihantam-roket-militan-taliban-rebut-kota-pelabuhan-EPQa6vIW6Y.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pasukan keamanan Afghanistan terlihat di medan pertempuran di mana terjadi bentrokan dengan Taliban di Provinsi Kunduz, Afghanistan, 22 Juni 2021. (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/06/23/18/2429857/rumah-sakit-afghanistan-terbakar-dihantam-roket-militan-taliban-rebut-kota-pelabuhan-EPQa6vIW6Y.jpg</image><title>Pasukan keamanan Afghanistan terlihat di medan pertempuran di mana terjadi bentrokan dengan Taliban di Provinsi Kunduz, Afghanistan, 22 Juni 2021. (Foto: Reuters)</title></images><description>KABUL &amp;ndash; Milisi bersenjata, diduga Taliban, menembakkan roket ke sebuah rumah sakit di Afghanistan pada Rabu (23/6/2021), memicu kobaran api yang menyebabkan kerusakan parah dan menghancurkan vaksin COVID-19 meskipun tidak ada laporan korban, kata pejabat pemerintah.
Di Afghanistan utara, Taliban merebut Kota Shir Khan Bandar, sebuah pelabuhan kering di perbatasan dengan Tajikistan, mengirim pekerja bea cukai dan anggota pasukan keamanan melarikan diri ke tempat yang aman melewati perbatasan.
BACA JUGA: PBB: 50 dari 370 Distrik di Afghanistan Jatuh ke Taliban Sejak Mei
Pertempuran antara pasukan pemerintah dan gerilyawan telah meningkat dalam beberapa pekan terakhir, dengan gerilyawan menguasai lebih banyak wilayah ketika pasukan internasional pimpinan Amerika Serikat (AS) terakhir bersiap untuk pergi setelah dua dekade pertempuran.
Juru Bicara Taliban Zabihullah Mujahid membantah bertanggung jawab atas serangan terhadap rumah sakit di provinsi timur Kunar, yang menurut seorang direktur kesehatan provinsi mengakibatkan hilangnya pasokan penting, termasuk vaksin Covid-19.
BACA JUGA: Kedutaan AS di Lockdown Setelah 1 Staf Meninggal, Ratusan Terinfeksi Covid-19
&quot;Berbagai jenis vaksin, termasuk dosis yang dimaksudkan untuk memerangi polio dan COVID-19 dimusnahkan dalam kebakaran itu,&quot; kata pejabat kesehatan Kunar Aziz Safai sebagaimana dilansir Reuters.
Afghanistan telah melaporkan 4.366 kematian akibat infeksi COVID-19 dan 107.957 kasus, pada Rabu.
Banyak pejabat kesehatan mengatakan jumlah sebenarnya dari infeksi virus corona kemungkinan jauh lebih tinggi tetapi banyak kasus tidak terdeteksi karena sedikit pengujian.
Virus ini telah menyebar ketika ketidakamanan telah meningkat,  terutama sejak 1 Mei ketika Amerika Serikat memulai tahap akhir  penarikan pasukannya dan Taliban meningkatkan serangan terhadap pasukan  pemerintah.
Layanan penjaga perbatasan Tajikistan mengatakan dalam sebuah  pernyataan Selasa (22/6/2021) malam bahwa pihaknya telah mengizinkan 134  prajurit Afghanistan untuk mundur ke Tajikistan dari Shir Khan Bandar,  sekira 50 km dari Kota Kunduz.
Taliban menyita amunisi dan kendaraan lapis baja di kota itu setelah  pihak berwenang Afghanistan menyerahkannya kepada gerilyawan yang maju,  kata para pejabat Afghanistan.
Hilangnya kota perdagangan akan menjadi pukulan bagi pemerintah yang  didukung AS karena berjuang untuk menghentikan kemajuan Taliban di  berbagai bagian negara itu.
</description><content:encoded>KABUL &amp;ndash; Milisi bersenjata, diduga Taliban, menembakkan roket ke sebuah rumah sakit di Afghanistan pada Rabu (23/6/2021), memicu kobaran api yang menyebabkan kerusakan parah dan menghancurkan vaksin COVID-19 meskipun tidak ada laporan korban, kata pejabat pemerintah.
Di Afghanistan utara, Taliban merebut Kota Shir Khan Bandar, sebuah pelabuhan kering di perbatasan dengan Tajikistan, mengirim pekerja bea cukai dan anggota pasukan keamanan melarikan diri ke tempat yang aman melewati perbatasan.
BACA JUGA: PBB: 50 dari 370 Distrik di Afghanistan Jatuh ke Taliban Sejak Mei
Pertempuran antara pasukan pemerintah dan gerilyawan telah meningkat dalam beberapa pekan terakhir, dengan gerilyawan menguasai lebih banyak wilayah ketika pasukan internasional pimpinan Amerika Serikat (AS) terakhir bersiap untuk pergi setelah dua dekade pertempuran.
Juru Bicara Taliban Zabihullah Mujahid membantah bertanggung jawab atas serangan terhadap rumah sakit di provinsi timur Kunar, yang menurut seorang direktur kesehatan provinsi mengakibatkan hilangnya pasokan penting, termasuk vaksin Covid-19.
BACA JUGA: Kedutaan AS di Lockdown Setelah 1 Staf Meninggal, Ratusan Terinfeksi Covid-19
&quot;Berbagai jenis vaksin, termasuk dosis yang dimaksudkan untuk memerangi polio dan COVID-19 dimusnahkan dalam kebakaran itu,&quot; kata pejabat kesehatan Kunar Aziz Safai sebagaimana dilansir Reuters.
Afghanistan telah melaporkan 4.366 kematian akibat infeksi COVID-19 dan 107.957 kasus, pada Rabu.
Banyak pejabat kesehatan mengatakan jumlah sebenarnya dari infeksi virus corona kemungkinan jauh lebih tinggi tetapi banyak kasus tidak terdeteksi karena sedikit pengujian.
Virus ini telah menyebar ketika ketidakamanan telah meningkat,  terutama sejak 1 Mei ketika Amerika Serikat memulai tahap akhir  penarikan pasukannya dan Taliban meningkatkan serangan terhadap pasukan  pemerintah.
Layanan penjaga perbatasan Tajikistan mengatakan dalam sebuah  pernyataan Selasa (22/6/2021) malam bahwa pihaknya telah mengizinkan 134  prajurit Afghanistan untuk mundur ke Tajikistan dari Shir Khan Bandar,  sekira 50 km dari Kota Kunduz.
Taliban menyita amunisi dan kendaraan lapis baja di kota itu setelah  pihak berwenang Afghanistan menyerahkannya kepada gerilyawan yang maju,  kata para pejabat Afghanistan.
Hilangnya kota perdagangan akan menjadi pukulan bagi pemerintah yang  didukung AS karena berjuang untuk menghentikan kemajuan Taliban di  berbagai bagian negara itu.
</content:encoded></item></channel></rss>
